Luhut Sebut PPP Bisa Jadi Organisasi Kemasyarakatan

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Jum'at, 19 Februari 2016 | 17:06 WIB
Luhut Sebut PPP Bisa Jadi Organisasi Kemasyarakatan
Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan menemui Pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak kunjung usai. Meski Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengesahkan kembali Kepengurusan PPP Muktamar Bandung 2011 dengan masa bakti 6 bulan.

DPP PPP Muktamar dikasih waktu untuk menggelar Mukmar untuk memilih kepengurusan yang baru sebagai solusi pertikaian dua kubu di partai berlambang Kabah tersebut.

Namun Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz tidak mau islah dalam Muktamar nanti. Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan PPP akan rugi jika pertikaian dua kubu antara Djan Faridz dan Romahurmuziy tak berdamai.

"Kita tunggu, tenang dulu, ‎kita lihat nanti bagaimana? Yang rugi kan mereka," kata Luhut di Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Jika Juli nanti konflik di internal PPP tidak selesai, mereka akan rugi. Sebab partai tersebut tidak bisa mendaftar lagi untuk mengikuti Pilkada serentak tahun 2017.

"Kamu tahu dampaknya apa, sekian ratus orang (kader PPP) yang punya karir politik akan habis hanya karena pertikaian politik di atas (elit partai PPP). Rela gak pemimpin, elit PPP itu. Jadi nuraninya masing-masing ditanya, jangan hanya pertikaian mereka mengakibatkan sekian ratus orang karir politiknya habis," ujar dia.

Selain itu tak menutup kemungkinan PPP akan menjadi ormas‎ bila pertikaian internal partai tersebut tak diselesaikan segera.

"Ya bisa saja kalau aturannya begitu (PPP Jadi Ormas), bisa saja," ‎jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut Klaim Jokowi Serahkan Surat Presiden soal RUU KPK ke DPR

Luhut Klaim Jokowi Serahkan Surat Presiden soal RUU KPK ke DPR

News | Jum'at, 19 Februari 2016 | 15:10 WIB

Pemerintah Libatkan 7 Kementerian untuk Deradikalisasi Terorisme

Pemerintah Libatkan 7 Kementerian untuk Deradikalisasi Terorisme

News | Senin, 01 Februari 2016 | 23:36 WIB

PPP Kubu Djan Faridz Tegaskan Dukung Pemerintah Tanpa Pamrih

PPP Kubu Djan Faridz Tegaskan Dukung Pemerintah Tanpa Pamrih

News | Minggu, 31 Januari 2016 | 21:48 WIB

Luhut: Keputusan Pembubaran 14 Lembaga Negara Diambil Pekan Depan

Luhut: Keputusan Pembubaran 14 Lembaga Negara Diambil Pekan Depan

News | Jum'at, 29 Januari 2016 | 23:38 WIB

Tempat Tahanan Narapidana Teroris Akan Dipisahkan

Tempat Tahanan Narapidana Teroris Akan Dipisahkan

News | Sabtu, 23 Januari 2016 | 06:38 WIB

Menkopolhukam: Terlalu Dini Kaitkan Ledakan Sarinah dengan ISIS

Menkopolhukam: Terlalu Dini Kaitkan Ledakan Sarinah dengan ISIS

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 17:47 WIB

Pasca Bom Sarinah, Menko Polhukam Jamin Jakarta Aman

Pasca Bom Sarinah, Menko Polhukam Jamin Jakarta Aman

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 17:33 WIB

Insiden Sarinah, Satu Teroris Ledakkan Diri di Starbucks

Insiden Sarinah, Satu Teroris Ledakkan Diri di Starbucks

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 17:28 WIB

Menkopolhukam Bantah Intelejen Indonesia Kecolongan Bom Sarinah

Menkopolhukam Bantah Intelejen Indonesia Kecolongan Bom Sarinah

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 16:50 WIB

Jelang Vonis SDA, Djan Faridz Datangi Pengadilan Tipikor

Jelang Vonis SDA, Djan Faridz Datangi Pengadilan Tipikor

News | Senin, 11 Januari 2016 | 16:16 WIB

Terkini

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:42 WIB

BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek

BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek

Jakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:41 WIB

Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen

Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39 WIB

×