Kopi Mirna Kandung Racun Sianida, Kopi Kafe Diperiksa Lagi

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Senin, 18 Januari 2016 | 13:49 WIB
Kopi Mirna Kandung Racun Sianida, Kopi Kafe Diperiksa Lagi
Kafe Olivier di Grand Indonesia, tempat Wayan Mirna Salihin minum kopi sebelum meninggal dunia [suara.com/Eva Aulia]

Suara.com - Meski air es kopi sisa yang diminum Wayan Mirna Salihin (27) dipastikan mengandung racun sianida, polisi masih menelusurinya.

"Hasil diyakini akurat hasil di barang bukti pertama, kopi di gelas dan cairan kopi yang dipisah ke botol dan lambung mirna setelah otopsi positif mengandung sianida, natrium sianida Nacn dan kafein," kata Sespuslabfor Polri Komisaris Besar Hudi Surianto di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/1/2016).

Hadi menambahkan ada sekitar enam barang bukti yang telah diperiksa puslabfor, seperti sisa kopi yang diminum Mirna, sisa kopi Mirna yang telah dipisahkan ke dalam botol, dan kopi milik Olivier sebagai pembanding dari kopi yang telah disajikan ke Mirna.

Puslabfor juga telah memeriksa hasil autopsi terhadap lambung, hati, dan empedu Mirna. Kemudian dibandingkan dengan urine Mirna.

"Bukti tiga gelas kopi di kafe tersebut untuk pembanding, apa ini kopi yang sama atau yang lain. Hasil autopsi berupa lambung, hati dan empedu, serta dua buah alat suntik yang berisi air seni korban," katanya.

Hudi mengatakan pengecekan lab terhadap sampel kopi milik kafe atau yang belum disajikan ke konsumen tak ditemukan sianida. Tapi, hasil pengecekan masih bersifat sementara karena sejauh ini baru satu botol kopi yang diperiksa.

"Dari kopi yang ditemukan dari pihak kafe, tak ada sianida belum ada. Hati dan empedu korban dan urine korban positif mengandung kafein, Temuan sementara karena cuma diserahkan satu botol mengandung kafein," katanya.

Penyidik, katanya, sejauh ini belum mengetahui seberapa besar kadar zat siandia yang masuk ke dalam tubuh Mirna.

"Pemeriksaan masih berlanjut untuk tahu kadar dari barang bukti berapa kadar sianida. Bagaimana akibat sianida ke tubuh manusia, kadar berapa," katanya.

Sampai sekarang, Polda Metro Jaya belum menetapkan siapa tersangka pembunuh Mirna. Mirna meninggal dunia hanya beberapa menit setelah menyeruput kopi Vietnam di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016).

"Yang meracun Mirna di oliviera cafe Grand Indonesia itu jahat sekali ya.. Hmmm; dasar psikopat," tulis Direktur Reserse dan Kriminal Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Twitternya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolda Yakin Kasus Pembunuhan Mirna Segera Terungkap

Kapolda Yakin Kasus Pembunuhan Mirna Segera Terungkap

News | Senin, 18 Januari 2016 | 13:02 WIB

Dirkrimum Polda: Yang Meracun Mirna Jahat Sekali, Psikopat

Dirkrimum Polda: Yang Meracun Mirna Jahat Sekali, Psikopat

News | Senin, 18 Januari 2016 | 12:32 WIB

'Kopi Maut' Mirna Membuat Penjualan Kopi Vietnam Meningkat

'Kopi Maut' Mirna Membuat Penjualan Kopi Vietnam Meningkat

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 06:16 WIB

Ini Dia yang Unik dan Beda dari Kopi Vietnam

Ini Dia yang Unik dan Beda dari Kopi Vietnam

Lifestyle | Kamis, 14 Januari 2016 | 07:00 WIB

Terkini

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Health | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:02 WIB

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

×