Fokus BNPB di Penanggulangan Bencana Tahun 2016

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 24 Februari 2016 | 10:53 WIB
Fokus BNPB di Penanggulangan Bencana Tahun 2016
Kepala BNPB Willem Rampangilei di Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2016. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2016.

Kepala BNPB Willem Rampangilei menjelaskan tema yang diambil dalam Rakornas tahun ini adalah 'Pengurangan Resiko Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas yang Berbasis Masyarakat'.

"Di dalam tema mengandung tiga kata kunci utama. Pertama pengurangan resiko bencana, mengapa pengurangan resiko bencana menjadi penting karena itu diamanatkan di dalam RPJMN kita tahun 2015-2019. Karena itu adalah amanah," ujar Willem di Hotel Bidakara Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2016).

Sedangkan kata kunci yang kedua dikatakan Willem adalah meningkatkan kapasitas.

"Karena dalam mengurangi indeks bencana faktor yang utama meningkatkan kapasitas, yang pertama lembaga maupun masyarakat itu sendiri," katanya.

Ketiga, Masyarakat yang paling pertama kena dampak dan masyarakat itulah yang akan survive atas kapasitas dirinya.

"Itulah temanya rakornas tahun ini," kata dia.

Lebih lanjut dikatakan Willem, maksud dan tujuan rakornas ini adalah untuk melaksanakan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan, dan bukan hanya pemerintah pusat dan daerah saja.

"Tapi juga dunia usaha dan pelaku kemanusiaan dalam bidang penanggulangan bencana, nah sasarannya adalah agar semua anggaran dari kementerian dan lembaga agar penanggulangan bencana itu dapat dilaksanakan terkoordinasi dengan baik, terpadu terarah dan terukur," kata dia.

"Kalau pemerintah sudah menginvest sekian rupa kita harus mampu menghitung dengan baik dan melaksanakan berapa persen indeks bencana yang dapat diturunkan," sambung Willem.

Dalam pembukaan rakornas ini juga turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F. Moeloek, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan dihadiri 3.000 peserta dari BNPB dan BPBD se-Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Segini Jumlah Dana Siap Pakai BNPB untuk Tangani Bencana

Segini Jumlah Dana Siap Pakai BNPB untuk Tangani Bencana

News | Selasa, 16 Februari 2016 | 22:48 WIB

Kenali 4 Tanda Pemicu Bencana Tsunami

Kenali 4 Tanda Pemicu Bencana Tsunami

Lifestyle | Selasa, 16 Februari 2016 | 14:51 WIB

Jakarta Luncurkan Panggilan Darurat Gratis 112

Jakarta Luncurkan Panggilan Darurat Gratis 112

News | Kamis, 11 Februari 2016 | 13:17 WIB

Status Gunung Egon Dinaikkan Menjadi Siaga

Status Gunung Egon Dinaikkan Menjadi Siaga

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 10:13 WIB

Jatim Petakan Daerah Rawan Bencana

Jatim Petakan Daerah Rawan Bencana

News | Minggu, 03 Januari 2016 | 02:19 WIB

240 Orang Tewas Akibat Bencana Alam Selama 2015

240 Orang Tewas Akibat Bencana Alam Selama 2015

News | Jum'at, 18 Desember 2015 | 20:40 WIB

BNPB Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

BNPB Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

News | Jum'at, 18 Desember 2015 | 18:29 WIB

Lhokseumawe Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Lhokseumawe Diterjang Hujan dan Angin Kencang

News | Senin, 14 Desember 2015 | 02:05 WIB

Terkini

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:15 WIB

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:56 WIB

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:49 WIB

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:42 WIB

Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang

Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:30 WIB

Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan

Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:45 WIB

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:05 WIB

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:45 WIB

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:31 WIB

×