Punya Harta Terbanyak, Setnov Berpeluang Besar Jadi Ketum Golkar

Arsito Hidayatullah, Nikolaus Tolen

Sabtu, 07 Mei 2016 | 17:14 WIB
Punya Harta Terbanyak, Setnov Berpeluang Besar Jadi Ketum Golkar
Setya Novanto. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pengamat politik Hanta Yudha mengatakan bahwa sosok bakal calon Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar yang berpeluang besar adalah Setya Novanto (Setnov). Diunggulkannya mantan Ketua DPR yang tersangkut kasus saham Freeport tersebut sejalan dengan banyaknya jumlah harta kekayaannya, yang kemarin dilaporkan mencapai Rp115 miliar.

Dalam pemaparan jumlah kekayaan oleh panitia Munaslub Golkar itu, Novanto mengalahkan kelima bakal calon lainnya yang sudah diloloskan. Keenam bakal calon sendiri diloloskan oleh Steering Committee (SC) Munaslub melalui Rapat Pleno SC pada Jumat (6/5/2016) kemarin.

"Munaslub ini, kalau situasinya seperti Munas sebelumnya, maka Setnov berpeluang besar akan menjadi Ketua Umum Golkar," kata Hanta, dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5).

 
Menurut Direktur Lembaga Survei Poltracking tersebut, baik Munas maupun Munaslub Partai Golkar beberapa periode terakhir ini, nyatanya selalu dimenangkan oleh orang yang memiliki kekayaan yang banyak dibanding yang lainnya. Pada tahun 2004 misalnya, menurut Hanta, Akbar Tanjung ditumbangkan oleh Jusuf Kalla yang pada saat itu menjabat Wakil Presiden dan juga memiliki uang sangat banyak bila dibandingkan Akbar.

"Pada tahun 2009, Surya Paloh dikalahkan oleh Aburizal Bakrie, yang walaupun kekuatan finansialnya hampir sama kuat, tapi pada saat itu Paloh lebih memilih untuk berada di luar pemerintah, sementara ARB di dalam," katanya.

Oleh karena itu, kata Hanta lagi, selain faktor logistik berupa kekayaan yang banyak, yang perlu dimiliki oleh setiap calon nantinya adalah bagaimana sikap mereka terhadap pemerintah. Namun dia melihat, saat ini para bakal calon yang ada tersebut semuanya mendukung pemerintah.

"Untuk saat ini, saya lihat, Setnov punya peluang besar. Tinggal bagaimana faktor lain mereka kuasai. Logistiknya Setnov kan besar," kata Hanta.

Seperti diketahui, SC Munaslub Golkar sudah memutuskan enam bakal calon Ketua Umum Golkar, setelah melakukan verifikasi berkas dan dokumen persyaratan pendaftaran. Enam nama tersebut didapat dari delapan nama yang terdaftar. Adapun enam nama tersebut adalah Setya Novanto, Ade Komarudin, Priyo Budi Santoso, Mahyudin, Airlangga Hartarto, dan Aziz Syamsudin. Sementara dua yang lainnya adalah Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komite Etik Berharap Semua Caketum Golkar Lolos Verifikasi

Komite Etik Berharap Semua Caketum Golkar Lolos Verifikasi

News | Jum'at, 06 Mei 2016 | 14:50 WIB

Ini Jurus Setya Novanto untuk Dongkrak Suara Partai Golkar

Ini Jurus Setya Novanto untuk Dongkrak Suara Partai Golkar

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 18:56 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×