alexametrics

Militer Cina Lakukan Patroli Udara di Laut Cina Selatan

Esti Utami
Militer Cina Lakukan Patroli Udara di Laut Cina Selatan
Sebuah kapal patroli Penjaga Pantai Cina saat berada di Laut Cina Selatan. 26/3/2016 [Reuters/Erik De Castro/file]

PLA mengerahkan pesawat-pesawat pengebom H-6K, jet tempur, pesawat pemandu dan pesawat pengisi bahan bakar, untuk mengawasi kepulauan dan karang di kawasan itu.

Suara.com - Seolah mengabaikan keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional, Angkatan Udara Tentara Pembebasan PLA Cina (PLA) baru-baru ini melakukan patroli udara di Laut Cina Selatan, yang menurut seorang juru bicara militer, Senin (18/7/2016), akan dijadikan kegiatan "berkala".

"PLA mengerahkan pesawat-pesawat pengebom H-6K dan tipe lainnya, seperti jet tempur, pesawat pemandu dan pesawat pengisi bahan bakar, untuk mengawasi kepulauan dan karang, termasuk Huangyang Dao," kata Shen Jinke, juru bicara Angkatan Udara PLA.

Shen menambahkan, selama menjalankan misi, pesawat akan melaksanakan berbagai tugas, seperti pemanduan udara, pertempuran udara serta patroli terhadap pulau dan karang.

Menurut sang juru bicara, Angkatan Udara China bertujuan untuk memajukan latihan perang sesungguhnya di lautan, meningkatkan kemampuan memerangi berbagai ancaman keamanan serta menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

"Untuk dapat memenuhi misi itu secara efektif, angkatan udara akan terus melaksanakan patroli tempur secara berkala di Laut Cina Selatan," ujarnya.

Ia menekankan bahwa Kepulauan Laut Cina Selatan telah menjadi milik wilayah Cina sejak zaman purba. Hak dan kepentingan Cina di wilayah maritim tidak boleh dilanggar, tegasnya.

"Angkatan Udara PLA akan dengan tegas melindungi kedaulatan, keamanan dan kepentingan maritim nasionalnya, juga melindungi perdamaian dan stabilitas kawasan serta menghadapi berbagai ancaman dan tantangan," katanya. (Antara/Xinhua)