Awal Mula Bocah Ditiduri Kakek, Diberi Pil dan Diajak Nonton Film

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 16 Mei 2016 | 20:12 WIB
Awal Mula Bocah Ditiduri Kakek, Diberi Pil dan Diajak Nonton Film
Juru bicara Koalisi Masyarakat Peduli Ferdinand Hutahean dalam jumpa pers di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Senin (16/5/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Kasus pengusaha ternama di Kediri, Jawa Timur, berinisial SS, tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Kota Kediri dan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Dia menjadi terdakwa kasus perkosaan terhadap lima anak.

Ketua Pembina Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia Bethania Eden mengatakan kasus tersebut terungkap berkat salah satu korban berinisial AK (14).

Ketika itu, AK masih duduk di bangku kelas 6 SD. Dia menghilang saat pelaksanaan try out Ujian Nasional pada Maret 2015. Setelah dicari, akhirnya ketemu di Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri.

"Lalu ibunya bertanya kepada AK, dan didesak ibunya akhirnya mengaku kalau dirinya disetubuhi oleh SS yang tubuhnya ada tatonya di dada dan kakinya. Kemudian ibunya melaporkan ke Polsek Kediri dan dilimpahkan ke Polresta Kediri," ujar Bethania dalam konferensi pers di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Saat diperiksa kepolisian, AK mengaku dijual kepada SS oleh IG. IG ini dulunya juga korbannya SS.

Selanjutnya, dari pengakuan IG, petugas menemukan korban lain yaitu berinisial FI.

"Jadi FI yang mengenalkan IG ke Koko atau SS," katanya.

AK bercerita ketika itu diperkenalkan IG dengan seorang mami.

SS mengaku bekerja di Surabaya dan mengaku sebagai bujangan.

"Korban AK dijemput sekitar jam 15.00 WIB dan masuk ke dalam mobil, korban disuruh minum pil hingga memberikan efek pusing, mau muntah, lemah, wajah merah, tangan dan kaki keram," kata Bethania.

Tak lama setelah minum obat itu, SS mengajak nonton film dan melakukan hubungan intim.

"Setelah korban mencabuli korban AK, pelaku mencabuli dua orang lainnya (korban berinisial IG dan FI)," kata dia.

Usai ditiduri, korban diberikan uang sebesar Rp400 ribu.

Banyak kasus

Korban SS yang sudah dilaporkan tercatat 16 kasus, termasuk lima yang sudah sidang.

juru bicara Koalisi Masyarakat Peduli Ferdinand Hutahean meyakini korbannya tidak hanya 16 anak. Soalnya, menurut data Yayasan Kekuatan Cinta dan Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Brantas Kediri, masih ada sekitar 42 korban lagi. Yayasan tersebut selama ini mendampingi korban-korban kasus kekerasan seksual.

"Sekitar dua minggu informasi dari daerah, tentang adanya perkosaan kasus di bawah umur yang korbannya diperkirakan lebih dari 58 orang," kata Ferdinand.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kakek Pemerkosa Puluhan Anak Cuma Dituntut 13 Tahun Penjara

Kakek Pemerkosa Puluhan Anak Cuma Dituntut 13 Tahun Penjara

News | Senin, 16 Mei 2016 | 18:54 WIB

Mensos Nangis di Makam Balita yang Diperkosa dan Dibunuh

Mensos Nangis di Makam Balita yang Diperkosa dan Dibunuh

News | Minggu, 15 Mei 2016 | 15:46 WIB

Tragedi Yuyun, Banyak Korban Kejahatan Seksual Tak Lapor

Tragedi Yuyun, Banyak Korban Kejahatan Seksual Tak Lapor

News | Minggu, 15 Mei 2016 | 15:07 WIB

ABG Yatim Piatu Diperkosa di Kuburan, Korban dan Pelaku Kenal

ABG Yatim Piatu Diperkosa di Kuburan, Korban dan Pelaku Kenal

News | Minggu, 15 Mei 2016 | 12:57 WIB

Karena Mabuk, Pelaku Tak Takut Perkosa Yatim Piatu di Kuburan

Karena Mabuk, Pelaku Tak Takut Perkosa Yatim Piatu di Kuburan

News | Minggu, 15 Mei 2016 | 12:23 WIB

Terkini

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:45 WIB

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 18:40 WIB

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:39 WIB

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Malang | Sabtu, 07 November 2026 | 18:37 WIB

×