Banjir Lumpuhkan Jalur Pantura Surabaya-Banyuwangi

Ardi Mandiri

Minggu, 21 Februari 2016 | 23:34 WIB
Banjir Lumpuhkan Jalur Pantura Surabaya-Banyuwangi
Banjir

Suara.com - Jalur pantura Surabaya-Banyuwangi dan sebaliknya terputus sekitar dua jam akibat banjir kiriman yang kembali menggenangi jalan raya kurang lebih 50 centimeter (cm), karena luapan Sungai Welang di wilayah Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan.

"Jalur dari arah Surabaya ke Banyuwangi dan sebaliknya sudah ditutup sekitar dua jam yang lalu akibat luapan kali welang, sehingga jalan raya tergenang banjir sekitar 50 cm. Dari Surabaya dialihkan lewat Pandaan, Purwosari, Pasuruan Kota, begitu juga sebaliknya," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, Gangsar Sulistyo ketika dihubungi, Minggu.

Selain jalur pantura yang terputus, lanjutnya kawasan pemukiman kampung Karangasem, Kelurahan Karangketug, Kota Pasuruan juga terendam banjir dengan ketinggian sekitar 60 cm, sehingga sedikitnya 1.300 rumah kembali tergenang selama dua malam terakhir.

Sementara di Kabupaten Pasuruan, genangan banjir merendam dua kecamatan yaitu Pohjentrek dan Kraton. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, sedikitnya ada 1.000 rumah di sepanjang aliran Sungai Welang terendam.

"Di Kecamatan Pohjentrek, sebanyak 400 rumah disepanjang aliran Sungai Welang tergenang dengan kedalaman 60 cm, sedangkan di Kecamatan Kraton, sedikitnya 600 rumah terendam luapan sungai yang bermuara di Selat Madura," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bhakti Jati Permana.

Sebelumnya, pada Minggu dini hari, jalur Pantura lumpuh selama empat jam akibat luapan Sungai Welang. Banjir kiriman kali ini lebih parah dibanding banjir sebelumnya yang terjadi pada 10 Februari.

"Banjir yang bersamaan dengan pasang air laut, meluap hingga menggenangi jalur Pantura setinggi 50 cm. Aparat kepolisian terpaksa menutup ruas jalur Pantura dan mengalihkannya melalui jalur Purwosari-Pandaan yang memutar sejauh 35 km," jelas Bhakti, sapaan akrabnya.

Menurut dia, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi tergenangnya jalur Pantura dengan mengalihkan arus lalu lintas melewati Purwosari-Pandaan. Jalur akan dibuka kembali setelah aman dan bisa dilalui kendaraan bermotor.

Di pemukiman warga Karangasem, genangan air yang terjadi sejak Sabtu pukul 19.30 WIB, mencapai kedalaman 1,5 meter. Ribuan warga harus mengungsi keluar kampung dan sebagian terpaksa tidur di trotoar jalan raya, sedangkan sebagian lainnya memilih bertahan didalam rumah dan berlindung diatas rak kayu yang sengaja disiapkan apabila terjadi banjir. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bangka Tengah Kembali Banjir

Bangka Tengah Kembali Banjir

News | Minggu, 21 Februari 2016 | 20:30 WIB

Banjir di Tembagapura, Ratusan Karyawan Freeport Mengungsi

Banjir di Tembagapura, Ratusan Karyawan Freeport Mengungsi

News | Selasa, 16 Februari 2016 | 19:55 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×