Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

Bangun Santoso

Kamis, 23 April 2026 | 20:33 WIB
Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi
Tokoh Nahdatul Ulama (NU) HRM. Khallilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur
baca 10 detik
  • Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Munas dan Konbes pada April 2026, diikuti Muktamar ke-35 pada Juli hingga Agustus 2026.
  • Gus Lilur menekankan pentingnya menerapkan prinsip "Abuktor" untuk memastikan pemimpin baru PBNU memiliki integritas moral tanpa jejak korupsi.
  • Muktamar diharapkan menjadi momentum pemulihan kepercayaan publik melalui kepemimpinan inklusif yang menolak segala bentuk praktik politik uang dan korupsi.

Suara.com - Nahdlatul Ulama (NU) bersiap menyelenggarakan hajatan besar Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli–Agustus 2026. Agenda besar ini akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.

Rangkaian agenda tertinggi organisasi ini menjadi sorotan tajam, terutama terkait arah kepemimpinan masa depan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur menilai rangkaian agenda ini sebagai momentum krusial untuk membuka lembaran baru bagi perjalanan organisasi. Menurutnya, transisi kepemimpinan ini harus membawa perubahan nilai yang fundamental agar tidak terjebak dalam lubang yang sama.

"Namun, setiap lembaran baru hanya bermakna jika ia ditulis dengan nilai yang baru pula. Jika tidak, ia hanya menjadi pengulangan dari problem lama dalam format yang berbeda," kata dia dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Gus Lilur menekankan bahwa Muktamar NU tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas pergantian struktur pengurus semata. Lebih dari itu, forum ini adalah medan pembuktian moralitas organisasi di mata umat dan bangsa. Ia menawarkan sebuah prinsip tegas yang harus menjadi filter utama dalam memilih nahkoda baru
PBNU ke depan.

"Di titik itulah, satu prinsip perlu ditegaskan secara terang abuktor atau asal bukan koruptor," tambah dia.

Prinsip "Abuktor" ini muncul bukan tanpa alasan. Gus Lilur menyoroti realitas yang tengah dihadapi PBNU saat ini, di mana organisasi dianggap sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius. Dalam kacamata ilmu sosial, NU dipandang bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan sebuah jaringan sosial raksasa yang menjadi penopang utama kepercayaan publik di Indonesia.

"Jika kepercayaan itu terganggu, maka yang rusak bukan hanya organisasi, tetapi juga kohesi sosial yang lebih luas," kata dia.

Oleh karena itu, Muktamar NU mendatang harus dijadikan titik awal untuk memulihkan kepercayaan tersebut. Gus Lilur menegaskan bahwa pemulihan nama baik organisasi mustahil dicapai tanpa adanya integritas dari para pemimpinnya. Ia melihat adanya krisis integritas yang nyata di tubuh PBNU saat ini, terutama yang berkaitan dengan isu tata kelola haji.

baca juga

Persoalan tata kelola haji ini mencakup berbagai aspek mulai dari manajemen kuota, layanan katering, pemondokan, hingga pengadaan layanan lainnya. Meski proses hukum mungkin masih berjalan, Gus Lilur berpendapat bahwa dampak persepsi publik sudah sangat merugikan marwah organisasi.

"Dengan demikian, secara etis dan organisatoris, pengurus PBNU yang terseret atau terindikasi dalam praktik korupsi tidak memiliki dasar moral yang kuat untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya," kata Gus Lilur.

Menjelang Muktamar, dinamika politik di internal NU semakin menghangat dengan munculnya konsolidasi dari berbagai kelompok kepentingan. Salah satu yang menonjol adalah pergerakan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam forum Halal Bihalal IKA PMII beberapa waktu lalu. Gus Lilur memberikan pandangannya terkait inklusivitas kepemimpinan di PBNU yang belakangan menjadi perbincangan.

"Saya sepakat dengan Muhaimin dan Nusron bahwa alumni PMII perlu merebut kepemimpinan PBNU. Tidak hanya itu, tidak hanya alumni PMII, bahkan alumni HMI, GMNI, dan organisasi kepemudaan lain, sangat layak untuk mengisi jajaran PBNU," kata Gus Lilur.

Keterbukaan ini bahkan ditarik lebih luas oleh Gus Lilur. Ia berpendapat bahwa PBNU harus menjadi rumah yang inklusif bagi seluruh elemen umat Islam, tanpa memandang latar belakang organisasi kepemudaan sebelumnya, asalkan memiliki komitmen kuat terhadap NU.

"Bukan hanya alumni organisasi kepemudaan, bahkan semua umat Islam yang non NU, jika mau masuk NU, juga bisa mengisi jajaran PBNU. Pun, orang non muslim, jika ia masuk Islam, lalu masuk NU, harus dibolehkan masuk jajaran PBNU," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jubir KPK Dilaporkan Faizal Assegaf ke Polisi, Eks Penyidik: Indikasi Serangan Balik Koruptor

Jubir KPK Dilaporkan Faizal Assegaf ke Polisi, Eks Penyidik: Indikasi Serangan Balik Koruptor

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:29 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri

Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:58 WIB

KPK Bongkar Peran Circle dalam Korupsi: Dari Keluarga hingga Kolega Jadi Jalur Uang Haram

KPK Bongkar Peran Circle dalam Korupsi: Dari Keluarga hingga Kolega Jadi Jalur Uang Haram

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:04 WIB

Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!

Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:08 WIB

Eks Penyidik KPK Beberkan Modus Koruptor: Biayai Hidup Perempuan Muda untuk Samarkan Aset

Eks Penyidik KPK Beberkan Modus Koruptor: Biayai Hidup Perempuan Muda untuk Samarkan Aset

News | Senin, 20 April 2026 | 15:56 WIB

DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'

DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:45 WIB

Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum

Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:37 WIB

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:35 WIB

Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar

Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar

Jawa Tengah | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:31 WIB

DFSK E5 Plus Kantongi 1.100 Pemesanan Sebelum Resmi Meluncur di GIIAS 2026

DFSK E5 Plus Kantongi 1.100 Pemesanan Sebelum Resmi Meluncur di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:31 WIB

5 Hair Mask untuk Merawat Rambut Diwarnai agar Tetap Sehat dan Cerah

5 Hair Mask untuk Merawat Rambut Diwarnai agar Tetap Sehat dan Cerah

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:30 WIB

Pesan Sahroni ke Kuntadi Usai Jadi Jampidsus: Jangan Main Mata Terkait Kasus Febrie

Pesan Sahroni ke Kuntadi Usai Jadi Jampidsus: Jangan Main Mata Terkait Kasus Febrie

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:29 WIB

Dedi Mulyadi Kalah di PTUN, SK UMSK Jabar Harus Dicabut

Dedi Mulyadi Kalah di PTUN, SK UMSK Jabar Harus Dicabut

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:29 WIB

Huawei MatePad Pro Max Meluncur, Tantang Dominasi Laptop dengan AI PC-Level dan Desain Tertipis

Huawei MatePad Pro Max Meluncur, Tantang Dominasi Laptop dengan AI PC-Level dan Desain Tertipis

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:27 WIB

4 Cushion Proteksi SPF 50 Solusi Anti-Ribet Touch-Up saat Aktivitas Outdoor

4 Cushion Proteksi SPF 50 Solusi Anti-Ribet Touch-Up saat Aktivitas Outdoor

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:25 WIB

Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Angkat Topi untuk Bali United

Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Angkat Topi untuk Bali United

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:22 WIB

×