Ketua KPK: Kalau Peradilan Bersih, Kriminalisasi Tak Akan Terjadi

Arsito Hidayatullah, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 06 Januari 2016 | 20:41 WIB
Ketua KPK: Kalau Peradilan Bersih, Kriminalisasi Tak Akan Terjadi
Lima komisioner KPK: Agus Rahardjo, Laode M. Syarif, Alexander Marwata, Saut Situmorang, dan Basaria Panjaitan. [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo meyakini, jika proses persidangan kasus-kasus dugaan korupsi berjalan tanpa adanya intervensi dari pihak luar, maka upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK tidak akan pernah terjadi.

Publik mengetahui, beberapa komisioner KPK sebelumnya seperti Antasari Azhar, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, menjadi korban "kriminalisasi" dari pihak-pihak luar. Tidak hanya itu, bahkan penyidik senior KPK Novel Baswedan pun ikut menjadi korban kriminalisasi.

"Prinsip dasarnya, kalau peradilan itu bersih, pasti kan kriminalisasi tidak terjadi kalau peradilan bersih," kata Agus, saat mengunjungi gedung Komisi Yudisial (KY), di Jakarta, Rabu (6/1/2016).

 
Namun, menurut Agus pula, dalam kunjungannya bersama pimpinan KPK lainnya ke KY kali ini, tidak ada pembahasan khusus terkait masalah kriminalisasi KPK.

"Kita tidak membicarakan itu. Kami tidak membicarakan itu secara khusus," kata Agus.

Menurutnya, kunjungan ke KY tersebut ditujukan untuk membangun koordinasi, monitoring, serta supervisi dengan lembaga penegak hukum lainnya. Pasalnya, kata Agus, pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tugas KPK sendiri, tetapi juga menjadi tugas lembaga hukum lainnya termasuk KY.

"Yang memberantas korupsi itu bukan KPK semata. Jadi harus bekerja sama dengan penegak hukum lain, dan fungsi koordinasi itu di lapangan harus bergerak semua," katanya.

Agus berharap, roadshow yang telah dilakukan KPK ke beberapa lembaga hukum seperti Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Konstitusi dan KY sejauh ini, dapat mendorong lembaga-lembaga pemerintah untuk bisa meningkat pelayanan terhadap masyarakat.

"Mudah-mudahan ini akan membantu teman-teman di pemerintahan untuk menjalankan fungsi pelayanannya, (supaya) lebih berintegritas," kata Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hakim MK Ungkap Pengalaman Menakutkan Saat Dipanggil KPK

Hakim MK Ungkap Pengalaman Menakutkan Saat Dipanggil KPK

News | Rabu, 06 Januari 2016 | 15:33 WIB

KPK Perbaiki MoU dengan KY

KPK Perbaiki MoU dengan KY

News | Rabu, 06 Januari 2016 | 14:01 WIB

Kejaksaan-KPK Bersatu Tangani Skandal Setya Novanto

Kejaksaan-KPK Bersatu Tangani Skandal Setya Novanto

News | Selasa, 05 Januari 2016 | 13:54 WIB

Terkini

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Health | Selasa, 29 September 2026 | 17:01 WIB

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:00 WIB

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 16:58 WIB

'Kayak ke Salon Ada Before-After', Bappisus Cium Kejanggalan Beda Temuan di Lapas Cibinong

'Kayak ke Salon Ada Before-After', Bappisus Cium Kejanggalan Beda Temuan di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:57 WIB

John Herdman Tak Mau Larut Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia, Bangladesh Jadi Target Berikutnya

John Herdman Tak Mau Larut Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia, Bangladesh Jadi Target Berikutnya

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:52 WIB

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:52 WIB

1.900 Manajer KDMP Ditempatkan Secara Acak, Ini Detailnya

1.900 Manajer KDMP Ditempatkan Secara Acak, Ini Detailnya

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:50 WIB

Negara Disebut Hemat Rp1,2 Triliun Usai 14 Ribu Kasus Selesai Lewat Restorative Justice

Negara Disebut Hemat Rp1,2 Triliun Usai 14 Ribu Kasus Selesai Lewat Restorative Justice

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:49 WIB

Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan

Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 16:47 WIB

Ombudsman Soroti Keamanan Lapas Cibinong Saat Rapat di DPR: Blok Tahanan Tak Dipasang Kawat Berduri

Ombudsman Soroti Keamanan Lapas Cibinong Saat Rapat di DPR: Blok Tahanan Tak Dipasang Kawat Berduri

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:47 WIB

×