Gafatar Dukung Revolusi Mental Jokowi

Siswanto

Selasa, 12 Januari 2016 | 22:10 WIB
Gafatar Dukung Revolusi Mental Jokowi
Presiden Joko Widodo (Antara)

Suara.com - Organisasi Gerakan Fajar Nusantara atau dikenal sebagai Gafatar menjadi sorotan publik setelah pengikutnya, dokter Rica Trihandayani, menghilang bersama anak balitanya. Sekarang, Rica dan anaknya sudah ditemukan lagi.

Ormas yang berdiri tahun 2011 ini dipimpin oleh Ketua Umum Gafatar Mahful M. Tumanurung. Anggotanya tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam website resmi Gafatar disebutkan bahwa mereka juga bagian dari elemen rakyat bangsa ini. Sebagai bagian dari elemen bangsa, Gafatar juga memiliki kewajiban yang sama untuk ikut membangun negara.

Gafatar sangat mendukung program Revolusi Mental sebagaimana yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Sejak awal berdirinya pada tahun 2011, Gafatar telah mengajak bangsa ini untuk melakukan gerakan Revolusi Mental spiritual yang dibentuk oleh ruh suci (ruhul qudus atau firman) dari Tuhan Yang Maha Suci lagi menghidupkan, sehingga akan “melahirkan” manusia-manusia baru atau contoh dengan karakter atau akhlak atau kepribadian yang baru pula sesuai dengan karakter Sang Penciptanya,” kata Mahful dikutip Suara.com dari situs resmi Gafatar.

Pernyataan Mahful disampaikan ketika pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional III Gafatar di Jakarta, Kamis (26/2/2015).

Dalam pidato, Mahful memaparkan seumpama pohon yang baik, Gafatar ingin menjadi komunitas pohon-pohon yang unggul di bangsa ini, yakni kumpulan manusia yang berkarakter Tuhan YME, generasi bangsa yang siap bekerja tanpa pamrih, sanggup berkorban harta dan diri dalam menghidupkan dan membangun jiwa dan raga bangsa menuju Indonesia Raya, Nusantara Jaya.

“Hal ini kami lakukan semata sebagai wujud pengabdian tunggal kepada Tuhan YME. Hanya dengan mental spiritual dan daya fikir yang kuat serta fisik yang prima, kita akan mampu bangkit untuk mewujudkan dan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang diberkati, bangsa Nusantara yang damai sejahtera dan menjadi mercusuar dunia, Matahari Dunia,” katanya.

Sejak muncul kasus dokter Rica, lantas ketika muncul warga menghilang dikait-kaitkan dengan Gafatar. Mereka menghilang diduga karena bergabung dengan organisasi tersebut.

Saat ini, Majelis Ulama Indonesia tengah mengkaji keberadaan Gafatar. Polri juga tengah memetakan dimana saja ormas ini berada serta menghitung jumlah anggota mereka.

Terkait dengan berbagai tudingan miring akhir-akhir ini, pihak Gafatar belum mengeluarkan sikap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MUI Kembali Minta Waspada Aliran Sesat

MUI Kembali Minta Waspada Aliran Sesat

News | Selasa, 12 Januari 2016 | 21:34 WIB

MUI: Gafatar Menyasar Mahasiswa dan Anak Muda

MUI: Gafatar Menyasar Mahasiswa dan Anak Muda

News | Selasa, 12 Januari 2016 | 18:12 WIB

Ahok Pastikan PNS Jakarta Tak Ada yang Ikut Gafatar

Ahok Pastikan PNS Jakarta Tak Ada yang Ikut Gafatar

News | Selasa, 12 Januari 2016 | 17:24 WIB

Said Aqil: Gafatar Kelompok Baru dan Berbahaya

Said Aqil: Gafatar Kelompok Baru dan Berbahaya

News | Selasa, 12 Januari 2016 | 17:14 WIB

Terkini

Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu

Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor

Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Dua Pecandu di Tambora Colong Honda PCX Tetangga, Dijual Rp200 Ribu Buat Beli Sabu

Dua Pecandu di Tambora Colong Honda PCX Tetangga, Dijual Rp200 Ribu Buat Beli Sabu

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:10 WIB

Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!

Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 20:09 WIB

Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas

Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 20:07 WIB

Tuntutan Desil Tak Digubris Pemerintah, JAPS Ancam Gugatan Massal

Tuntutan Desil Tak Digubris Pemerintah, JAPS Ancam Gugatan Massal

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:06 WIB

Bukan Cuma Runway, Ini 4 Manfaat Kelas Modeling untuk Tumbuh Kembang Anak

Bukan Cuma Runway, Ini 4 Manfaat Kelas Modeling untuk Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

Belajar dari Kasus Food Truck Bolosego Kena Pungli Parkir Liar di Alkid Jogja, Pelaku Bisa Dibui?

Belajar dari Kasus Food Truck Bolosego Kena Pungli Parkir Liar di Alkid Jogja, Pelaku Bisa Dibui?

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

Ancaman Bahaya Etomidate dalam Vape, Pakar Soroti Celah Pengawasan dan Risiko Gagal Napas

Ancaman Bahaya Etomidate dalam Vape, Pakar Soroti Celah Pengawasan dan Risiko Gagal Napas

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

×