100 Juta Sampah Berserakan di Luar Angkasa

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 28 Februari 2016 | 07:38 WIB
100 Juta Sampah Berserakan di Luar Angkasa
Bumi dilihat dari luar angkasa. (Shutterstock)

Suara.com - Lebih dari 100.523.000 unit sampah antariksa berserakan di luar angkasa. Sampah itu terkumpul sejak 50 tahun terakhir.

Sampahh itu berukuran lebih dari satu milimeter (mm) hingga lebih dari 10 centimeter (cm). Sampaj itu mengancam keberadaan satelit hingga stasiun luar angkasa.

Jika pengamatan dilakukan ke arah bumi dari ruang angkasa maka akan terlihat jelas perbedaan kondisi lingkungan ruang hampa udara di sekitarnya saat satelit pertama diluncurkan pada 1957. Terlihat satu titik sampah pun di sana.

Titik-titik sampah yang terlihat berwarna putih tertangkap satelit Amerika Serikat semakin bertambah di 1980, dan di 2015 lingkaran putih yang merupakan sampah antariksa semakin tampak jelas mengelilingi bumi.

"Dengan meningkatnya aktivitas di luar angkasa semakin tinggi kemungkinan tabrakan di luar angkasa terjadi dengan adanya sampah antariksa tersebut," kata Asisten Sekretaris Biro Pengendalian Senjata, Verifikasi, dan Kepatuhan Amerika Serikat Frank A Rose dalam diskusi 'Three Minutes of Darkness Over Indonesia' di Jakarta.

Ia mengatakan radar milik The US Join Space Operations Center (JSpOC) berhasil melacak lebih dari 23.000 sampah antariksa seukuran bola softball atau lebih besar dari 10 cm. Selain juga berhasil melacak 500.000 lebih sampah antariksa dengan ukuran lebih dari satu centimeter, dan 100.000.000 lebih sampah antariksa dengan ukuran lebih besar hingga satu mm.

Berbagai macam sampah antariksa, menurut Rose, ada di angkasa, mulai dari sikat gigi, bekas roket, bekas pesawat ulang alik, hingga satelit yang sudah tidak aktif.

Semua bersama-sama berotasi mengelililngi bumi bersama satelit yang masih aktif hingga stasiun ruang angkasa.

Tahun 2007, Tiongkok melakukan uji coba satelit dan menghasilkan 3000 fragmen berukuran di atas 10 cm yang diperkirakan akan ada di luar angkasa ratusan tahun. Pada 2009, kejadian signifikan terjadi di ruang hampa udara tersebut saat satelit Rusia Iridium 33 hancur tertabrak satelit Rusia Cosmos 2251 lainnya yang sudah tidak aktif.

"Sampah antariksa ini jelas akan menjadi ancaman bagi sistem keantariksaan banyak negara, bahkan beberapa tahun terakhir ratusan kejadian di mana sampah antariksa hasil uji coba tahun 2000 sudah semakin mendekati satelit-satelit mereka sendiri," ujar Rose.

Ia mengatakan saat ini ada sekitar 60 negara, instansi swasta, akademi di dunia yang mengoperasikan satelit, dan jumlahnya mencapai lebih dari 100 unit dengan bermacam-macam orbit.

Keberadaan teknologi antariksa di ruang angkasa ini, menurut dia, telah memberikan kemajuan dan manfaat bagi kehidupan manusia di bumi. Kerja sama antarnegara dan pihak swasta dalam penggunaan teknologi ini penting untuk kemajuan ekonomi dan keamanan di bumi.

Pemanfaatan teknologi antariksa ini mulai dari sistem peringatan dini bencana, fasilitas navigasi untuk transportasi, akses global untuk keuangan atau perbankan, dan berbagai kegiatan penting lain di bumi.

"Bahkan teknologi keantariksaan ini sangat penting termasuk untuk Indonesia yang punya ribuan pulau. Namun saat ini baru kita ketahui sistem ini memiliki kekurangan setelah beberapa dekade ternyata mengotori luar angkasa," ujar dia.

Dana operasional meningkat Semakin meningkatnya jumlah sampah antariksa yang mengorbit di lapisan terendah (Low Earth Orbit/LEO) antara 300 hingga 1500 kilometer (km) di atas permukaan bumi membuat operasional satelit semakin mahal di masa depan.

"Dampaknya (sampah antariksa), kita akan terkendala mengoperasikan satelit di lapisan orbit terendah. Itu sebabnya ke depan pengoperasian satelit di ruang angkasa akan semakin mahal," kata Rose.

Semakin banyaknya jumlah sampah antariksa yang berasal dari aktivitas manusia dan sistem teknologi keantariksaan sejumlah negara, instansi swasta, akademi di lapisan orbit terendah, ia mengatakan akan membuat pengoperasian satelit di masa depan harus dilakukan pada lapisan orbit yang lebih tinggi.

