Tsai Ingwen Jadi Presiden Perempuan Pertama di Taiwan

Adhitya Himawan | Suara.com

Minggu, 17 Januari 2016 | 00:07 WIB
Tsai Ingwen Jadi Presiden Perempuan Pertama di Taiwan
Calon Presiden Taiwan dan Ketua Partai Progresif Demokratis Tsai Ing Wen [Antara/Reuters]

Suara.com - Tsai Ingwen dari partai oposisi utama Taiwan akan menjadi perempuan pertama presiden di pulau itu dalam kemenangan telak atas Kuomintang (KMT), yang berkuasa, Sabtu (16/1/2016), ketika pemilih meninggalkan dukungan mereka terhadap hubungan lebih erat dengan Cina.

Calon dari KMT, Eric Chu, mengakui kekalahan itu, yang membawa bencana bagi partai tersebut, yang terlihat dari banyak orang menangis di markas partai itu di Taipei.

Penghitungan suara berlanjut tapi siaran langsung televisi dari tempat penghitungan suara menunjukkan Tsai dari Partai Demokratik Progresif (DPP) meraih kemenangan telak bersejarah, dengan jumlah suara sekitar 60 persen jika dibandingkan dengan 30 persen untuk Chu.

Perolehan itu akan menjadi kemenangan terbesar di antara setiap presiden di Taiwan, dengan rekor sebelumnya adalah 58,45 persen untuk presiden KMT saat Ma Yingjeou pada 2008.

"Maaf ... Kami kehilangan. KMT kalah dalam pemilihan umum. Kami belum bekerja cukup keras dan kami gagal mencapai harapan pemilih," kata calon dari KMT Eric Chu merujuk pada banyak orang menangis di markas partai itu di Taipei.

Chu juga mengatakan KMT telah kehilangan mayoritas posisi di parlemen, ini adalah pertama kalinya kehilangan kontrol atas legislatif di pulau itu.

"Ini merupakan perubahan drastis yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk KMT," katanya.

Dukungan untuk Tsai telah melonjak ketika pemilih menjadi semakin gelisah tentang kesepakatan baru-baru ini dengan Cina di bawah kepemimpinan Ma, yang harus mundur setelah memimpin maksimal dua periode.

Ketika ekonomi stagnan, banyak orang merasa kecewa bahwa perjanjian perdagangan yang ditandatangani dengan daratan telah gagal untuk memberikan keuntungan seperti biasanya bagi Taiwan.

DPP memiliki pendekatan yang lebih hati-hati dengan Tiongkok, meskipun Tsai telah berulang kali mengatakan dia ingin mempertahankan "status quo".

"Kami ingin mengucapkan selamat bagi kemenangan DPP, ini adalah amanat rakyat Taiwan," kata Chu.

Dia membungkuk sebagai tanda permintaan maaf dan menyatakan pengunduran dirinya sebagai ketua partai.

Hubungan Banyak orang yang bergembira berkumpul di markas DPP di Taipei, di mana Tsai kemudian berbicara, Sabtu (16/1/2016).

Pedagang menjual segala sesuatu mulai dari cangkir hingga gantungan kunci dengan gambar Tsai.

Satu kelompok kecil mengangkat spanduk dan mengatakan, "Taiwan bukan bagian dari Cina. Dukung kemerdekaan Taiwan." "Cina tidak memiliki hak mengklaim Taiwan dan kami ingin mengatakan ini kepada dunia," kata salah satu anggota kelompok, Angela Shi, yang kembali dari San Francisco untuk memilih.

Tsai bertindak hati-hati terkait strateginya terhadap Tiongkok, tapi DPP secara tradisional merupakan partai pro-kemerdekaan dan lawan mengatakan Tsai akan mengacaukan hubungan.

Ma mengawasi persetujuan dramatis dengan Cina sejak berkuasa pada 2008.

