Polres Gresik Terus Pantau Bekas Lokasi Teroris

Arsito Hidayatullah

Kamis, 21 Januari 2016 | 21:30 WIB
Polres Gresik Terus Pantau Bekas Lokasi Teroris
Tulisan 'Teroris Goblok' di depan Starbucks Sarinah, Jakarta. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Aparat Kepolisian Resor Kabupaten Gresik, Jawa Timur, saat ini terus memantau bekas lokasi yang sempat dijadikan terduga teroris untuk sembunyi di wilayah itu, yakni di Jalan Granit Kumala IV Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Desa Petikan, Kecamatan Driyorejo.

Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo, Kamis (21/1/2016), mengatakan pemantauan itu dilakukan agar terduga teroris tidak kembali ke lokasi itu, sebab semua lokasi memungkinkan menjadi titik rawan apabila kurang diperhatikan atau dipantau.

"Semua lokasi sangat memungkinkan menjadi titik rawan, kalau kita dan warga tidak waspada. Oleh karena itu, kami minta semua warga juga peduli membantu mengawasi setiap perilaku warga asing di sekitarnya, dan Insyallah para terduga teroris tidak akan kembali ke Gresik," kata Ady.

 
Ia mengatakan, Polres Gresik juga terus melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk dengan jajaran Polres Lamongan, karena beberapa keluarga terduga teroris berasal dari wilayah tersebut.

"Kita koordinasi terus dengan jajaran Polres Lamongan, agar tidak sampai nyerempet-nyerempet para terduga teroris masuk ke wilayah kita," katanya.

Sebelumnya, Densus 88 pernah melakukan penggerebekan di rumah seorang berinisial JY (38) di Kabupaten Gresik pada pertengahan Desember 2015, dan dalam peristiwa itu JY langsung dibawa menjalani pemeriksaan.

Penggrebekan di Kabupaten Gresik, merupakan satu rangkaian dengan aktivitas serupa yang dilakukan di dua rumah di Jalan Empu Nala, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Dalam penggerebekan itu, Densus 88 mengamankan satu unit laptop serta sebuah buku jihad, dan membawa beberapa orang dengan cara menutup kepalanya kemudian masuk ke mobil.

Menanggapi hal itu, Ady mengaku jajaran Polres Gresik membantu di tataran lokal Gresik untuk pengamanan warga sekitar, sebab masalah teroris menjadi kewenangan penuh Densus 88 Mabes Polri.

"Tugas kami mensterilkan dan memberitahu ke masyarakat sekitar lokasi, termasuk ke RT dan RW setempat agar tidak mendekat atau melakukan kegiatan di sekitar rumah itu," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Revisi UU Terorisme Masuk Prioritas Prolegnas DPR 2016

Revisi UU Terorisme Masuk Prioritas Prolegnas DPR 2016

News | Kamis, 21 Januari 2016 | 12:42 WIB

Rhoma Irama: UU Terorisme Harus Bisa Cegah Teroris

Rhoma Irama: UU Terorisme Harus Bisa Cegah Teroris

News | Rabu, 20 Januari 2016 | 20:12 WIB

Kapolri Beberkan Kelemahan UU Terorisme Sehingga Harus Direvisi

Kapolri Beberkan Kelemahan UU Terorisme Sehingga Harus Direvisi

News | Rabu, 20 Januari 2016 | 18:47 WIB

PKS Minta Pemerintah Cepat Sodorkan Rancangan Revisi UU Terorisme

PKS Minta Pemerintah Cepat Sodorkan Rancangan Revisi UU Terorisme

News | Rabu, 20 Januari 2016 | 18:38 WIB

Terkini

Berapa Jarak Duduk Ideal yang Aman dari Mata untuk Smart TV 50 Inci 4K?

Berapa Jarak Duduk Ideal yang Aman dari Mata untuk Smart TV 50 Inci 4K?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:05 WIB

Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos

Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:04 WIB

Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana

Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:02 WIB

Pendidikan Indonesia: Terlalu Banyak Program, Terlalu Sedikit Kemajuan

Pendidikan Indonesia: Terlalu Banyak Program, Terlalu Sedikit Kemajuan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 17:00 WIB

Nelayan di Sampang Ditemukan Meninggal dengan Sejumlah Luka, Polisi Buru Terduga Pelaku

Nelayan di Sampang Ditemukan Meninggal dengan Sejumlah Luka, Polisi Buru Terduga Pelaku

Jatim | Kamis, 10 September 2026 | 16:58 WIB

YLBHI Catat 172 Kasus Kriminalisasi, 1.122 Warga Jadi Korban Sepanjang 2019-2025

YLBHI Catat 172 Kasus Kriminalisasi, 1.122 Warga Jadi Korban Sepanjang 2019-2025

News | Kamis, 10 September 2026 | 16:58 WIB

Kondisi Geopolitik Memanas, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.547

Kondisi Geopolitik Memanas, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.547

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 16:58 WIB

5  Merek Laptop Paling Andal dan Awet untuk Jangka Panjang

5 Merek Laptop Paling Andal dan Awet untuk Jangka Panjang

Jogja | Kamis, 10 September 2026 | 16:54 WIB

Harga Mobil Daihatsu September 2026, Mending Sirion atau Rocky?

Harga Mobil Daihatsu September 2026, Mending Sirion atau Rocky?

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 16:50 WIB

GAC Pangkas Harga AION UT Hingga Rp 30 Jutaan, Potongan AION V Tembus Rp 40 Juta

GAC Pangkas Harga AION UT Hingga Rp 30 Jutaan, Potongan AION V Tembus Rp 40 Juta

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 16:50 WIB

×