Teman Ahok Disusupi, Sekarang Diserang Terus

Siswanto, Bagus Santosa

Rabu, 22 Juni 2016 | 19:53 WIB
Teman Ahok Disusupi, Sekarang Diserang Terus
Relawan Teman Ahok [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Politisi Demokrat Ruhut Sitompul yakin relawan Teman Ahok tidak ada yang mencari benefit pribadi dalam mengumpulkan fotokopi KTP untuk mendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama maju ke pilkada Jakarta melalui jalur non partai.

Pernyataan Ruhut terkait dengan sikap lima bekas relawan Teman Ahok saat menyelenggarakan diskusi bertajuk Satu Juta KTP Fakta atau Dusta, Teman Ahok Relawan atau Karyawan di Kafe Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, siang tadi. Dalam acara tersebut mereka memberikan keterangan tentang permasalahan-permasalahan di balik pengumpulan fotokopi KTP warga Jakarta yang sudah mencapai 1.024.632 lembar per Minggu (20/6/2016) lalu. Mereka menilai proses pengumpulan KTP tidak semuanya jujur, mereka juga mengungkapkan sistem honor yang didasarkan pada target perolehan KTP.

Menurut Ruhut yang juga mengaku sebagai relawan Teman Ahok, lima bekas Teman Ahok tersebut lebih baik memang ditendang dari organisasi. Sebab, menurutnya motivasi mereka berbeda dengan relawan Teman Ahok yang lain.
 
"Temen Ahok kan ada juga yang cuma bilang-bilang teman. Nggak usah didengar itu. Nggak ada motivasi Teman Ahok itu cari duit. Biarin saja. Nggak ada masalah. Biarin aja ke laut orang-orang kayak gitu," kata Ruhut.

‎Ruhut menengarai organisasi Teman Ahok disusupi. Sebab, belakangan ini Teman Ahok sering diserang.

Namun demikian, menurut anggota DPR dari Komisi III yakin ini hanya dinamikan. Permasalahan tersebut, menurut dia, tidak akan mengganggu elektabilitas Ahok.
"Semakin tinggi pohon semakin kencang anginya. Nggak ada masalah. Yang penting Ahoknya bersih.‎ (Ini) sudah ada penyusupan. Kita tahulah yang kayak gitu-gitu. Jadi nggak ada masalah sama Ahok," kata Ruhut.

"Kita Teman Ahok nggak ada yang nyari makan kok. Jadi Anjing mengonggong kafilah berlalu," ujar dia.
Menanggapi sikap lima bekas relawan, salah satu pendiri komunitas Teman Ahok, Singgih Widiyastomo, curiga di balik sikap mereka ada peran organisasi masyarakat. Hal itu diketahui Singgih dari pengakuan dua relawan Teman Ahok yang sebelumnya dipaksa ormas tersebut untuk memberikan data Teman Ahok.
 
"Memang ada sebuah gerakan dari sebuah ormas untuk mengumpulkan orang yang tersingkir di Teman Ahok dan memfasilitasi mereka untuk membuat pertemuan pers," kata Singgih dalam konferensi pers di Sekretariat Teman Ahok, Griya Pejaten Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurut Singgih perekrutan bekas Teman Ahok oleh ormas bertujuan agar mereka mau membocorkan informasi tentang aktivitas Teman Ahok. Namun, Singgih memastikan kelima orang tersebut tidak punya informasi yang komprehensif alias hanya sepotong-sepotong, karena mereka bukan pendiri.

"Data-data dan perhitungan dibuat langsung oleh pengurus ormas yang bersangkutan, dengan keterangan terbatas dari orang-orang yang sudah dikeluarkan dari struktur," kata Singgih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

2 Teman Ahok Cari Perlindungan, Diancam Ormas Bocorkan Data Duit

2 Teman Ahok Cari Perlindungan, Diancam Ormas Bocorkan Data Duit

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 19:24 WIB

Pendukung Ahok Bawa Keranda ke Monas Tunggu Habiburokhman Loncat

Pendukung Ahok Bawa Keranda ke Monas Tunggu Habiburokhman Loncat

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 19:04 WIB

Ada Ormas di Balik Barisan Sakit Hati Teman Ahok

Ada Ormas di Balik Barisan Sakit Hati Teman Ahok

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 18:57 WIB

Lulung Sebut Sejuta KTP Propaganda: Sejenis Psywar Politik

Lulung Sebut Sejuta KTP Propaganda: Sejenis Psywar Politik

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 18:23 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×