Kasus di PN Jakpus, Imigrasi Diminta Cekal Eks Bos Lippo Cikarang

Siswanto, Nikolaus Tolen

Senin, 02 Mei 2016 | 20:27 WIB
Kasus di PN Jakpus, Imigrasi Diminta Cekal Eks Bos Lippo Cikarang
Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Komisi Pemberantasan Korupsi meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mencekal bekas Presiden Komisaris PT. Lippo Cikarang Eddy Sindoro mulai 28 April 2016.

"Perlu kami informasikan bahwa KPK sudah mengirimkan surat kepada pihak imigrasi untuk mencekal Eddy Sindoro per tanggal 28 April," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2016).

Pencekalan tersebut berkaitan dengan penanganan perkara dugaan suap terhadap panitera sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution terkait pengajuan permohonan peninjauan kembali yang didaftar di PN Jakarta Pusat. Dengan dicekal, kata Yuyuk, penyidik lebih mudah memanggil Eddy untuk mengusut kasus yang diduga juga melibatkan oknum di Mahkamah Agung.

"Pencekalan tersebut berkaitan dengan perkara PN Jakpus. Diduga ada keterlibatan dia dalam kasus tersebut," kata Yuyuk.

Sebelum mencekal bos Paramount Enterprise International, KPK sudah lebih dulu mencekal Sekjen MA Nurhadi.

Dalam kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan, KPK sudah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah Panitera Sekretaris pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan orang swasta bernama Doddy Apriyanto Supeno.

Dari tangan Edy, KPK menyita uang Rp50 juta. Namun, pemberian yang berhasil dibuntuti KPK pada Rabu (20/4/5016) diduga bukan pemberian pertama oleh Doddy kepada Edy. Pasalnya, pada Desember 2015, Doddy diduga pernah menyerahkan uang Rp100 juta kepada Edy.

Jumlah uang secara keseluruhan yang diduga untuk memuluskan kepentingan sebesar Rp500 juta. Tetapi, sebagian belum dipenuhi Doddy.

Untuk mencari barang bukti, KPK sudah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk rumah dan ruang kerja Nurhadi. Dari hasil penggeledahan, KPK menemukan uang Rp1,7 miliar dan sejumlah dokumen penting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MA Akan Periksa Kasus Nurhadi Secara Menyeluruh

MA Akan Periksa Kasus Nurhadi Secara Menyeluruh

News | Rabu, 27 April 2016 | 22:19 WIB

KPK Sita Uang Rp1,7 Miliar dari Rumah Sekjen MA

KPK Sita Uang Rp1,7 Miliar dari Rumah Sekjen MA

News | Rabu, 27 April 2016 | 20:22 WIB

KPK Dalami Kaitan Uang Nurhadi dan Edy

KPK Dalami Kaitan Uang Nurhadi dan Edy

News | Selasa, 26 April 2016 | 07:53 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×