Survei CSIS: Polisi Paling Rentan Korupsi, KPK Paling Dipercaya

Tomi Tresnady

Selasa, 26 Juli 2016 | 23:13 WIB
Survei CSIS: Polisi Paling Rentan Korupsi, KPK Paling Dipercaya
Ilustrasi petugas polisi. [pixabay]

Suara.com - Survei yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) terhadap 3.900 responden di 34 provinsi di Indonesia menyebutkan bahwa kepolisian adalah lembaga negara yang paling rentan terhadap korupsi.

"Dari 32,9 persen responden yang pernah berhubungan dengan pihak kepolisian, sebanyak 59,8 persen mengaku pernah diminta sesuatu, sementara 36,6 persen mengaku pernah memberikan sesuatu dengan sukarela," ujar peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Arya Fernandes di Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Arya menyebut jumlah itu lebih tinggi dari instansi pemerintah lain yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan, sekolah negeri, mendaftar menjadi PNS, universitas negeri, dan kepengurusan administrasi publik.

Hal itu sejalan dengan penilaian masyarakat yang menganggap program antikorupsi pihak kepolisian tidak efektif.

"Sebanyak 37,1 persen yang menyatakan efektif, sisanya tidak," tutur Arya.

Faktor-faktor tersebut membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian jatuh, bahkan jauh di bawah kepercayaan publik kepada media massa.

Sebanyak 45,3 persen masyarakat menyatakan percaya terhadap polisi, sementara media massa mencapai 55,7 persen.

Adapun lembaga pemerintah yang paling dipercaya adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 86,2 persen.

Oleh karena itu, Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte menyarankan agar seluruh lembaga pemerintah menggunakan teknologi dalam menjalin hubungan dengan masyarakat demi memotong jalur birokrasi.

"Itu untuk memutus hubungan antara birokrat dan masyarakat sehingga mengurangi peluang terjadinya korupsi. Saya kira masa depan kita memang harus ke arah sana, apalagi masyarakat saat ini sudah akrab dengan teknologi," kata Philips.

Survei ini sendiri dilakukan CSIS pada tanggal 17 s.d. 29 April 2016 dengan mengumpulkan data melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur.

Dari 3.900 orang responden, sebanyak 2.000 di antaranya terdistribusi di 34 provinsi dan 1.900 sisanya disebar lagi di lima provinsi khusus yang merupakan daerah prioritas pencegahan korupsi oleh KPK, yaitu Aceh, Banten, Papua, Riau, dan Sumatera Utara. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngaku Jadi Polisi, Empat Pelaku Pemerasan Atlet Panahan Dibekuk

Ngaku Jadi Polisi, Empat Pelaku Pemerasan Atlet Panahan Dibekuk

News | Selasa, 26 Juli 2016 | 11:26 WIB

Pakai Narkoba, 38 Polisi Disekolahkan

Pakai Narkoba, 38 Polisi Disekolahkan

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 01:17 WIB

Mabes Polri Tak Toleransi Anggota Polda Sumut yang Kena Narkoba

Mabes Polri Tak Toleransi Anggota Polda Sumut yang Kena Narkoba

News | Rabu, 20 Juli 2016 | 16:59 WIB

Polisi Ringkus Pelaku Pemerasan Bermodus Anggota Intel

Polisi Ringkus Pelaku Pemerasan Bermodus Anggota Intel

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 17:44 WIB

Ahok Mengaku Pernah Terima Hadiah Jam Tangan

Ahok Mengaku Pernah Terima Hadiah Jam Tangan

News | Selasa, 12 Juli 2016 | 10:52 WIB

Pelaku Penembakan Dallas Diduga Punya Target Lebih Besar

Pelaku Penembakan Dallas Diduga Punya Target Lebih Besar

News | Senin, 11 Juli 2016 | 08:05 WIB

Istri Polisi Depresi dan Tembak Kepala Sendiri

Istri Polisi Depresi dan Tembak Kepala Sendiri

News | Jum'at, 08 Juli 2016 | 16:32 WIB

Tembak Kepala Sendiri, Istri Anggota Polres Jakarta Timur Kritis

Tembak Kepala Sendiri, Istri Anggota Polres Jakarta Timur Kritis

News | Jum'at, 08 Juli 2016 | 06:18 WIB

Polres Jakarta Selatan Bekuk Polisi Gadungan Penipu

Polres Jakarta Selatan Bekuk Polisi Gadungan Penipu

News | Sabtu, 02 Juli 2016 | 16:58 WIB

Polisi Lacak Pembakar Motor dalam Rusuh Suporter Persija

Polisi Lacak Pembakar Motor dalam Rusuh Suporter Persija

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 02:38 WIB

Terkini

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

Daftar Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap, Ada Presiden RI Sebelum Prabowo Subianto

Daftar Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap, Ada Presiden RI Sebelum Prabowo Subianto

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:03 WIB

Lokot Nasution Maju Lagi di Musda Demokrat Sumut, Klaim Kantongi Dukungan DPC

Lokot Nasution Maju Lagi di Musda Demokrat Sumut, Klaim Kantongi Dukungan DPC

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 12:02 WIB

×