Rekomendasi Bank Dunia Atasi Kesenjangan Kaya-Miskin di Indonesia

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 08 Desember 2015 | 13:33 WIB
Rekomendasi Bank Dunia Atasi Kesenjangan Kaya-Miskin di Indonesia
Penggusuran Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (21/8). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bank Dunia menilai ketimpangan Indonesia dalam 15 tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Ketimpangan tersebut terjadi lantaran ketidakadilan pembangunan antara daerah yang satu dengan daerah lainnya.

Sedikitnya ada empat rekomendasi yang dapat dilakukan Indonesia untuk menghindari tingginya ketimpangan yang terjadi saat ini. Pertama,memperbaiki pelayanan publik di daerah, terutama di daerah-daerah terpencil.

"Hal ini merupakan kunci utama agar generasi berikutnya mendapatkan awal yang lebih baik adalah peningkatan pelayanan publik di daerah, sehingga dapat memperbaiki peluang kesehatan, pendidikan, dan keluarga berencana bagi semua orang," kata Rodrigo A. Chaves, Country Director, Indonesia The World Bank saat memberikan kata sambutan dalam acara bank dunia bertajuk `Akhiri Ketimpangan Untuk Indonesia “AKU Indonesia” di XXI Ballroom Djakarta Theatre Building Sarinah, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

 Kedua, lanjut dia, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik dan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mendapatkan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang lebih baik.

"Karena, dengan program pelatihan keterampilan dapat meningkatkan daya saing para pekerja, ditambah saat ini akan ada Masyarakat Ekonomi ASEAN makanya harus dipersiapkan. Karena, bagi mereka yang tidak mengenyam pendidikan berkualita, mereka tidak mendapatkan pelatihan, makanya mereka bisa kalah saing dengan orang-orang yang mengenyam pendidikan yang berkualitas," ungkapnya.

Ketiga adalah memastikan perlindungan dari guncangan. Kebijakan pemerintah dapat mengurangi frekuensi dan keparahan guncangan, selain juga memberikan mekanisme penanggulangan untuk memastikan bahwa semua rumah tangga memiliki akses ke perlindungan memadahi jika guncangan melanda.

Keempat adalah menggunakan pajak dan anggaran belanja pemerintah untuk mengurangi ketimpangan saat ini dan di masa depan. Kebijakan fiskal yang berfokus pada peningkatan belanja pemerintah di bidang infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, bantuan sosial dan jaminan soaial. Merancang sistem perpajakan yang lebih adil dengan menperbaiki sejumlah peraturan perpajakan yang saat ini mendukung terpusatnya kekayaan di tangan segelintir orang.

 "Seperti di Vietman, kalau dibandingkan dengan Indonesia nggak jauh ya. Vietnam ini untuk memperbaiki pendidikannya mengalokasikan anggarannya sebesar 20 persen ini untuk pendidikan, sedangkan Indonesia 21 persen. Kenapa bisa lebih baik Vietnam, karena dia melakukan banyak pelatihan kepada tenaga kerja, misalnya di gurunya, sekolahnya. Nah ini bisa membantu Indonesia untuk mengatasi ketimpangan di Pendidikan. Kalau di bidang pendidikan selesai, maka ke depan akan berjalan baik, mereka akan mendapat pekerjaan yang layak dan sebagainya," tegasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Leader Economist GPVDR, Vivi Alatas mengatakan masyarakat di Indonesia susah untuk menjadi sukses atau lebih maju jika masih ada ketimpangan.

"Dari hasil penelitian, setidaknya sepertiga ketimpangan disebabkan faktor-faktor luar kendali individu. Di mana ketimpangan peluang membuat kemampuan mereka berkurang untuk sukses dimasa depan," jelas Vivi.

Lapangan pekerjaan yang ada saat ini di Indonesia terbagi menjadi dua bagian. Yakni lapangan kerja yang memiliki keterampilan tinggi diikuti dengan upah yang semakin tinggi dan lapangan yang tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan tersebut sehingga terjebak dalam pekerjaan berproduktifitas rendah, informal dan berupah rendah.

Vivi mengatakan sebanyak 46 persen warga Indonesia yang lulusan SD tak memiliki ketrampilan, dan hanya 4,7 persen dari angka tersebut yang mendapatkan akses keterampilan oleh pemerintah.

