Array

Kesenjangan Miskin-Kaya Indonesia Lebih Buruk dari India

Selasa, 08 Desember 2015 | 13:00 WIB
Kesenjangan Miskin-Kaya Indonesia Lebih Buruk dari India
Penggusuran Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (21/8). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - World Bank mengingatkan Indonesia lebih memperhatikan upaya untuk mengatasi kesenjangan yang semakin melebar antara masyarakat miskin dan kaya. Ini diprediksi akan meluas dalam beberapa tahun ke depan jika tidak ditanggulangi.

Indikasi melebarnya ketimpangan tersebut dapat dilihat dari koefisien rasio gini Indonesia yang meningkat dalam 15 tahun terakhir dari 0,31 menjadi 0,41.

bank dunia memperingatkan pemerintah Indonesia agar perlu memperhatikan meningkatkanya kesenjangan yang semakin melebar dalam lima belas tahun terakhir. Ketimpangan di Indonesia sudah mencapai tertinggi dalam sejarah, yang memcatat gini rasio lebih buruk dari India dan Etiopia.

"Gini coefficient Indonesia mengalami penurunan besar dari 0,3 jadi 0,41. Ini sama dengan Uganda dan Pantai Gading. Bahkan lebih buruk dibanding India dan Etiopia," kata Rodrigo saat memberikan kata sambutan dalam acara Bank Dunia yang bertajuk "AKU (Akhiri Ketimpangan Untuk) Indonesia" di Djakarta Theatre Building, Selasa (08/12/2015).

Ia mengatakan, dengan adanya peningkatan rasio gini tersebut, kondisi ini dapat menciptakan kondisi rawan konflik sosial pada masyarakat Indonesia. Menurutnya, hal ini dapat membuat adanya kecemburan sosial yang terjadi di masyarakat.

"Ini berbahaya karena ketika masyarakat miskin frustasi atas hidupnya, mereka cenderung akan melakukan tindakan ke arah yang negatif," tegasnya.

Ia mengatakan, untuk mengatasi ketimpangan yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial tersebut, Rodrigo mengimbau kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah cepat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya dengan menciptakan lapangan kerja yang baik dan merata di seluruh daerah di Indonesia. Sehingga masyarakat dapat merasakan dan menciptakan kehidupan yang layak.

"Untuk meningkatkan kesejahteraan dibutuhkan pekerjaan dan peningkatan kualitas sumber daya. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat hidup dengan sejahtera. Tapi sampai saat ini pelatihan keterampilan kerja dan lapangan pekerjaan masih minim. Alhasil banyak masyarakat di Indonesia yang masuk dalam pekerjaan informal dengan gaji yang lebih rendah," ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong pemerintdah di Indonesia untuk memperbaiki permasalah disektor lapangan kerja dan ketenagakerjaan. Selain itu, ia juga meminta pemerintah Indonesia menggunakan pajak dan anggaran belanja pemerintah untuk mengurangi ketimpangan saat ini. Lalu, pelayanan publik di daerah pada bidang kesehatan, pendidikan dan keluarga berencana bagi semua orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI