Pascagempa, Jadwal Kereta Kecepatan Tinggi Taiwan Kembali Normal

Arsito Hidayatullah

Selasa, 09 Februari 2016 | 02:11 WIB
Pascagempa, Jadwal Kereta Kecepatan Tinggi Taiwan Kembali Normal
Apartemen 17 lantai di Kota Tainan, Taiwan, yang ambruk akibat gempa bumi. (Reuters/Tyrone Siu)

Suara.com - Transportasi kereta berkecepatan tinggi Taiwan (THSR) kembali memberikan pelayanan seperti biasa, Minggu petang, setelah semua perjalanan kereta peluru tersebut di wilayah selatan Taiwan dihentikan sejak Sabtu (6/2) pagi akibat rel listrik di ujung selatan rusak terdampak gempa berkekuatan 6,4 pada skala Richter.

Menurut keterangan dari pihak perusahaan THSR sebagaimana dikutip Kantor Berita Taiwan CNA yang dipantau Antara dari Jakarta, Minggu malam, bahwa pelayanan kereta peluru tersebut kembali melayani rute antara Kota Taipei yang berada di wilayah utara Taiwan dan Kota Kaohsiung di selatan.

 
Kereta pertama tujuan Taipei diberangkatkan dari stasiun Zuoying, Kota Kaohsiung, pada pukul 17.00 waktu setempat, sedangkan dari arah sebaliknya baru tiba di stasiun Taichung di wilayah tengah Taiwan pada pukul 18.00, kata pihak THSR.

Selain itu, sejumlah kereta dari Taipei akan terus berjalan sesuai jadwal, kecuali beberapa penundaan yang sudah diumumkan.

Pihak THSR pada Sabtu pagi mengatakan bahwa pelayanan hanya diberikan pada rute Taipei-Taichung, namun semua kereta rute Taichung-Zuoying dihentikan karena kerusakan parah di sepanjang rel listrik yang menjalankan kereta berkecepatan tinggi tersebut.

Sekitar 68.000 penumpang terkena dampak dari penundaan operasi kereta tersebut, Sabtu. Perusahaan THSR dilaporkan mengalami kerugian sekitar 56 juta dolar Taiwan atau setara Rp22,4 miliar dari segi pendapatan tiket.

Penghentian operasi terjadi pada waktu yang sangat tidak tepat karena hari Sabtu merupakan awal dari libur sembilan hari Tahun Baru Imlek.

Pengumuman terbaru dari pihak THSR datang setelah rampungnya perbaikan rel di jalur Chiayi-Tainan.

Semua informasi tentang jadwal perjalanan dan penundaan kereta peluru berwarna putih-oranye tersebut dapat dilihat di laman THSR.

THSR yang oleh masyarakat Taiwan dikenal dengan sebutan "gaotie" pertama kali beroperasi pada 5 Januari 2007 untuk melayani rute Taipei-Zuoying sepanjang 339 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata dua jam.

Kereta berkecapatan maksimum 350 kilometer per jam itu berangkat dari kedua stasiun tersebut setiap 10 menit sekali dengan lima sampai enam kali pemberhentian.

Pada Sabtu (6/2) pukul 03.58, Taiwan bagian selatan diguncang gempa berkekuatan 6,4 SR dengan wilayah terparah di Kota Tainan.

Hingga saat ini jumlah korban tewas akibat gempa yang berpusat di 27 kilometer sebelah timur laut Kabupaten Pingtung berkedalaman 16,7 kilometer itu menyebabkan 12 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Korban tewas mayoritas penghuni apartemen berlantai 16 di Kota Tainan, bekas Ibu Kota Taiwan, yang struktur bangunannya sudah tua. [Antara/CNA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kaleng-kaleng Kosong Inikah Penyebab Ambruknya Apartemen Taiwan?

Kaleng-kaleng Kosong Inikah Penyebab Ambruknya Apartemen Taiwan?

News | Senin, 08 Februari 2016 | 15:18 WIB

Miris, Korban Gempa Ditemukan Masih Hidup di Bawah Jenazah Suami

Miris, Korban Gempa Ditemukan Masih Hidup di Bawah Jenazah Suami

News | Senin, 08 Februari 2016 | 11:03 WIB

Jumlah Korban Tewas Gempa Taiwan Bertambah Jadi 35 Orang

Jumlah Korban Tewas Gempa Taiwan Bertambah Jadi 35 Orang

News | Senin, 08 Februari 2016 | 08:03 WIB

Curhat Sedih Ibunda Korban Apartemen Ambruk di Taiwan

Curhat Sedih Ibunda Korban Apartemen Ambruk di Taiwan

News | Minggu, 07 Februari 2016 | 13:18 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB