Pertemuan Korban 1965 Dibubarkan, Ini Reaksi Gubernur Lemhanas

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Jum'at, 15 April 2016 | 17:09 WIB
Pertemuan Korban 1965 Dibubarkan, Ini Reaksi Gubernur Lemhanas
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI Purn. Agus Widjojo. (suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Tindakan represif dan diskriminatif kembali terjadi terhadap para korban tragedi1965/1966. Pada Kamis (14/4/2016) kemarin, Kepolisian membubarkan acara pertemuan korban 65/66 di Cipanas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan alasan organisasi Pemuda Pancasila dan Front Pembela Islam berencana menggeruduk pertemuan tersebut.

Ketua Simposium Nasional Tragedi 65, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan kejadian itu menjadi tanggung jawab aparat keamanan.

"Itu di luar kewenangan panitia simposium. Itu di wilayah keamanan, ketertiban masyarakat, penegak hukum dan polisi," kata Agus saat ditemui usai pelantikan dirinya sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (15/4).

Menurut para korban 65/66, pertemuan tersebut untuk persiapan mengikuti kegiatan Simposium Nasional membedah tragedi 1965 yang disokong oleh Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan yang akan berlangsung 18-19 April nanti. Atas hal itu, kata Agus, pihaknya sudah mengantisipasi ancaman dari kelompok intoleran seperti FPI dalam acara simposium nanti.

"Kami sudah antisipasi itu, pasti akan ramai. Masalahnya karena ini (simposium tragedi 65) pertama kali, ‎bisa dikatakan juga adalah sebuah eksperimen," ujar dia.

Dia menuturkan, simposium membedah tragedi 65 dengan menghadirkan para korban belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Pemerintah. Hal itu dilakukan untuk mencari solusi atas kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tersebut.

"Kami ingin mengadakan eksperimen, untuk mencoba karena sebelumnya tidak pernah dilakukan. Tapi kalau semuanya diam tidak akan ada perubahan. ‎Lebih baik kita coba di mana salahnya, lemahnya dimana agar diperbaiki. Dan mungkin juga publik lama lama terbiasa untuk saling berhadapan langsung, sehingga dengan demikian akan membawa pada keadaan yang lebih baik," terang dia.

‎Mengenai keamanan dalam acara simposium tragedi 65 menjadi tanggung jawab aparat keamanan.

‎"Kami bekerjasama dengan Kemenko Polhukam, jadi pastinya itu menjadi bagian tanggung jawab dari Kemenko Polhukam," tandas dia.

Dia menambahkan, Simposium membedah tragedi 65 tersebut merupakan upaya akademik. Hal itu guna menyusun analisis dan membedah tragedi 65 dari pendekatan sejarah.

"Dan diharapkan kita bisa punya kedalaman tentang apa sih sebenarnya tragedi 65, dan bagaimana kita bisa menutup masa lalu yang kelam dalam bentuk rekomendasi ke pemerintah," tambah Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dibubarkan Kelompok Intoleran, YPKP Ngadu ke Komnas HAM

Dibubarkan Kelompok Intoleran, YPKP Ngadu ke Komnas HAM

News | Jum'at, 15 April 2016 | 16:08 WIB

Di Era Jokowi, Korban 1965 Masih Terintimidasi

Di Era Jokowi, Korban 1965 Masih Terintimidasi

News | Jum'at, 15 April 2016 | 12:07 WIB

Komnas HAM Pertanyakan Penyelesaian Kasus Penolakan Pabrik Semen

Komnas HAM Pertanyakan Penyelesaian Kasus Penolakan Pabrik Semen

News | Kamis, 14 April 2016 | 14:34 WIB

Komnas HAM: Aksi Ibu-ibu Pegunungan Kendeng Cermin Masalah Serupa

Komnas HAM: Aksi Ibu-ibu Pegunungan Kendeng Cermin Masalah Serupa

News | Kamis, 14 April 2016 | 12:57 WIB

Komnas HAM Kecam Aksi Semen Kaki Ibu-ibu Pegunungan Kendeng

Komnas HAM Kecam Aksi Semen Kaki Ibu-ibu Pegunungan Kendeng

News | Kamis, 14 April 2016 | 12:49 WIB

Komnas Ham Dukung Simposium Nasional Usut Tuntas Tragedi 1965

Komnas Ham Dukung Simposium Nasional Usut Tuntas Tragedi 1965

News | Rabu, 13 April 2016 | 19:40 WIB

Hasil Autopsi, Siyono Tewas karena Dipukul

Hasil Autopsi, Siyono Tewas karena Dipukul

News | Senin, 11 April 2016 | 13:42 WIB

Terkini

'Dibuang' ke Daratan Usai Disiksa: Kisah Pilu 4 ABK KM Maulana 23 yang Dihukum Jika Gagal Tangkap

'Dibuang' ke Daratan Usai Disiksa: Kisah Pilu 4 ABK KM Maulana 23 yang Dihukum Jika Gagal Tangkap

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Kenapa Mouse Wireless Tidak Terdeteksi di Laptop? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Mouse Wireless Tidak Terdeteksi di Laptop? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:41 WIB

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 5 Oktober 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 5 Oktober 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp118 Ribu per Kg, Bawang Merah Naik 17,54 Persen

Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp118 Ribu per Kg, Bawang Merah Naik 17,54 Persen

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Impor KRL Bekas Jepang Terganjal Aturan dari Kemendag

Impor KRL Bekas Jepang Terganjal Aturan dari Kemendag

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Tekan Emisi Kendaraan, Kemenhub Dorong Tanjung Priok Jadi Green Port

Tekan Emisi Kendaraan, Kemenhub Dorong Tanjung Priok Jadi Green Port

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Review Your Personal Taxi: Kisah Taksi Antik Penyembuh Luka Batin Penumpang

Review Your Personal Taxi: Kisah Taksi Antik Penyembuh Luka Batin Penumpang

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Perjuangan Tasya Farasya Atasi Kulit Kering Akibat Insomnia Hingga Hormon Berubah usai Melahirkan

Perjuangan Tasya Farasya Atasi Kulit Kering Akibat Insomnia Hingga Hormon Berubah usai Melahirkan

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:26 WIB

3 Kali Gagal Pasang Regulator, Gas LPG di Cilincing Meledak: Penghuni Kontrakan Terluka Parah!

3 Kali Gagal Pasang Regulator, Gas LPG di Cilincing Meledak: Penghuni Kontrakan Terluka Parah!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:19 WIB

×