BMKG: Gempa Disertai Tsunami, 2 Tahun Sekali di Indonesia

Ririn Indriani

Kamis, 25 Februari 2016 | 00:08 WIB
BMKG: Gempa Disertai Tsunami, 2 Tahun Sekali di Indonesia
Ilustrasi gempa bumi (Shutterstock).

Suara.com - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), M Riyadi mengatakan siklus gempa bumi yang disertai tsunami di Indonesia rata-rata terjadi dua tahun sekali.

"Kalau melihat sejarah kegempaan yang mengakibatkan kerusakan, selama kurun waktu 20 tahun tercatat sebanyak 34 gempa bumi yang merusak, sehingga dalam satu tahun bisa saja terjadi lebih dari satu kali gempa bumi," tuturnya dalam acara "workshop" yang digelar BMKG Karangkates Malang di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, Jawa Timur, Rabu (24/2/2016).

Dari 34 gempa bumi yang cukup besar dan mengakibatkan kerusakan, tercatat sebanyak 14 gempa bumi di antaranya yang berpotensi tsunami, sehingga rata-rata potensi tsunami di Indonesia terjadi setiap dua tahun sekali.

"Terakhir kali gempa bumi yang berpotensi tsunami terjadi pada tahun 2014 di wilayah Maluku Utara dengan kekuatan gempa bumi mencapai 7,3 skala richter (SR) dan sejak itu hingga Februari 2016 masih belum terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami," tuturnya.

Gempa bumi yang berpotensi tsunami memiliki kekuatan lebih dari 7,0 SR dan kedalaman sumber gempa dangkal kurang dari 60 kilometer, serta terjadi deformasi vertikal dasar laut (menimbulkan gerakan tiba-tiba naik atau turun pada dasar laut).

"Pihak BMKG terus berupaya untuk memberikan peringatan dini yang lebih cepat kepada masyarakat, sehingga diharapkan jumlah korban jiwa akibat tsunami dapat ditekan," katanya.

Riyadi menjelaskan sejumlah daerah sudah memiliki 'warning receiver system' (WRS) 2 way yang memberikan informasi gempa dengan kecepatan 5 menit sampai di lokasi terjadinya gempa, sehingga diharapkan masyarakat sudah mengetahui sejak dini akan gelombang tsunami.

"Kami juga memberikan WRS 2 way itu kepada BPBD Jember, sehingga ada beberapa nomor telepon seluler yang sudah masuk dalam WRS dan informasi gempa bumi yang berpotensi tsunami bisa diketahui masyarakat lebih cepat," ujarnya.

Riyadi menjelaskan sejumlah daerah di selatan Pulau Jawa yang belum pernah dilanda tsunami dan berada di kawasan "seismic gap" sepanjang Pangandaran hingga Banyuwangi harus diwaspadai.

"Kalau Banyuwangi pernah terjadi tsunami pada 1994, kemungkinan siklus berulang kembali diprediksi puluhan tahun. Namun untuk beberapa daerah yang belum dilanda tsunami patut waspada," katanya.

Data BMKG mencatat jumlah sensor "Early Warning System" EWS tsunami yang berada di seluruh Indonesia sebanyak 164 unit yang tersebar di beberapa daerah yang rawan tsunami dan EWS berupa sirine sebanyak 52 unit.

Sementara Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates, Musripan mengatakan sebanyak delapan kabupaten di Jatim rawan tsunami karena masuk zona I (tinggi) rawan gempa bumi.

"Delapan kabupaten itu yakni Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenali 4 Tanda Pemicu Bencana Tsunami

Kenali 4 Tanda Pemicu Bencana Tsunami

Lifestyle | Selasa, 16 Februari 2016 | 14:51 WIB

Dampak Gempa Sumba, Belum Ditemukan Korban Jiwa

Dampak Gempa Sumba, Belum Ditemukan Korban Jiwa

News | Minggu, 14 Februari 2016 | 00:31 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×