Meskipun Taiwan berkuasa sendiri setelah berpisah dari Cina sesudah perang sipil pada 1949, tidak pernah menyatakan kemerdekaan dan Beijing masih melihatnya sebagai bagian dari wilayahnya yang menunggu penyatuan kembali.

Hal itu memuncak dalam pertemuan puncak antara Ma dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada November.

Namun, meski lebih dari 20 perjanjian dan sebuah ledakan wisatawan, hubungan yang lebih erat telah memperburuk kekhawatiran bahwa Tiongkok mengikis kedaulatan Taiwan dengan membuatnya bergantung secara ekonomi.

Gaji rendah dan harga perumahan yang tinggi juga mengganggu pemilih.

Beijing telah memperingatkan tidak akan berurusan dengan pemimpin yang tidak mengakui prinsip "satu Tiongkok", bagian dari perjanjian diam-diam antara Beijing dan KMT yang dikenal sebagai "konsensus 1992".

DPP tidak pernah mengakui konsensus.

Para pengamat mengatakan tidak mungkin Tsai akan melakukan apapun untuk mendesak Beijing jika dia menang.

Pengulas juga setuju tidak akan ada reaksi segera dari Tiongkok, seperti mengasingkan Taiwan akan mencoba melawan tujuan utama Beijing untuk penyatuan ulang.

Dalam peristiwa lintas-selat baru-baru ini, nasib seorang remaja bintang K-pop asal Taiwan mendominasi liputan berita lokal, dengan calon presiden digambarkan dalam kemelut.

Chou Tzuyu (16), seorang remaja anggota grup TWICE yang berbasis di Korea Selatan, terpaksa meminta maaf setelah memicu kritik dalam jaringan di Tiongkok untuk melambaikan bendera resmi Taiwan dalam siaran internet baru-baru ini.

Video penyelasan dirinya menyebar dengan cepat dalam beberapa jam, dengan Tsai, Chu, dan presiden Ma masuk ke dalam pembelaannya, Sabtu, dan menuntut jawaban dari Tiongkok dan Korea Selatan atas perlakuannya. (Antara)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Pengamat: Negara Wajib Mengusir WNI/WNA Radikal dari Indonesia

Putera Menteri Susi Pudjiastuti Meninggal Dunia di AS

Resmikan Masjid, Ahok: Saya Kecewa

Unik, Spanduk Lawan Terorisme Terbentang Dalam Laut Situbondo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sidang Politik Terbesar China "Dua Sesi" Resmi Dimulai di Beijing

Sidang Politik Terbesar China "Dua Sesi" Resmi Dimulai di Beijing

Foto | Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:00 WIB

Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing

Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 08:27 WIB

Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan

Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan

Health | Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:05 WIB

Potret Perayaan Imlek di Sejumlah Daerah di Indonesia

Potret Perayaan Imlek di Sejumlah Daerah di Indonesia

Foto | Selasa, 17 Februari 2026 | 15:59 WIB

Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya

Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya

Lifestyle | Senin, 16 Februari 2026 | 10:47 WIB

Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya

Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:52 WIB

Warna Baju Apa yang Tidak Boleh Dipakai saat Imlek?

Warna Baju Apa yang Tidak Boleh Dipakai saat Imlek?

Lifestyle | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:49 WIB

Apa Artinya Jika Hujan Turun saat Tahun Baru Imlek? Ini Mitos dan Makna yang Dipercaya

Apa Artinya Jika Hujan Turun saat Tahun Baru Imlek? Ini Mitos dan Makna yang Dipercaya

Lifestyle | Selasa, 10 Februari 2026 | 07:55 WIB

Merah Merona Kawasan Glodok Jelang Imlek

Merah Merona Kawasan Glodok Jelang Imlek

Foto | Senin, 09 Februari 2026 | 18:06 WIB

Saingannya Single's Inferno, Dracin Unveil: Jadewind Jadi Series Populer Netflix

Saingannya Single's Inferno, Dracin Unveil: Jadewind Jadi Series Populer Netflix

Entertainment | Senin, 09 Februari 2026 | 20:45 WIB

Terkini

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB