Indonesia Buka "Crisis Center" Pembebasan 7 WNI dari Abu Sayyaf

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Jum'at, 24 Juni 2016 | 15:15 WIB
Indonesia Buka "Crisis Center" Pembebasan 7 WNI dari Abu Sayyaf
Menlu Retno Marsudi memberikan pernyataan di depan pers mengenai kabar penyanderaan tujuh WNI awak Kapal Charles 001, di Kementrian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (24/6).[Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pemerintah Indonesia mengaktifkan kembali Crisis Center untuk menangani pembebasan tujuh anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok bersenjata di wilayah Filipina.

Tim Crisis Center dari berbagai unsur institusi ini tadi telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah stake holder di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (24/6/2016).

"Saya sudah sepakati, dalam rapat tadi kami mensetup, hidupkan Crisis Center. Anggotanya tadi hadir rapat," kata Menteri Koordinator Bidan Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan usai rapat koordinasi di kantornya.

Dalam rapat koordinasi tersebut hadir di antaranya Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso.

Luhut menjelaskan, Crisis Center yang dipimpin oleh Sesmenko Polhukam tersebut bertugas untuk mengidentifikasi masalah penyanderaan WNI tersebut.

"Tugas Crisis Center adalah pertama, mengidentifikasi masalah ini secara tajam, kedua siapa yang melakukan penyanderaan ini. ‎Ketiga, apa kaitan penyanderaan sekarang (7 WNI) dengan penyanderaan WNI sebelumnya. Keempat dimana posisi penyanderaan ini, kelima, mereka mencari keterangan lain yang menghasilkan opsi opsi apa yang akan kita lakukan," ujar dia.

Kemudian pada Selasa (28/6/2016) pekan depan tim Crisis Center dengan sejumlah Menteri terkait akan rapat kembali untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

"Selasa (pekan depan) pagi, kami rapat lagi. Baru kami tentukan sikap," ‎tutur dia.

Dia menambahkan, sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan telah menghubungi Duta Besar Filipina untuk pengamanan kapal kapal Indonesia pengangkut batu bara yang melintasi wilayah laut Filipina Selatan, lokasi rawan perompak. Sebab jika jalur lintas laut di perairan Filipina Selatan itu tidak aman, pengiriman batu bara dari Kalimantan akan terhambat, dan itu akan mengganggu pasokan energi listrik Filipina.

"Sebelumnya Menhub sudah berbicara sama duta besar Filipina, bahwa pengamanan dari batas perairan Indonesia dan Filipina itu.‎ Dan Filipina akan mengawal, karena 96 persen kebutuhan batu bara listrik di Filipina Selatan berasal dari Indonesia," kata Luhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Abu Sayyaf Sandera Tujuh WNI

Abu Sayyaf Sandera Tujuh WNI

Foto | Jum'at, 24 Juni 2016 | 13:31 WIB

Ketua DPR Dapat Informasi Penyandera 7 ABK Bukan Abu Sayyaf

Ketua DPR Dapat Informasi Penyandera 7 ABK Bukan Abu Sayyaf

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 13:28 WIB

Banyak Pembajakan, Indonesia Hentikan Kirim Batu Bara ke Filipina

Banyak Pembajakan, Indonesia Hentikan Kirim Batu Bara ke Filipina

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 12:26 WIB

Filipina Harus Bereskan Urusan Internal, Biar Indonesia Tak Repot

Filipina Harus Bereskan Urusan Internal, Biar Indonesia Tak Repot

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 11:48 WIB

3 Kali Penyanderaan ABK di Filipina, Menlu RI: Tak Bisa Ditolerir

3 Kali Penyanderaan ABK di Filipina, Menlu RI: Tak Bisa Ditolerir

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 11:35 WIB

Para Jenderal dan Menteri Rapat Pembebasan 7 ABK dari Abu Sayyaf

Para Jenderal dan Menteri Rapat Pembebasan 7 ABK dari Abu Sayyaf

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 10:47 WIB

Tujuh ABK yang Disandera Abu Sayyaf Berasal dari 2 Kapal

Tujuh ABK yang Disandera Abu Sayyaf Berasal dari 2 Kapal

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 10:13 WIB

Abu Sayyaf Dilaporkan Menculik 7 ABK Indonesia

Abu Sayyaf Dilaporkan Menculik 7 ABK Indonesia

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 09:47 WIB

ISIS Tunjuk Filipina Selatan Sebagai Ibu Kota di Asia Tenggara

ISIS Tunjuk Filipina Selatan Sebagai Ibu Kota di Asia Tenggara

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 03:37 WIB

Tiga Anggota Kelompok Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak

Tiga Anggota Kelompok Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 06:23 WIB

Terkini

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Spesial untuk Pendidikan Anak di Sequoia School

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Spesial untuk Pendidikan Anak di Sequoia School

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:07 WIB

Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta

Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta

Jatim | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Pimpinan DPR Serahkan Kasus Penyadapan Ilegal ke Polri, Komisi III Diminta Pantau Berkala

Pimpinan DPR Serahkan Kasus Penyadapan Ilegal ke Polri, Komisi III Diminta Pantau Berkala

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Stargazer Cartenz Jadi Tulang Punggung Penjualan Hyundai 2026

Stargazer Cartenz Jadi Tulang Punggung Penjualan Hyundai 2026

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Ada Demo di Mabes Polri, 5 Rute Transjakarta Terdampak

Ada Demo di Mabes Polri, 5 Rute Transjakarta Terdampak

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:04 WIB

Besok, Sehari di Backyard: Seru-Seruan Menikmati Akhir Pekan di Halaman Belakang Sekolah

Besok, Sehari di Backyard: Seru-Seruan Menikmati Akhir Pekan di Halaman Belakang Sekolah

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 16:03 WIB

Bertambah! 18 Penerbangan di Eropa Diteror Ancaman Bom, Jet Tempur Dikerahkan

Bertambah! 18 Penerbangan di Eropa Diteror Ancaman Bom, Jet Tempur Dikerahkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:03 WIB

Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun

Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:02 WIB

Ketika Statistik Terlihat Indah, Benarkah Pengangguran Kita Berkurang?

Ketika Statistik Terlihat Indah, Benarkah Pengangguran Kita Berkurang?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:00 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar

Kepala BIN Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:59 WIB

×