Filipina Harus Bereskan Urusan Internal, Biar Indonesia Tak Repot

Siswanto, Bagus Santosa

Jum'at, 24 Juni 2016 | 11:48 WIB
Filipina Harus Bereskan Urusan Internal, Biar Indonesia Tak Repot
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, di Gedung Nusantara III, DPR, Jakarta, Selasa (9/2/2016). (suara.com/Ummi Hidayah Saleh)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto meminta pemerintah Filipina membenahi permasalahan dalam negeri sehingga tidak merepotkan negara tetangga, khususnya Indonesia. Hal ini menyusul adanya aksi penyanderaan terhadap tujuh anak buah kapal Tug Boat Charles oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Ini merupakan aksi penyanderaan yang ketiga kalinya, sebelumnya 14 ABK telah berhasil dibebaskan.

"Tentunya Filipina harus menyelesaikan masalah-masalah dalam negerinya sehingga tidak membuat kerisauan daripada negara tetangga," kata Agus di DPR, Jumat (24/6/2016).

Menurut Agus dibutuhkan tindakan tegas dari pemerintah Filipina untuk menyudahi masalah dalam negeri mereka. Masalah yang dimaksud adalah adanya milisi seperti Abu Sayyaf.

"Saat ini kita betul-betul direpotkan," kata Agus.

Agus juga meminta pemerintah Filipina meningkatkan patroli wilayah perairan, khususnya yang beririsan dengan negara tetangga. Dengan demikian, para perompak tidak bisa leluasa beraksi.

"Segala sesuatu yang menyangkut keamanan betul-betul harus dikuatkan, di perairan Indonesia maupun Filipina. Kami melihat kalau di perairan Indonesia sudah betul-betul terjamin. Kapal perang, armada sudah berpatroli di sana. Tapi Filipina tidak sekuat keamanan di sini. Sehingga masih ada hal-hal yang bisa sampai sekelompok orang melakukan penyanderaan," kata dia.

"Jadi, Filipina harus fokus menyelesaikan permasalahan dalam negeri," Agus menambahkan.

Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi mengatakan pemerintah Indonesia mengecam keras penyanderaan tujuh anak buah kapal asal Indonesia oleh kelompok bersenjata di perairan Filipina.

"Pemerintah Indonesia mengecam keras terulangnya penyanderaan terhadap WNI oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan," kata Retno di kantornya.

Menlu Retno menegaskan aksi penyanderaan kali ini tidak dapat ditolerir lagi. Dia menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan keselamatan WNI.

"Kejadian yang ketiga kalinya ini sangat tidak dapat ditoleransi. Pemerintah akan melakukan semua cara yaang memungkinkan untuk membebaskan para sandera," ‎ujar dia.

Sejak aksi penyanderaan yang pertama, pemerintah Indonesia sebenarnya sudah meminta Pemerintah Filipina memastikan keamanan perairan Filipina Selatan.

"Dalam kaitan ini pemerintah Indonesia siap memberikan kerjasama," kata Retno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Kali Penyanderaan ABK di Filipina, Menlu RI: Tak Bisa Ditolerir

3 Kali Penyanderaan ABK di Filipina, Menlu RI: Tak Bisa Ditolerir

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 11:35 WIB

Para Jenderal dan Menteri Rapat Pembebasan 7 ABK dari Abu Sayyaf

Para Jenderal dan Menteri Rapat Pembebasan 7 ABK dari Abu Sayyaf

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 10:47 WIB

Tujuh ABK yang Disandera Abu Sayyaf Berasal dari 2 Kapal

Tujuh ABK yang Disandera Abu Sayyaf Berasal dari 2 Kapal

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 10:13 WIB

Abu Sayyaf Dilaporkan Menculik 7 ABK Indonesia

Abu Sayyaf Dilaporkan Menculik 7 ABK Indonesia

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 09:47 WIB

ISIS Tunjuk Filipina Selatan Sebagai Ibu Kota di Asia Tenggara

ISIS Tunjuk Filipina Selatan Sebagai Ibu Kota di Asia Tenggara

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 03:37 WIB

Tiga Anggota Kelompok Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak

Tiga Anggota Kelompok Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 06:23 WIB

Terkini

Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta

Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta

Jatim | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Pimpinan DPR Serahkan Kasus Penyadapan Ilegal ke Polri, Komisi III Diminta Pantau Berkala

Pimpinan DPR Serahkan Kasus Penyadapan Ilegal ke Polri, Komisi III Diminta Pantau Berkala

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Stargazer Cartenz Jadi Tulang Punggung Penjualan Hyundai 2026

Stargazer Cartenz Jadi Tulang Punggung Penjualan Hyundai 2026

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Ada Demo di Mabes Polri, 5 Rute Transjakarta Terdampak

Ada Demo di Mabes Polri, 5 Rute Transjakarta Terdampak

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:04 WIB

Besok, Sehari di Backyard: Seru-Seruan Menikmati Akhir Pekan di Halaman Belakang Sekolah

Besok, Sehari di Backyard: Seru-Seruan Menikmati Akhir Pekan di Halaman Belakang Sekolah

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 16:03 WIB

Bertambah! 18 Penerbangan di Eropa Diteror Ancaman Bom, Jet Tempur Dikerahkan

Bertambah! 18 Penerbangan di Eropa Diteror Ancaman Bom, Jet Tempur Dikerahkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:03 WIB

Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun

Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:02 WIB

Ketika Statistik Terlihat Indah, Benarkah Pengangguran Kita Berkurang?

Ketika Statistik Terlihat Indah, Benarkah Pengangguran Kita Berkurang?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:00 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar

Kepala BIN Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:59 WIB

New BIONS by BNI Sekuritas: Mengenal Investasi Saham dengan Lebih Mudah

New BIONS by BNI Sekuritas: Mengenal Investasi Saham dengan Lebih Mudah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:58 WIB

×