Rita Divonis Mati, Tak Sadar Bawa Koper Isi Empat Kilogram Sabu

Siswanto, Dian Rosmala

Senin, 27 Juni 2016 | 20:46 WIB
Rita Divonis Mati, Tak Sadar Bawa Koper Isi Empat Kilogram Sabu
Anggota Komisi IX DPR Imam Suroso [DPR]

Suara.com - Rita Krisdianti, TKI yang bekerja di Malayasia sedang dirundung duka, karena diancam hukuman mati. Berbagai kalangan di Tanah Air tak habis pikir, bagaimana orang yang lugu seperti itu bisa menyimpan 4 kg sabu dalam tasnya. Kasusnya ini masih menyimpan tanda tanya.

Anggota Komisi IX DPR Imam Suroso mempertanyakan ancaman hukuman tersebut. Dalam wawancaranya sebelum mengikuti rapat paripurna di DPR, Senin (27/6/2016), Imam mengungkapkan dirinya beserta utusan APJATI dan pengacara Rita mengunjungi langsung Rita di tahanan Malaysia.

“Rita menangis saat kami tanya kronologisnya. Dia tidak tahu di dalam tasnya ada narkoba. Dia hanya diajak untuk berbisnis pakaian. Dan dia ikut saja,” kata Imam.

Rita ditangkap saat transit di Penang, Malaysia. Wanita asal Ponorogo itu bermaksud pulang ke Indonesia setelah merasa tak betah bekerja dengan majikan di Hong Kong.

Agen Rita, PT. Indo Putra Sejahtera Madiun, bermaksud mengirim Rita ke Makao. Karena lama menunggu keberangkatan ke Makao, Rita ingin pulang kampung dahulu. Saat yang sama Rita ditawari TKW lain untuk berbisnis baju dan kain asal India. Dia pun diminta mengubah kepergiannya dari Makao ke India.

Rita pun diminta membawa koper yang katanya berisi pakaian dan dibawa dalam penerbangan ke Malaysia. Rita tak mengetahui ternyata koper berisi empat kilogram sabu.

Sejak ditangkap. Rita mengalami berbagai proses hukum. Dia sudah tiga tahun ditahan dan sudah menjalani sidang selama 21 kali.

“Cuma saya heran orang yang dihukum mati itu biasanya pemakai narkoba berat atau pengedar. Ini, kan, dia hanya orang bodoh. Kok, hukuman mati, kan aneh. Hati nurani saya terketuk untuk menolong wong cilik,” kata Imam.

Sebelumnya, politisi PDI Perjuangan ini telah berkoordinasi dengan Kemenlu dan BNN. Imam optimistis Rita masih bisa diselamatkan. Bahkan, dia akan mendukung banding ke pengadilan yang lebih tinggi bila ancamannya masih hukuman mati. Imam pun berusaha menemukan novum untuk membatu Rita di persidangan.

“Alhamdulillah, Kemenlu sudah bekerja dengan baik. Saya yakin masalah ini bisa clear. Nanti terakhir masih ada pengampunan dari sultan. Saya yakin dan optimis hukuman mati bisa diringankan. Syukur kalau bisa bebas karena temuan baru. Dulu saya juga pernah menolong Dewi Sukowati di Singapura yang mau dihukum mati. Tetapi, alhamdulilalh tidak dihukum mati. Akhirnya, hanya dihukum penjara biasa. Saya ingin mengulangi keberhasilan itu kepada Rita,” kata Imam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Bentuk Pertolongan Negara ke TKI yang Divonis Gantung

Ini Bentuk Pertolongan Negara ke TKI yang Divonis Gantung

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 16:02 WIB

DPR Dorong Pemerintah Tolong Rita, TKW yang Divonis Gantung

DPR Dorong Pemerintah Tolong Rita, TKW yang Divonis Gantung

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 12:16 WIB

Buruh Migran Terancam Hukuman Mati

Buruh Migran Terancam Hukuman Mati

Foto | Kamis, 28 Januari 2016 | 14:31 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×