Misteri Kematian Massal Kucing 'Kampung' di Singapura

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 05 Februari 2016 | 05:20 WIB
Misteri Kematian Massal Kucing 'Kampung' di Singapura
Ilustrasi kucing. (Shutterstock)

Suara.com - Singapura tengah dihebohkan dengan kasus pembunuhan berantai terhadap kucing di Yishun Town di Utara Singapura. Puluhan kucing mati misterius di sana dengan mengenaskan.

Kucing-kucing terteletak dengan mulut mengeluarkan darah dan kepala pecah. Ada juga kucing yang sekujur perutnya hancur seperti habis terhempas dari ketinggian. Tidak ada yang tahu 'cara' mereka mati mengenaskan.

Kejadian ini berantai sejak September 2015. Awalnya kematian ini dianggap tidak aneh di distrik yang mempunyai luas 21 km persegi itu. Namun anehnya hanya di Yishun kucing-kucing itu mati mengenaskan.

Sampai Kamis (4/2/2016) kemarin ada 27 kucing yang mati. Saat ini kasus kematian kucing-kucing itu diusut oleh kepolisian Singapura atau Police Force Singapore (SPF). Mereka dibantu oleh Agri-Food and Veterinary Authority of Singapore (AVA).

 Dari 27 kematian kucing itu, baru 2 kucing yang matinya terungkap. Dua orang ditangkap dan didakwa.

Mereka adalah lelaki berusia 40 tahun bernama Lee Wai Leong dia didakwa membunuh kucing dengan kejam. Kucing 'kampung' dilempar dari lantai 13 apartemennya di Yishun Ring Road 30 Oktober 2015. Namun dia tidak ditahan. Lee memberikan jaminan 10.000 dolar AS 19 Januari lalu. Satu seorang lelaki berusia 51 tahun. Dia ditangkap dengan dugaan penyalahgunaan kucing.

Sementara kucing lainnya mati misterius.

Catatan AVA, mereka mengotopsi 7 kucing yang diduga mati dibunuh. Namun hasilnya, mereka mati bukan karena kekerasan. Mereka korban kecelakaan di jalan, jatuh dari ketinggian dan ada juga yang mati karena sudah ajalnya alias alamiah.

Melacak pembunuh berantai kucing

Salah satu media online terkemuka di Singapura, stomp.com.sg menganggap serius kematian ini. Bahkan beberapa media di Asia Tenggara menyoroti kematian kucing ini sebagai hal yang aneh.

Stomp, bahkan meminta pembacanya melaporkan setiap kematian kucing misterius dengan mengirimkan email ke redaksi. Hasilnya, laporan itiu menjadi satu kronologi kematian kucing-kucing secara misterius di Yishun.

 "Anda bisa mengirimkan petunjuk atau laporan dari sesuatu yang mencurigakan, atau pergi berpatroli dan melaporkan apa yang Anda lihat dengan mengirimkan email ke [email protected]. Bersama-sama, mari kita untuk mengakhiri pembunuhan yang tidak masuk akal ini," begitu seruan media itu.

Kucing yang mati misterius terakhir kali, Senin (1/2/2016) lalu. Kucing itu mati di Blok 287 Yishun Street 6. Kematian itu dilaporkan ke Stomp. Pelapornya bernama Surya Abdullah. Dia bercerita detik-detik kucing itu menemui ajal.

Dalam akun Facebooknya, Abdullah bercerita kucing berwarna putih itu dalam keadaan lemas. Dia mencoba memberikan makan dan minum, tapi kucing itu menolak. Bahkan kucing itu terlihat gerak-gerik rasa takut. Abdullah pun meninggalkannya, lalu dia kembali lagi keesokan harinya.

 "Ketika saya datang kembali untuk beraktivitas. Saya melihat dia lagi di bawah sebuah truk tergeletak tak berdaya. Saya membantu untuk memindahkan dia dari truk dan mencoba untuk memberinya makan. Dia masih tidak makan atau bahkan minum. Untuk menghindari dia untuk pergi ke tempat parkir. Aku memberinya kotak untuk dia beristirahat sementara saya meminta bantuan. Tapi dia keburu mati," cerita Abdullah.

Seragan jantung kucing

Sampai saat ini, kematian puluhan kucing itu masih misterius. Ada kabar karena penyakit aneh, ada juga yang menduga karena pembunuhan. Namun kabar itu tidak terkonfirmasi.

Sementara itu dokter hewan spesialisasi kesehatan kucing dari The Cat Clinic, Geetha Nellinathan menganalisa kematian kucing-kucing itu bisa saja karena serangan jantung. Selain itu bisa juga karena asma atau penyakit pernapasan lain.

"Pada kucing jantan bisa juga karena serangan kandung kemih. Ini bisa menyebabkan gagal ginjal. Sehingga kucing kehilangan elektrolit dalam tubuh. Jika dalam 3 hari tidak diobati, kucing bisa tewas," jelas dia.

Sementara dokter hewan dari Departemen Laboratorium Hewan AVA, Teo Xuan Hui menyatakan akan melakukan investigasi mendalam soal kasus kematian kucing-kucing itu. Dia meminta waktu 5 pekan.

Hasil sementara penyidikan kepolisian, ada 19 kucing yang mati karena benda tumpul. Sementara polisi tidak menemukan kucing yang mati karena racun. (the new paper/stomp/the star)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Misteri Kematian Massal Kucing 'Kampung' di Singapura

Kronologis Suara Indra Bekti Bisa Terekam oleh Ponsel Gigih

Untuk Pertama Kalinya Obama Masuk Masjid di AS

Pengacara Jessica Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan Ini Merasa Bukan Manusia, Tapi Kucing

Perempuan Ini Merasa Bukan Manusia, Tapi Kucing

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 22:42 WIB

Pilkada Berpotensi Bentrok, 3 Kucing Hati-hati Terima Nyanyi

Pilkada Berpotensi Bentrok, 3 Kucing Hati-hati Terima Nyanyi

Entertainment | Kamis, 03 Desember 2015 | 03:00 WIB

Jatim Telusuri Perburuan Kucing Hutan

Jatim Telusuri Perburuan Kucing Hutan

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 06:05 WIB

Kasus Nama Dicatut, Tiga Kucing Terima Ajakan Damai

Kasus Nama Dicatut, Tiga Kucing Terima Ajakan Damai

Entertainment | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 09:52 WIB

Kucing Ini Menjelajah 3.500 Km Tanpa Makan dan Minum

Kucing Ini Menjelajah 3.500 Km Tanpa Makan dan Minum

News | Senin, 22 Juni 2015 | 06:05 WIB

Kucing Ini Mati pada Usia 27 Tahun

Kucing Ini Mati pada Usia 27 Tahun

News | Sabtu, 06 Juni 2015 | 08:32 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×