Disindir Adhyaksa Soal Survei CSIS, Ahok: Dia Tak Mengerti Survei

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 01 Februari 2016 | 12:40 WIB
Disindir Adhyaksa Soal Survei CSIS, Ahok: Dia Tak Mengerti Survei
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga yang sekarang menjabat Ketua Kwartir Nasional Adhyaksa Dault [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault pernah menilai banyak warga Jakarta yang sudah tidak mau lagi dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal ini dikatakan Adhyaksa berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaga CSIS yang menyebutkan tingkat elektabilitas Ahok hanya sekitar 43 persen.

Enteng saja Ahok menanggapi penilaian Adhyaksa. Menurut dia, Adhyaksa tidak mengerti tentang metode survei yang dipakai CSIS.

"Itu dia nggak ngerti survei top of mind. Makanya saya pikir Pak Adhyaksa, mungkin dia hanya menteri olahraga, jadi dia nggak ngerti sistem statistik, sistem survei, dia nggak ngerti," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/2/2016).

Ahok menjelaskan metode survei yang dilakukan CSIS menggunakan metode top of mind.

"Top of mind itu begini, orang ditanya kira-kira siapa mau jadi gubernur, kemudian orang terbersit menyebut seperti itu (nama-nama A, B, C). Itu namanya top of mind. Itu beda dengan menyatakan bahwa berarti 50 sekian persen orang tidak mau pilih, bukan seperti itu," kata Ahok.

Ahok kemudian membandingkan tingkat elektabilitas Adhyaksa hasil survei CSIS beberapa waktu lalu yang hanya mencapai 4 ,25 persen atau berada pada posisi empat. Posisi pertama diraih Ahok, lalu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Adhyaksa Dault cuma berapa persen ya? Empat persen atau dua persen saya nggak tahu. Kalau dia gunakan cara seperti itu, kasihan dia dong. Berarti 96 persen orang Jakarta nggak suka dia. Kan kasihan," kata Ahok.

"Saya pikir dia enggak mengerti sistem survei, enggak mengerti statistik. Ya mungkin stafnya harus ada yang orang statistik yang mengajari dia," kata Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia Nama Calon yang Bakal Diusung PAN di Pilkada DKI

Ini Dia Nama Calon yang Bakal Diusung PAN di Pilkada DKI

News | Minggu, 31 Januari 2016 | 13:47 WIB

Ternyata Ahok Sering Makan Bersama Megawati

Ternyata Ahok Sering Makan Bersama Megawati

News | Jum'at, 29 Januari 2016 | 18:50 WIB

Ade Komaruddin Dukung Tantowi, Tak Ikhlas Ridwan Kamil ke DKI-1

Ade Komaruddin Dukung Tantowi, Tak Ikhlas Ridwan Kamil ke DKI-1

News | Jum'at, 29 Januari 2016 | 17:27 WIB

Saefullah Sudah Lapor Tak Bakal Lawan Ahok di Pilkada 2017

Saefullah Sudah Lapor Tak Bakal Lawan Ahok di Pilkada 2017

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 20:09 WIB

Dijagokan, Ridwan Kamil Ungkap Kenapa Tak Datang ke Gerindra

Dijagokan, Ridwan Kamil Ungkap Kenapa Tak Datang ke Gerindra

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 13:19 WIB

Terkini

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

×