Suara.com - Satuan Lalulintas Polres Situbondo, Jawa Timur mencatat ada lima titik rawan kecelakaan di jalur pantai utara. Sehingga petugas dari Polres serta Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika telah menambah rambu-rambu lalu lintas dan penerangan jalan untuk menekan angka kecelakaan.
"Menjelang arus mudik Lebaran, Polres Situbondo telah memetakan daerah-daerah rawan terjadinya kecelakaan. Selain karena kurangnya rambu dan penerangan jalan, lebar jalan di lima titik jalur tersebut juga tergolong sempit," ujar Kepala Satuan Lalulintas Polres Situbondo AKP Evon Fitriyanto di Situbondo, Rabu (29/6/2016).
Lima titik yang rawan kecelakaan lalu lintas itu tersebar di sepanjang jalan raya Pantura Situbondo. Antara lain di jalan raya Desa/Kecamatan Kapongan atau KM 201 hingga 203 arah Surabaya, jalan raya Desa/Kecamatan Banyuglugur atau KM 146 hingga 148, arah Surabaya.
Selain itu di kawasan Hutan Baluran, yakni di jalan raya Desa/Kecamatan Banyuputih atau KM 229 hingga 231 arah Surabaya, dan jalan raya Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo atau KM 202 hingga 203 arah Surabaya, serta jalan raya Desa/Kecamatan Panji atau KM 196 hingga 197 arah Surabaya.
Evon mengingatkan para pemudik untuk lebih berhati-hati dan waspada saat melintas di jalur-jalur tersebut. Karena selama tahun 2016, jalur-jalur itu sering terjadi kecelakaan.
"Kami juga telah menyiapkan ratusan 'banner' berisi imbauan kepada pengendara dan tentang keselamatan berkendara. Banner-banner itu dipasang menyebar di sepanjang jalur Pantura Situbondo, khususnya di lima titik jalur rawan kecelakaan tersebut," ujarnya. (Antara)