- Polda Metro Jaya menangkap Saepul di Pandeglang pada Rabu karena membunuh Kunaefi.
- Pelaku dan korban berkenalan lewat media sosial sebelum bertemu di Cipayung Depok.
- Saepul memutilasi jasad korban dan membuangnya di berbagai lokasi di Pancoran Mas Depok.
Suara.com - Wajah terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan warga Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya terungkap.
Dalam foto yang diterima Suara.com, pria bernama Saepul (26) itu tampak mengenakan kaus hitam polos. Rambutnya pendek sedikit bergelombang, sementara wajahnya telah diburamkan oleh penyidik untuk kepentingan proses hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Saepul merupakan pria kelahiran tahun 2000. Sehari-hari ia bekerja sebagai penjual pisang cokelat menggunakan gerobak dan biasa mangkal di kawasan Pondok Cina, Depok.
Kepala Unit (Kanit) 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika membenarkan identitas pelaku.
"Betul, pelaku nama Saepullah," kata Dimitri kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
![Kolase foto tersangka Saepul (26) dan jasad korban Kunaefi (51) terbungkus karung. [Suara.com/istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/05/87650-kasus-mutilasi-depok.jpg)
Kenalan di Medsos
Berdasarkan penyidikan sementara, Saepul diduga membunuh pria bernama Kunaefi (51) sebelum memutilasi jasad korban untuk menghilangkan jejak.
Polisi mengungkap pelaku dan korban berkenalan melalui media sosial, lalu sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.
Pertemuan tersebut diduga berujung cekcok. Penyidik menduga Saepul menusuk perut korban dan menggorok lehernya menggunakan pisau, kemudian memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha.
Setelah itu, jasad korban dibungkus plastik hitam dan karung sebelum dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Sementara kedua kaki korban diduga dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.
Saepul akhirnya ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8/2026) dini hari, saat diduga hendak melarikan diri.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pembunuhan serta melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian kasus mutilasi yang menghebohkan warga Depok tersebut.