Penerjun TNI Kopda Beni Dimakamkan Secara Militer di Magetan

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 08 April 2016 | 05:21 WIB
Penerjun TNI Kopda Beni Dimakamkan Secara Militer di Magetan
Ilustrasi terjun payung personel TNI. [Antara]

Suara.com - Jenazah Kopral Dua (Kopda) Beni Piyandi (33), penerjun yang meninggal saat latihan terjun payung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (7/4), dimakamkan secara militer di kampung halamannya, Desa Purwodadi, Magetan, Jatim.

Pemulangan jenazah Kopda Beni dari Lanud Halim Perdanakusumah ke Lanud Iswahyudi tiba di Magetan, Kamis sore.

Jenazah langsung dibawa dengan ambulans ke rumah duka untuk disemayamkan dan disalatkan, lalu dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, Kamis malam.

Tangis kesedihan dari keluarga tak terbendung saat melihat peti jenazah Kopda Beni diangkat dari ambulans memasuki rumah duka untuk disemayamkan dan disalatkan.

"Di mata keluarga dan teman-teman, Kopda Beni dikenal sebagai sosok yang baik dan peduli terhadap sesama. Kami semua sangat kehilangan," kata bibi korban, Kartiningsih.

Setelah disalatkan, peti jenazah kembali diangkut dengan ambulans menuju tempat pemakaman umum yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka, kemudian dimakamkan secara militer.

Kopda Beni merupakan satu dari dua anggota Pasukan Khas TNI Angkatan Udara yang meninggal dunia setelah jatuh saat melakukan latihan gladi bersih terjun payung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (7/4).

Aksi terjun payung dilakukan puluhan personel Paskhas dalam rangka latihan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-70 TNI AU pada hari Sabtu (9/4).

Kedua anggota Paskhas tersebut terjun dari pesawat C-130 Hercules yang terbang di atas Lanud Halim sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian, dua penerjun tersebut jatuh akibat kendala teknis.

Salah satu korban gagal mengembangkan parasutnya karena tali yang terbelit ke badan penerjun. Korban kemudian jatuh di atap rumah dinas TNI AU yang masih berada di kawasan Lanud Halim.

Korban lain jatuh di landasan pacu Lanud Halim. Awalnya parasut korban mengembang sempurna. Namun, angin kencang yang berembus membuat korban terpelanting dan jatuh. Keduanya sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, setelah itu dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum melakukan latihan, Kopda Beni sempat menelepon keluarga di Magetan. Putra pertama pasangan Hadi Suyitno dan Sulastri itu meminta doa restu agar selama latihan dan bertugas nanti pada hari Sabtu saat perayaan HUT Ke-70 TNI AU berjalan lancar.

Akibat kejadian tersebut, Kopda Beni meninggalkan seorang istri, Nurul Khasanah, dan seorang anak, Ararya Damar Megantara Piyandi, yang masih berusia 6 bulan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selama Peringatan HUT TNI AU, Bandara Halim Perdanakusuma Ditutup

Selama Peringatan HUT TNI AU, Bandara Halim Perdanakusuma Ditutup

Bisnis | Kamis, 07 April 2016 | 19:15 WIB

Detik-detik Sebelum Dua Penerjun TNI Tewas Hantam Daratan

Detik-detik Sebelum Dua Penerjun TNI Tewas Hantam Daratan

News | Kamis, 07 April 2016 | 14:31 WIB

Latihan Jelang HUT TNI AU, Dua Penerjun Payung Tewas di Halim

Latihan Jelang HUT TNI AU, Dua Penerjun Payung Tewas di Halim

News | Kamis, 07 April 2016 | 12:58 WIB

Terkini

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

×