Jatim Telusuri Perburuan Kucing Hutan

Ardi Mandiri

Selasa, 20 Oktober 2015 | 06:05 WIB
Jatim Telusuri Perburuan Kucing Hutan
Ilustrasi borgol (shutterstock)

Suara.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jawa Timur menelusuri perburuan kucing hutan terkait kasus foto kucing hutan mati yang diunggah salah satu mahasiswi di Kabupaten Jember berinisial ITS melalui akun media sosial facebooknya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ITS mengaku mengambil foto kucing hutan yang mati di rumahnya di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang," kata Kepala BKSDA Wilayah III Jatim, Sunandar Trigunajasa, di Kabupaten Jember, Senin.

ITS mengunggah fotonya sedang menenteng kucing hutan (felis bengalensis) dalam kondisi mati dengan menulis status "Hasil buruan hari ini... nyam...nyam" dan ada tiga ekor kucing mati dalam foto itu, sehingga mahasiswi Universitas Jember itu mendapat banyak kecaman dari para netizen.

"Ia sedang pulang kampung ke Lumajang, kemudian mendapati kucing hutan yang hendak dimasak oleh ibunya. Dia mengaku iseng dan berfoto bersama kucing hutan mati itu, kemudian kucing itu dimasak oleh ibunya," paparnya.

Dalam pemeriksaan penyidik PNS BKSDA dan penyidik Polres Jember, ITS mengaku mendapatkan kucing hutan dari saudaranya yang dibeli dari seorang pemburu, sehingga BKSDA terus melakukan penelusuran pelaku perburuan kucing hutan itu.

"Sesuai dengan Undang-Undang, kucing hutan itu masuk kategori satwa yang dilindungi oleh negara, sehingga tidak boleh diburu," katanya.

Pengunggah foto itu dibawa ke Mapolres Jember untuk dimintai keterangan oleh petugas gabungan dari BKSDA dan Polres Jember pada Minggu (18/10), namun karena peristiwa itu terjadi di Lumajang, maka pemeriksaan kasus diserahkan ke Polres Lumajang.

Untuk itu, lanjut dia, pihak BKSDA berkoordinasi dengan penyidik Polres Lumajang untuk menangani kasus tersebut.

"Penyidik Polres Lumajang telah mengecek lokasi di rumah ITS di Kecamatan Yosowilangun dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, namun untuk penjeratan hukum minimal ada dua alat bukti dan hal itu masih kami telusuri," jelasnya.

Pihak BKSDA Jatim, lanjut dia, juga berkoordinasi dengan Kejari Lumajang untuk memastikan apakah kasus tersebut sudah memenuhi unsur untuk dinaikkan menjadi penyidikan karena sejauh ini masih tahap penyelidikan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Klarifikasi Okin Soal Kondisi Kucing Hutan Peliharaannya Dinilai Janggal, Netizen Makin Geram

Klarifikasi Okin Soal Kondisi Kucing Hutan Peliharaannya Dinilai Janggal, Netizen Makin Geram

Lifestyle | Rabu, 27 Maret 2024 | 14:06 WIB

Diterlantarkan Okin, Pelihara Kucing Caracal yang Sensitif dan Agresif Ternyata Memang Sulit: Begini Cara Merawatnya

Diterlantarkan Okin, Pelihara Kucing Caracal yang Sensitif dan Agresif Ternyata Memang Sulit: Begini Cara Merawatnya

Lifestyle | Rabu, 27 Maret 2024 | 16:30 WIB

Mengenal Swamp Cat, Kucing Penguasa Rawa-rawa

Mengenal Swamp Cat, Kucing Penguasa Rawa-rawa

Your Say | Kamis, 01 Desember 2022 | 14:33 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB