Kejaksaan-KPK Bersatu Tangani Skandal Setya Novanto

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 05 Januari 2016 | 13:54 WIB
Kejaksaan-KPK Bersatu Tangani Skandal Setya Novanto
Jaksa Agung Muhammad HM. Prasetyo [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Kejaksaa Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bekerjasama menangani kasus-kasus korupsi. Termasuk kasus skandal 'Papa Minta Saham' yang diduga melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Hal itu diumumkan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo saat menerima kunjungan kelima pimpinan KPK di gedung utama korps Adhiyaksa, Selasa (5/1/2016). Mengenai kerjasama penanganan kasus tersebut, Prasetyo tidak menutup kemungkinan akan berkolaborasi dengan KPK dalam membantu penyelidikan kasus dugaan 'Papa Minta Saham' yang diduga dilakukan mantan Ketua DPR Setya Novanto.

"Kalau dipandang perlu iya. Kerjasama berkolaborasi beda sama ambil alih. kita sepakat untuk perkara tertentu di mana mungkin ada kesulitan, atau kendala yang itu lebih mudah ditangani kpk, kami akan bersinergi, menangani bersama-sama berkolaborasi," kata Prasetyo di gedung Kejagung, Jakarta, Selasa siang.

Dalam pertemuan itu Prasetyo membeberkan kepada Ketua KPK Agus Rahardjo mengenai kasus-kasus yang tengah ditangani penyelidik dan penyidik Kejaksaan. Prasetyo menganggap lamanya penanganan kasus dugaan pemufakatan jahat tersebut, lantaran pihaknya saat berhati-hati dalam melakukan proses penyelidikan.

"Saya laporkan pada ketua KPK kasus yang sedang kami tangani. Tidak jarang kita menghadapi serangan balik koruptor. Kami nggak akan mundur surut semangat. Tapi meningkatkan kehati-hatian dan kecermatan kita," kata Prasetyo.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku pihaknya belum berencana mengambil alih kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam permintaan jatah terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Menurut Agus, KPK hanya ingin membantu Kejaksaan untuk menangani kasus tersebut. "Bukan diambil alih, hanya kerjasama. Tadi iya gitu, minta bantuan besar gitu," kata Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pimpinan KPK Sambangi Kejagung

Pimpinan KPK Sambangi Kejagung

Foto | Selasa, 05 Januari 2016 | 12:11 WIB

Pertemuan Pimpinan KPK dan Jaksa Agung Berlangsung Tertutup

Pertemuan Pimpinan KPK dan Jaksa Agung Berlangsung Tertutup

News | Selasa, 05 Januari 2016 | 10:31 WIB

Koordinasi Antar Penegak Hukum, 5 Pimpinan KPK Temui Jaksa Agung

Koordinasi Antar Penegak Hukum, 5 Pimpinan KPK Temui Jaksa Agung

News | Selasa, 05 Januari 2016 | 08:25 WIB

KPK Telisik Dugaan Gratifikasi Farmasi ke Kalangan Dokter

KPK Telisik Dugaan Gratifikasi Farmasi ke Kalangan Dokter

News | Senin, 04 Januari 2016 | 20:51 WIB

Praperadilan, RJ Lino Siap Buktikan KPK Salah di Pengadilan

Praperadilan, RJ Lino Siap Buktikan KPK Salah di Pengadilan

News | Senin, 04 Januari 2016 | 18:22 WIB

Untuk Pertama Kali, Pimpinan KPK Ketemu Kapolri

Untuk Pertama Kali, Pimpinan KPK Ketemu Kapolri

News | Senin, 04 Januari 2016 | 17:26 WIB

Belum Periksa RJ Lino, KPK Fokus ke Pemeriksaan Saksi

Belum Periksa RJ Lino, KPK Fokus ke Pemeriksaan Saksi

News | Senin, 04 Januari 2016 | 17:10 WIB

Desak Usut Dana Bansos Sumut

Desak Usut Dana Bansos Sumut

Foto | Senin, 04 Januari 2016 | 15:40 WIB

KPK Didesak Periksa Jaksa Agung dan Surya Paloh

KPK Didesak Periksa Jaksa Agung dan Surya Paloh

News | Senin, 04 Januari 2016 | 12:52 WIB

Pimpinan Baru KPK Diminta Jaga Wibawa

Pimpinan Baru KPK Diminta Jaga Wibawa

News | Minggu, 03 Januari 2016 | 06:19 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×