Jaksa Sebut Kesaksian Ahli Kuatkan Jessica Pembunuh Mirna

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 04 Agustus 2016 | 10:10 WIB
Jaksa Sebut Kesaksian Ahli Kuatkan Jessica Pembunuh Mirna
Sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Jaksa penuntu umum menganganggap keterangan dua ahli telah yang telah dihadirkan di sidang terdakwa Jessica Kumala Wongso telah membuktikan Wayan Mirna Salihin tewas karena meminum es kopi Vietnam bercampur racun sianida.

Jaksa Ardito Muwardi mengatakan dari beberapa organ dalam tubuh Mirna untuk dijadikan sampel menunjukan adanya sianida terutama pada bagian lambung Mirna.

"Dan ahli sudah jelaskan kalau pemeriksaan dalam ada beberapa jaringan yang diambil, seperti di hati, lambung, empedu dan urine. Dan semua hasilnya negatif kecuali dilambung (bersianida)," kata Jaksa Ardito usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016) malam.

Kata Ardito, saksi ahli juga sudah menjelaskan reaksi sianida setelah Mirna meminun es kopi tersebut. Menurutnya, kerja sianida sangat cepat membunuh korbannya karena langsung menyerang organ vital seperti otak dan jantung.

"Kan sudah dijelaskan kalau sianida menghambat pernafasan. Karena dia mengikat oksigen. Sehingga darah yang kena sianida tidak dapat mengangkut oksigen. Jadi metabolisme pasti berhenti," katanya.

Keterangan ahli, kata dia juga telah menjelaskan soal sifat senyawa sianida di depan Majelis Hakim yakni soal adanya perubahan warna atau bau apabila tercampur dengan minuman.

"Yang harus dimaknai adalah semua keterangan harus dicermati. Bahwa sianida ini kan zat yang mudah melepaskan dan mudah menguap. Dan tercampur zat tertentu, bisa berubah, sebagaimana PH maksimal 14. Dan kenapa didalam perut hanya 0,2 miligram ya itu karena mengurai," kata dia.

Lebih lanjut, Ardito mengatakan beberapa organ bagian dalam Mirna yang diuji di Pusat Laboratorium Forensik Polri hanya dilakukan pemeriksaan luar berdasarkan permintaan penyidik.

"Apa yang dilakukan Puslabfor berdasarkan permintaan penyidik dan saat itu hanya butuh pemeriksaan luar saja," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengacara Jessica Anggap Sianida di Tubuh Mirna Cuma Tafsir Ahli

Pengacara Jessica Anggap Sianida di Tubuh Mirna Cuma Tafsir Ahli

News | Rabu, 03 Agustus 2016 | 22:01 WIB

Sidang Pembunuhan Mirna Ditunda Pekan Depan

Sidang Pembunuhan Mirna Ditunda Pekan Depan

News | Rabu, 03 Agustus 2016 | 21:27 WIB

Debat Sengit, Pengacara Jessica Diminta Cium Sianida Bau Kentut

Debat Sengit, Pengacara Jessica Diminta Cium Sianida Bau Kentut

News | Rabu, 03 Agustus 2016 | 20:12 WIB

Sianida Buat Habisi Mirna Lebihi Dosis untuk Bunuh Satu Orang

Sianida Buat Habisi Mirna Lebihi Dosis untuk Bunuh Satu Orang

News | Rabu, 03 Agustus 2016 | 19:35 WIB

Jessica Garuk-garuk Saat Mirna Kejang, Ini Penjelasan Ahli

Jessica Garuk-garuk Saat Mirna Kejang, Ini Penjelasan Ahli

News | Rabu, 03 Agustus 2016 | 18:08 WIB

Terkini

Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar

Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:26 WIB

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:09 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:09 WIB

Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?

Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:05 WIB

RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas

RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:04 WIB

Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan

Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:55 WIB

Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina

Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:46 WIB

DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim

DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:44 WIB

Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor

Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:38 WIB

Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi

Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:24 WIB