Akbar Tandjung Khawatir Iuran Rp1 M Jadi Preseden Buruk Golkar

Tomi Tresnady

Selasa, 03 Mei 2016 | 20:46 WIB
Akbar Tandjung Khawatir Iuran Rp1 M Jadi Preseden Buruk Golkar
Politisi senior Partai Golkar, Akbar Tandjung, saat berbicara mengenai kisruh dualisme partainya di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Senin (4/5/2015). [Antara]

Kewajiban membayar iuran Rp1 miliar bagi bakal calon ketua umum Partai Golkar, untuk musyawarah nasional luar biasa di Bali tanggal 15-17 mei yang akan datang, telah menuai kontroversi.

Mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung pun iku khawatirkan dengan kebijakan itu bisa menjadi preseden buruk bagi partai yang pernah dibesarkannya.

"Saya khawatir, ini nanti menjadi preseden. Kalo sudah dimulai di pusat bukan tidak mungkin dilakukan di provinsi, kabupaten, kota, bahkan sampai pemilihan kecamatan dan desa," kata Akbar kepada media di kantor Akbar Tandjung Institute, Komplek Liga Mas Indah, Jalan Pancoran Indah Raya, Jakarta Selatan, selasa (3/5/2016).

Menurut Akbar, dalam pemilihan ketua umum partai politik, menggunakan uang bukanlah hal yang biasa."Jadi pemilihan khas nuansa uang itu  bukanlah hal yg biasa dalam organisasi politik."

Dia menilai, seorang politisi adalah orang yang memperjuangkan gagasan, pikiran, pandangan, yang bermuara  memberikan kebaikan pada masyarakat dan negara.

"Jadi orang politik itu, memberikan kesejahteraan pada rakyat, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," Akbar menambahkan.

Menurut Akbar, tidak semua politisi partai berwarna kuning itu mempunyai uang untuk membayar iuran Rp1 miliar. Meskipun, dia juga mengakui bahwa ada beberapa di antara kader Partai Golkar yang kuat secara finansial.

"Dalam konteks itu, tentu saja mereka belum tentu orang-orang yang mempunyai keuangan cukup. Walaupun saya tahu banyak juga orang yang mempunyai kekuatan keuangan," ujar mantan Ketua DPR RI periode 1999-2004 ini.

Meski banyak kader partai yang kuat secara keuangan, menurut Akbar, gagasan serta idealisme tidak kalah penting untuk dimiliki seorang pemimpin.

"Punya gagasan atau idealisme yang tidak kalah penting dan bagus. Tapi sebaiknya barusan yang berkaitan dengan kepemimpinan politik, yang bermuara pada kepentingan bangsa negara dan rakyat, seyogyanya nuansa uang kita hindari," tutup politisi sepuh berusia 70 tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Syarat Bakal Calon Ketua Umum Peserta Munaslub Golkar

Ini Syarat Bakal Calon Ketua Umum Peserta Munaslub Golkar

News | Senin, 02 Mei 2016 | 17:46 WIB

Nurdin Halid Kecewa Ada Isu Iuran Jelang Munalub Golkar

Nurdin Halid Kecewa Ada Isu Iuran Jelang Munalub Golkar

News | Kamis, 28 April 2016 | 12:07 WIB

Terkini

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:00 WIB

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:41 WIB

×