Artinya akan membutuhkan dana lebih banyak dari mulai mengorbitkan satelit hingga menyiapkan baterai dengan kapasitas lebih besar, karena harus mengorbitkan satelit lebih tinggi dari 300 hingga 800 km di atas permukaan bumi. Semua dilakukan untuk menghindari bertabrakan dengan sampah antariksa yang dapat menyebabkan anomali operasi satelit.

"Ini membuat satelit-satelit dan stasiun ruang angkasa ada yang harus bermanuver 25 kali dalam setahun di ruang angkasa untuk menghindari bertabrakan dengan sampah antariksa," ujar dia.

Rose mengatakan radar milik Pusat Operasi Gabungan Antariksa Amerika Serikat mampu melacak pergerakan sampah antariksa yang berukuran lebih besar dari 10 centimeter (cm). Sehingga tabrakan satelit atau stasiun ruang angkasa dengan sampah antariksa dengan ukuran lebih besar dari bola tenis dapat dihindari dengan bermanuver.

Dalam beberapa tahun ke depan, menurut dia, Amerika Serikat akan mempunyai radar khusus untuk dapat melacak sampah antariksa yang berukuran lebih kecil, di atas satu milimeter (mm), yang saat ini terdeteksi mencapai 100.000.000 lebih.

"Serpihan cat berukuran empat milimeter yang mengorbit dengan kecepatan 17.000 mil per jam mampu merusak satelit jika sampai bertabrakan", katanya.

Pusat Operasi Gabungan Antariksa Amerika Serikat, lanjutnya, bekerja sama dengan berbagai lembaga antariksa di dunia, memberikan informasi gerakan sampah-sampah antariksa yang membahayakan keberadaan satelit berbagai negara, lembaga swasta, dan akademi.

Termasuk beberpa kali memberikan informasi kepada lembaga antariksa milik Indonesia (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional/LAPAN) agar satelitnya tidak tertabrak sampah antariksa.

Menurut Rose, selain melacak pergerakan sampah-sampah antariksa, negaranya juga bekerja sama dengan dunia internasional melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran tentang sampah antariksa, termasuk mengkampanyekan pengunaan teknologi antariksa secara damai, sehingga ada panduan untuk penggunaan teknologi antariksa secara aman.

Ancaman untuk bumi Rose mengatakan sangat mungkin sampah-sampah antariksa tersebut jatuh ke bumi. Kejadian tabrakan satelit milik Rusia dengan satelit Rusia lainnya yang sudah tidak aktif di 2009 terjadi di ketinggian 800 km dari permukaan bumi.

"Butuh waktu ratusan tahun untuk jatuh ke bumi, dan saat ini terus berputas mengelilingi bumi di angkasa. Tapi pada level ketinggian yang lebih rendah sampah-sampah ini bisa jatuh ke bumi hanya dalam hitungan minggu," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Akan Bangun Bandara Luar Angkasa

Indonesia Akan Bangun Bandara Luar Angkasa

Tekno | Jum'at, 26 Februari 2016 | 06:12 WIB

Sebentar Lagi, Manusia Bisa Traveling ke Luar Angkasa

Sebentar Lagi, Manusia Bisa Traveling ke Luar Angkasa

Lifestyle | Sabtu, 20 Februari 2016 | 17:45 WIB

Dengan Satelit Baru, India Lepas Ketergantungan pada GPS Amerika

Dengan Satelit Baru, India Lepas Ketergantungan pada GPS Amerika

Tekno | Rabu, 20 Januari 2016 | 17:07 WIB

Cantiknya Bunga Pertama yang Mekar di Luar Angkasa

Cantiknya Bunga Pertama yang Mekar di Luar Angkasa

Tekno | Selasa, 19 Januari 2016 | 18:59 WIB

Cina Akan Mendarat di Sisi Gelap Bulan pada 2018

Cina Akan Mendarat di Sisi Gelap Bulan pada 2018

Tekno | Jum'at, 15 Januari 2016 | 09:00 WIB

Cina Luncurkan 20 Misi Antariksa, Kirim Tiga Astronot pada 2016

Cina Luncurkan 20 Misi Antariksa, Kirim Tiga Astronot pada 2016

Tekno | Rabu, 13 Januari 2016 | 15:40 WIB

AS Gempar, Bola Api Melesat di Langit Malam Nevada

AS Gempar, Bola Api Melesat di Langit Malam Nevada

Tekno | Rabu, 23 Desember 2015 | 15:48 WIB

Astronot Inggris Akan Ikut Marathon di Luar Angkasa

Astronot Inggris Akan Ikut Marathon di Luar Angkasa

Tekno | Sabtu, 05 Desember 2015 | 14:59 WIB

Lagu Baru John Legend  Diiringi Empat Bintang dari Luar Bumi

Lagu Baru John Legend Diiringi Empat Bintang dari Luar Bumi

Tekno | Selasa, 01 Desember 2015 | 12:21 WIB

Inilah Ucapan Salam dan Musik Indonesia yang Dikirim untuk Alien

Inilah Ucapan Salam dan Musik Indonesia yang Dikirim untuk Alien

Tekno | Kamis, 19 November 2015 | 07:05 WIB

Terkini

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:52 WIB

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Entertainment | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×