Suara.com - Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat menyiagakan ribuan personel untuk mengamankan wilayah saat laga final sepak bola Torabika Bhayangkara Cup 2016. Mereka dilengkapi gas air mata dan senjata laras panjang.
"Perangkat tersebut dipersiapkan kepolisian sebagai langkah mangantisipasi kerusuhan massa antarpendukung," kata Wakil Kepala Polresta Bekasi Kota Asep Edy di Bekasi, Sabtu (2/4/2016).
Laga final tersebut mempertemukan kesebelasan Persib Bandung melawan Arema Malang di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4/2016). Pengamanan disiagakan sejak Sabtu pagi hingga Senin (4/4/2016) subuh.
Pihaknya mengaku tidak ingin lagi peristiwa bentrokan Piala Presiden 2015 kembali terulang di wilayah hukumnya. Kesiapan aparat kepolisian dalam upaya pengamanan tersebut diperlihatkan dalam agenda apel gelar pasukan di pelataran parkir Mega Bekasi Hypermal, Sabtu.
Pasukan diikuti oleh 1.750 personel gabungan yang beranggotakan kekuatan kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Polresta Bekasi Kota sengaja memperkuat personel yang bertugas di setiap jembatan tol guna antisipasi hal itu terulang. Personel yang pada pengawalan Piala Presiden 2015 hanya sebanyak lima orang di masing-masing sisi jembatan, kini ditingkatkan menjadi satu pleton.
"Ada petugas yang melakukan pengamanan terbuka dan tertutup lengkap dengan perbekalan gas air mata dan senjata laras panjang. Saat terdeteksi potensi kerusuhan, atau pergerakan massa ke arah tol, gas air mata diperkenankan digunakan," katanya.
Selain itu, penyisiran juga akan diintensifkan di sepanjang jalur tol untuk mendeteksi keberadaan ranjau paku, bom molotov, atau senjata tajam. Fokus pengamanan tidak hanya terpusat di sekitar jembatan tol, tapi juga jalan-jalan arteri, serta Stasiun Kereta Api Bekasi. (Antara)