"Ini membuktikan peran pemerintah untuk akses ketrampilan bagi mereka yang tak memiliki pendidikan sangat kurang," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kesenjangan Miskin-Kaya Indonesia Lebih Buruk dari India

Kesenjangan Miskin-Kaya Indonesia Lebih Buruk dari India

Bisnis | Selasa, 08 Desember 2015 | 13:00 WIB

Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia Semakin Besar

Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia Semakin Besar

Bisnis | Selasa, 08 Desember 2015 | 12:47 WIB

Mensos Klaim Program PKH Persempit Kesenjangan Sosial

Mensos Klaim Program PKH Persempit Kesenjangan Sosial

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 06:27 WIB

Diskusi Perempuan Inspirasi Desa Dibuka oleh Sindorma Down

Diskusi Perempuan Inspirasi Desa Dibuka oleh Sindorma Down

News | Senin, 23 November 2015 | 11:34 WIB

Perubahan Iklim Dorong Ratusan Juta Penduduk Dunia ke Kemiskinan

Perubahan Iklim Dorong Ratusan Juta Penduduk Dunia ke Kemiskinan

News | Senin, 09 November 2015 | 11:46 WIB

Pemerintah Bantah Cabut Subsidi Listrik Karena Kesalahan PLN

Pemerintah Bantah Cabut Subsidi Listrik Karena Kesalahan PLN

Bisnis | Kamis, 05 November 2015 | 15:56 WIB

Dalam Enam Bulan, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 860.000 Orang

Dalam Enam Bulan, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 860.000 Orang

Bisnis | Selasa, 15 September 2015 | 22:23 WIB

Dua Sebab Masih Ada Warga Jakarta yang Miskin

Dua Sebab Masih Ada Warga Jakarta yang Miskin

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 18:20 WIB

Kemiskinan di Jakarta Meningkat, Ahok Tak Terima Disalahkan DPRD

Kemiskinan di Jakarta Meningkat, Ahok Tak Terima Disalahkan DPRD

News | Jum'at, 24 April 2015 | 06:48 WIB

Miris, Sebanyak 19 Ribu Warga Kaltim Tergolong Sangat Miskin

Miris, Sebanyak 19 Ribu Warga Kaltim Tergolong Sangat Miskin

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2015 | 02:16 WIB

Terkini

Surpres Pergantian Panglima TNI Belum Masuk DPR, Istana: Belum Ada Sampai Sekarang

Surpres Pergantian Panglima TNI Belum Masuk DPR, Istana: Belum Ada Sampai Sekarang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:06 WIB

Pria Tewas Diduga Jatuh dari Lantai 22 UNPRI Medan, Kampus: Bukan Mahasiswa UNPRI

Pria Tewas Diduga Jatuh dari Lantai 22 UNPRI Medan, Kampus: Bukan Mahasiswa UNPRI

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenapa Orang Tidur Ngiler? Orang Dewasa Harus Waspadai 7 Faktor Ini!

Kenapa Orang Tidur Ngiler? Orang Dewasa Harus Waspadai 7 Faktor Ini!

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:02 WIB

3 Moisturizer Gel Murah Under Rp50 Ribu untuk Kulit Berminyak, Ringan dan Nyaman

3 Moisturizer Gel Murah Under Rp50 Ribu untuk Kulit Berminyak, Ringan dan Nyaman

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Ulasan Perahu Kertas: Kisah Cinta, Mimpi, dan Perjalanan Menemukan Diri

Ulasan Perahu Kertas: Kisah Cinta, Mimpi, dan Perjalanan Menemukan Diri

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:00 WIB

5 Rekomendasi Smartwatch Murah Bisa Connect Strava, Lari Bebas Tanpa Bawa HP

5 Rekomendasi Smartwatch Murah Bisa Connect Strava, Lari Bebas Tanpa Bawa HP

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Istana Belum Bahas Amar Putusan MK Soal Pendidikan Gibran, Tunggu 2-3 Hari

Istana Belum Bahas Amar Putusan MK Soal Pendidikan Gibran, Tunggu 2-3 Hari

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Siapa Rojab Asy'ari? Anak Buah Megawati yang Berani Turunkan Foto Wapres Gibran

Siapa Rojab Asy'ari? Anak Buah Megawati yang Berani Turunkan Foto Wapres Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga HP Samsung Terbaru Oktober 2026: Dari Termurah hingga Flagship Premium

Harga HP Samsung Terbaru Oktober 2026: Dari Termurah hingga Flagship Premium

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Profil Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut yang Masuk Bursa Kuat Calon Panglima TNI

Profil Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut yang Masuk Bursa Kuat Calon Panglima TNI

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:55 WIB

×