Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB
Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik
Guru Besar Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah. [Bidik layar/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
  • Prof. Trubus Rahardiansah menilai kasus tersebut berpotensi memicu dominasi militer serta ancaman adu domba dari pihak asing di Indonesia.
  • Pakar menyarankan penataan ulang kewenangan intelijen agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik dan untuk menjaga supremasi hukum sipil.

Suara.com - Penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh Bareskrim Polri memperuncing kemelut di tubuh aparat penegak hukum.

Sengkarut penyadapan komunikasi rahasia Kepala Negara ini dinilai berisiko menggerus marwah kepolisian sekaligus membuka celah bagi masuknya aktor lain yang berpotensi memanfaatkan konflik tersebut, termasuk dari kalangan militer.

Guru Besar Sosiologi Hukum Universitas Trisakti, Prof. Trubus Rahardiansah, menyoroti potensi munculnya dominasi militer dalam tata kelola keamanan sipil akibat melemahnya legitimasi kepolisian di tengah konflik politik.

“Saya khawatir ini malah nanti munculnya free rider, benturan penunggang bebas. Penunggang bebasnya siapa? Ya TNI kan,” ujarnya saat berbincang dengan Suara.com, Rabu (4/11/2026).

Menurut Trubus, kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan unsur militer untuk memperluas pengaruh dan jangkauan kewenangannya, termasuk pada sejumlah posisi strategis pemerintahan.

“Kan jabatan sektor sekarang hampir dikuasai TNI. Ini termasuk yang aktif-aktif itu kan banyak tuh,” lanjutnya.

Selain berpotensi memicu persaingan pengaruh antarlembaga, konflik di tubuh aparat penegak hukum juga dikhawatirkan membuka peluang bagi pihak asing untuk memanfaatkan situasi demi memperlemah persatuan nasional.

“Dalam hal ini bisa saja diadu domba oleh pihak asing juga ya, yang menginginkan perpecahan di Indonesia gitu loh,” kata Trubus.

Ia menilai penyalahgunaan wewenang di lembaga penegak hukum untuk kepentingan kekuasaan tertentu merupakan ancaman serius bagi demokrasi. Karena itu, kewenangan penyadapan harus dibatasi secara ketat dan dijalankan sesuai ketentuan hukum.

baca juga

Trubus mengingatkan bahwa tidak semua institusi maupun aparat memiliki kewenangan untuk melakukan penyadapan. Kewenangan tersebut hanya dimiliki lembaga tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan.

“Yang bisa melakukan penyadapan itu hanya lembaga tertentu. Polri, TNI, kan itu. Ya nggak semuanya kan, termasuk KPK yang bisa nyadap. Sesuai undang-undang gitu loh,” ujarnya.

Di tengah polemik kasus penyadapan Presiden Prabowo, penataan ulang kewenangan intelijen dan pengawasan terhadap praktik penyadapan menjadi penting. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan instrumen intelijen sebagai alat kepentingan politik sekaligus menjaga supremasi hukum sipil di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:03 WIB

Silsilah Keluarga Listyo Sigit, Eks Kapolri Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

Silsilah Keluarga Listyo Sigit, Eks Kapolri Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:57 WIB

Terkini

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

Daftar Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap, Ada Presiden RI Sebelum Prabowo Subianto

Daftar Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap, Ada Presiden RI Sebelum Prabowo Subianto

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:03 WIB

Lokot Nasution Maju Lagi di Musda Demokrat Sumut, Klaim Kantongi Dukungan DPC

Lokot Nasution Maju Lagi di Musda Demokrat Sumut, Klaim Kantongi Dukungan DPC

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 12:02 WIB

×