Kasus Damayanti, KPK Periksa Tiga Politisi PKB

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 25 Februari 2016 | 12:04 WIB
Kasus Damayanti, KPK Periksa Tiga Politisi PKB
Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi masih mendalami kasus korupsi pengadaan infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diduga melibatkan anggota DPR dari Partai PDI Perjuangan, Damayanti Wisnu Putranti.

Hari ini, Kamis (25/2/2016), KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Mereka adalah Fathan, Alamuddin Dimyati Rois, dan Mohammad Toha. Mereka diperiksa dalam kapasitas mereka sebagai saksi untuk tersangka Abdul Khoir.

"Mereka akan diperiksa sebagai tersangka untuk tersangka AKH," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Selain ketiga politisi PKB tersebut, KPK juga memeriksa Damayanti. Pemeriksaan terhadap dirinya bukan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, melainkan sebagai saksi untuk Direktur PT. Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir.

Seperti diketahui, penyidik KPK menangkap empat orang terkait kasus yang dilakukan oleh anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah tersebut pada tanggal 13 Januari 2016 lalu. Mereka adalah Damayanti, Abdul Khoir, dan dua kerabat dekat Damayanti: Dessy A. Edwin dan Julia Prasetyarini.

Dalam kasus ini, selain empat orang itu, penyidik menduga masih ada pihak lain yang turut menerima suap.

Beberapa waktu lalu, kolega Damayanti di Komisi V DPR, Budi Supriyanto, beberapa kali dijadwalkan untuk diperiksa KPK.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari total commitment fee yang diduga suap sebesar 404 ribu dolar Singapura dari Abdul Khoir, sebesar 300 ribu dolar Singapura, di antaranya ditujukan untuk Budi. Suap diduga diberikan lantaran proyek pembangunan jalan itu diduga berasal dari dana aspirasi Budi. Ruang kerja Budi di DPR diketahui menjadi salah satu tempat digeledah oleh penyidik dalam penyidikannya. Selain itu, KPK juga telah mencegah Budi untuk bepergian keluar negeri selama enam bulan mendatang.

KPK terus mengumpulkan bukti, antara lain di sejumlah tempat di Ambon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi PKB Tak Penuhi Panggilan KPK, Cuma Kirim Surat Via Staf

Politisi PKB Tak Penuhi Panggilan KPK, Cuma Kirim Surat Via Staf

News | Selasa, 23 Februari 2016 | 19:53 WIB

KPK Periksa Politisi PKB Terkait Kasus Korupsi Damayanti

KPK Periksa Politisi PKB Terkait Kasus Korupsi Damayanti

News | Selasa, 23 Februari 2016 | 11:17 WIB

KPK Periksa Dua Anggota PKB terkait Damayanti

KPK Periksa Dua Anggota PKB terkait Damayanti

News | Jum'at, 19 Februari 2016 | 11:51 WIB

Kenal Damayanti, Bekas Bupati Kendal Diperiksa KPK

Kenal Damayanti, Bekas Bupati Kendal Diperiksa KPK

News | Rabu, 17 Februari 2016 | 17:56 WIB

Dua Teman Damayanti yang Ditangkap KPK Ternyata Penjual Kue Lapis

Dua Teman Damayanti yang Ditangkap KPK Ternyata Penjual Kue Lapis

News | Senin, 01 Februari 2016 | 18:41 WIB

Terkini

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Video | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 17:55 WIB

×