Fadli Zon Sindir Luhut Mesti Mundur karena Masuk Panama Papers

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Senin, 25 April 2016 | 14:35 WIB
Fadli Zon Sindir Luhut Mesti Mundur karena Masuk Panama Papers
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dari Fraksi Gerindra (kanan memegang mic). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan di negara lain, pejabat yang tercantum dalam 'Panama Papers' akan mengundurkan diri dari jabatannya.

Hal itu menanggapi sejumlah nama yang tercantum dalam Panama Papers, salah satunya Menteri Kordinator Bidang Politik ‎Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Di beberapa negara lain, ada yang mengundurkan diri. Karena mungkin benar. Mereka ingin lebih transparan. Kalau di kita kan tinggal klarifikasi saja kenapa bisa masuk ke Panama Papers," kata Fadli di DPR, Senin (25/4/2016).

‎Salah satu pejabat yang mengundurkan diri karena tercantum dalam Panama Papers adalah Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunlaugssoon.

Meski demikian, Fadli sadar, seorang yang masuk ke dalam catatan belum tentu bersalah. Sebab, menurutnya, bisa saja orang tersebut hanya membuka perusahaan di luar negeri, tanpa berniat menyembunyikan hartanya dan menghindari pembayaran pajak.

"Panama Papers ini bukan sebuah tindak pidana, UU kita membolehkan untuk menaruh uang di Luar Negeri. Itu masalahnya," kata dia.

Nama Luhut masuk dalam dokumen Panama Papers sebagai salah satu pebisnis Indonesia yang memiliki perusahaan tertutup melalui firma hukum asal Panama Mossack Fonseca. Dia disebut sebagai direktur sebuah offshore company bernama Mayfair International Ltd yang berbasis di negara bebas pajak, Seychelles. Perusahaan tersebut dalam dokumen beralamat Jalan Mega Kuningan Barat III Nomor 11, Jakarta.

Panama Papers adalah dokumen berisi nama-nama perusahaan cangkang di negara-negara yang selama ini jadi surga pajak. Dokumen tersebut berisi 11,5 juta dokumen dan telah dilakukan investigasi oleh ratusan media dari seluruh dunia dibawah koordinasi International Consortium of Investigative Journalist. Lembaga pers yang berkantor pusat di Washington DC ini memperolehnya dari koran Jerman Suddeutsche Zeitung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masuk Panama Papers, Ini Hasil Laporan Luhut ke Jokowi

Masuk Panama Papers, Ini Hasil Laporan Luhut ke Jokowi

News | Senin, 25 April 2016 | 13:39 WIB

Ini Klarifikasi Luhut Soal Perusahaannya dalam Panama Papers

Ini Klarifikasi Luhut Soal Perusahaannya dalam Panama Papers

News | Senin, 25 April 2016 | 11:53 WIB

Skandal Panama Papers, Jokowi Mendadak Panggil Luhut ke Istana

Skandal Panama Papers, Jokowi Mendadak Panggil Luhut ke Istana

News | Senin, 25 April 2016 | 10:13 WIB

Luhut Bantah Punya Perusahaan Tertutup di Dokumen "Panama Papers"

Luhut Bantah Punya Perusahaan Tertutup di Dokumen "Panama Papers"

News | Senin, 25 April 2016 | 09:57 WIB

Minta UU BPK Direvisi, Ini Usulan dari ICW

Minta UU BPK Direvisi, Ini Usulan dari ICW

News | Minggu, 24 April 2016 | 17:58 WIB

Indonesia Budget Center: Sejak 2004 BPK Telah Dihuni Politisi

Indonesia Budget Center: Sejak 2004 BPK Telah Dihuni Politisi

News | Minggu, 24 April 2016 | 16:12 WIB

Teten Masduki: 80 Persen Data "Panama Papers" Terkonfirmasi

Teten Masduki: 80 Persen Data "Panama Papers" Terkonfirmasi

News | Jum'at, 22 April 2016 | 16:00 WIB

Indonesia Siap Kerja Sama dengan Negara-negara 'Surga Pajak'

Indonesia Siap Kerja Sama dengan Negara-negara 'Surga Pajak'

Bisnis | Kamis, 21 April 2016 | 23:34 WIB

Jokowi Segera Tindaklanjuti Pebisnis Skandal Panama Papers

Jokowi Segera Tindaklanjuti Pebisnis Skandal Panama Papers

News | Kamis, 21 April 2016 | 23:21 WIB

Ahok "Terima Kasih" pada Fadli Zon Telah Kunjungi RS Sumber Waras

Ahok "Terima Kasih" pada Fadli Zon Telah Kunjungi RS Sumber Waras

News | Rabu, 20 April 2016 | 10:19 WIB

Terkini

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB