Menpar Arief Yahya Apresiasi Mudik Gratis Sido Muncul

Ririn Indriani

Selasa, 05 Juli 2016 | 11:16 WIB
Menpar Arief Yahya Apresiasi Mudik Gratis Sido Muncul
Mudik gratis 2016 yang digelar oleh Sido Muncul.

Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengacungkan dua jempol, sebagai tanda apresiasi untuk PT Sido Muncul. Produsen jamu merek Tolak Angin, Tolak Linu, Kuku Bima Ener-G dan minuman tradisional herbal itu dinilai konsisten dalam menndukung pariwisata Indonesia.

"Terima kasih Pak Irwan Hidayat, yang atas kesadaran penuh, mempromosikan pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia," ucap Menpar, di Banyuwangi, baru-baru ini kepada pemilik PT Sido Muncul, baru-baru ini.

Menurutnya, selama menjabat sebagai Menpar, sudah berkali-kali Sido Muncul mendukung pariwisata Indonesia melalui iklan-iklan produknya, sambil beriklan, menampilkan keindahan Tanah Air Indonesia, seperti promo "Ayo ke Gorontalo" terkait dengan paus hiu raksasa hingga mudik gratis yang ke-27 tahun ini.

"Menggunakan latar belakang pariwisata sebagai pilihan untuk berpromosi itu hebat. Semoga bisa menginspirasi perusahaan yang lain," papar Arief.

Perusahaan lain, Telkomsel juga sudah mulai melakukannya. Bungkus kartu perdana di Malaysia sudah menggunakan cover (sampul) destinasi wisata Indonesia. Program Elang Nusantara, yang mengambil gambar dari drone (pesawat tanpa awak) di lebih dari 50 kota di Indonesia, Merauke sampai ke Sabang dinilai sudah tampil bagus.

"Saya senang, keindahan Indonesia diapresiasi juga oleh sektor bisnis," ucapnya.

Khusus mudik Lebaran 2016, Sido Muncul juga menempelkan logo Pesona Indonesia di ratusan bus yang mengangkut ribuan pemudik gratis. Dia mengakui, Sido Muncul merupakan pelopor mudik gratis bagi para pejual jamu dan keluarganya di Jakarta dan banyak kota besar lainnya.

Sejak itu, model corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta yang menyediakan transportasi gratis ini banyak ditiru para pelaku bisnis yang lain.

Menpar menyebut, ide kreatif ini selalu dikenal dan dikenang orang sepanjang masa. Apalagi dilakukan dengan selalu menampilkan kreasi baru dan dibungkus dengan ide-ide segar yang makin mengena di hati.

"Konsistensi PT Sido Muncul setiap tahun pantas diapresiasi positif. Apalagi tahun ini adalah kali pertama inisiatif menempel branding (promosi) Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia," kata Arief.

Tagline Smart
Tiga hal yang menurut Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini "pintar", persis seperti tagline (slogan) produk, “Orang Pintar Minum Tolak Angin”. Pertama, hal ini merupakan implementasi konsep kolaborasi pentahelix academician, business, community, goverment dan media (ABCGM)  dalam pariwisata.

"Pariwisata akan maju pesat, jika lima unsur itu bersatu dengan solid," jelas laki-laki asal Banyuwangi itu.

Kedua, lanjut Menpar, Sido Muncul pintar memanfaatkan momentum Idul Fitri dan tradisi mudik. “Mereka bergerak lebih, karena momentum Lebaran, karena waktu bersilaturahim bersama keluarga di kampung. Dari tahun ke tahun, dari waktu ke waktu selalu ada Idul Fitri, seperti agenda tahunan," kata peraih Marketeer of the Year 2013 oleh MarkPlus itu.

Bedanya, momentum itu digunakan dan dikemas dalam mudik massal gratis. Sama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yang kali ini meluncurkan program #PesonaLebaran(kota) dan #PesonaKuliner,  dengan mempromosikan destinasi dan kuliner khas setiap daerah tujuan mudik.

Di sinilah, irisan program kedua lembaga antara PT Sido Muncul dan Kemenpar saling mendukung. "Maka peristiwa yang biasa, di waktu yang istimewa, dikemas menjadi hal yang luar biasa," lanjutnya.

Ketiga, Arief menilai, manajemen Sido Muncul smart dalam mengikutsertakan  media. Media cetak, TV, radio, digital, mendukung acara Sido Muncul dengan cara mereka sendiri. Dan perusahaan jamu itu juga mempromosikan besar-besaran aktivitas mudik itu melalui semua media.

"Itu bisa dihitung, media value (nilai) atau news value (nilai berita)-nya. Ini juga kepintaran Sido Muncul dalam membangun brand (merek), sehingga brand value-nya ikut terangkat setiap tahun," jelas Arief.

Pariwisata Jadi Prioritas
Sementara itu, Irwan juga memuji Kemenpar di bawah kepemimpinan Arief dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini. Menurutnya tepat jika pariwisata dijadikan sektor prioritas, bersama dengan pembangunan inftrastruktur, pangan, energi dan maritim.

"Prioritas itu sudah tepat untuk memajukan Indonesia," sebutnya.

Ia mengatakan, cara berpromosi dengan mengangkat destinasi pariwisata juga sudah dilakukannya sejak 2009, ketika menampilkan Labuan Bajo, Maluku, Danau Toba, Sumba Barat, Nias, Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan lainnya. Semuanya didukung oleh artis-artis ibukota.

"Jamu adalah kekayaan budaya, warisan leluhur yang sudah turun-temurun. Kami mengemas dengan sentuhan teknologi modern dan memasarkannya ke seluruh dunia. Jamu Indonesia juga bisa dijadikan alat promosi pariwisata ke mancanegara, sebagaimana Thailand menggunakan Thai food-nya untuk memperkuat pariwisatanya," kata Irwan Hidayat.

"Saya percaya, sesuatu yang baik, dikelola dengan niat baik, oleh pemerintah yang baik, hasilnya akan baik. Indonesia itu indah dan bangsa ini harus sadar akan keindahan itu. Kalau bangsa sendiri sudah menyadari, maka semua akan menjadi baik," kata Irwan, sembari menyebut Sido Muncul sebagai perusahaan yang selalu menemukan cara untuk membantu pariwisata, kesehatan dan lingkungan.

Irwan menyebut, matahari selalu terbit dari timur. Membangun Indonesia juga harus dimulai dari Timur. Menurutnya benar, jika Presiden Jokowi dan Menpar berkunjung dan menambah popular Raja Ampat, Papua.

"Saya membangun pabrik Sidomuncul di Klepu, Kabupaten Semarang juga membawa 10 kilogram (kg) batu untuk peletakan batu pertama dari kepala burung Papua. Lalu perluasan pabrik mengambil batu dari Aceh," ucap Irwan. (Adv)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kunjungan Wisman hingga Mei Naik 7,48 Persen

Kunjungan Wisman hingga Mei Naik 7,48 Persen

News | Minggu, 03 Juli 2016 | 18:30 WIB

Kemenpar Adakan Pariwisata Goes to Campus

Kemenpar Adakan Pariwisata Goes to Campus

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 20:53 WIB

Gaung Sail Karimata dan Wonderful Sail 2 Hingga ke Auckland

Gaung Sail Karimata dan Wonderful Sail 2 Hingga ke Auckland

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 19:57 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB