Ledakan Mercon di Tabligh Akbar, PPP Imbau Kader Tak Terprovokasi

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Senin, 18 April 2016 | 11:56 WIB
Ledakan Mercon di Tabligh Akbar, PPP Imbau Kader Tak Terprovokasi
Djan Faridz. (suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Dua kubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berharap tidak terprovokasi akibat peristiwa ledakan mercon yang membuat satu orang meninggal dunia, di Sleman, Yogyakarta, Minggu (17/4/2016). Ledakan mercon itu terjadi saat Tabligh Akbar yang diselenggarakan PPP kubu Djan Faridz.

Juru bicara PPP kubu Romahurmuzziy (Romi), Arsul Sani mengatakan peristiwa ini jangan dikaitkan dengan dualisme kepengurusan partai berlambang Ka'bah ini. Dia pun meminta seluruh jajaran dan kader PPP di seluruh daerah untuk tidak terprovokasi.

"Jangan terprovokasi juga terhadap perilaku, ucapan, keterangan, dari media, dari elit-elit tertentu, yang justru semangatnya itu bukan mempersempit perbedaan. Tapi malah ingin terus berselisih," kata Arsul dihubungi, Senin (18/4/2016).

Apalagi, ketika provokasi ini muncul dari elit partai yang tidak bertanggungjawab. Meski demikian, dia menyatakan duka citanya dan berharap kasus ini diusut tuntas secara hukum supaya tidak menjadi tawuran dan konflik horizontal di kemudian hari.

"Kita minta warga PPP dibawah ini untuk tidak terprovokasi satu dua elit persoalan ini dengan kacamata kuda," paparnya.

‎Terpisah, ‎Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan Faridz, Dimyati Natakusumah mengatakan kasus ini harus diusut tuntas. Dia pun mengutuk peristiwa ini dan berharap kasus tersebut terungkap dan diketahui pelakunya.

"Sampai sekarang belum ketahuan siapa pelakunya, tapi harus ketahuan dong. Karena ini kan sebenarnya gampang itu mendekteksinya," kata dia.

‎Dalam peristiwa ini, seorang simpatisan PPP bernama Didin Bolawer meninggal dunia akibat lemparan mercon. Satu korban lainyan bernama Taufan mengalami luka-luka.

Acara Tabligh Akbar ini digelar untuk ‎menyikapi hasil Muktamar digelar untuk menyikapi hasil Muktamar VIII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu, 10 April 2016. Dalam Muktamar itu, Romahurmuziy terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PPP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konflik PPP, Djan Ingin Bawa ke Pengadilan Den Haag dan OKI

Konflik PPP, Djan Ingin Bawa ke Pengadilan Den Haag dan OKI

News | Kamis, 14 April 2016 | 18:05 WIB

Presiden Jokowi Akan Hadiri Muktamar PPP

Presiden Jokowi Akan Hadiri Muktamar PPP

News | Jum'at, 01 April 2016 | 18:33 WIB

Djan Faridz Belum Mau Hadiri Mukernas PPP

Djan Faridz Belum Mau Hadiri Mukernas PPP

News | Kamis, 25 Februari 2016 | 03:35 WIB

Sesepuh PPP Maimun Zubair Sambangi Jokowi

Sesepuh PPP Maimun Zubair Sambangi Jokowi

News | Jum'at, 12 Februari 2016 | 11:14 WIB

Jelang Vonis SDA, Djan Faridz Datangi Pengadilan Tipikor

Jelang Vonis SDA, Djan Faridz Datangi Pengadilan Tipikor

News | Senin, 11 Januari 2016 | 16:16 WIB

Romahurmuziy: Konflik PPP Berlangsung di 3 Kamar

Romahurmuziy: Konflik PPP Berlangsung di 3 Kamar

News | Rabu, 06 Januari 2016 | 01:47 WIB

Terkini

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

×