Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu

Bernadette Sariyem

Senin, 01 Juni 2026 | 13:53 WIB
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato memperingati Hari Lahir Pancasila, yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). [YouTube/Sekretariat Negara]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyerukan kemandirian ekonomi dan politik Indonesia dalam pidato Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (1/6/2026).
  • Prabowo menegaskan perlunya memutus ketergantungan terhadap negara lain demi menjaga kedaulatan bangsa dari tekanan dinamika geopolitik global yang tidak menentu.
  • Pembangunan ekonomi domestik yang kokoh menjadi prasyarat utama agar Indonesia mampu mencapai kemakmuran dan dihormati di panggung internasional.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyerukan untuk membangun Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari dalam ekonomi maupun politik. Itu untuk memutus ketergantungan terhadap negara lain.

Seruan itu dilontarkan Prabowo dalam pidato memperingati Hari Lahir Pancasila, yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Di lokasi bersejarah tersebut, Presiden Prabowo menegaskan kembali visi besarnya untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang benar-benar mandiri dan berdaulat, sejalan dengan prinsip "Berdikari" atau berdiri di atas kaki sendiri yang dulu digelorakan oleh Proklamator RI, Bung Karno.

Prabowo mengingatkan seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda yang kini mendominasi struktur demografi Indonesia, bahwa kedaulatan sejati tidak akan pernah datang dari belas kasihan negara lain.

Menurutnya, ketergantungan terhadap kekuatan luar, hanya akan membuat posisi Indonesia rentan di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu.

"Tidak ada bang salin yang akan kasihan kepada kita. Kalau rakyat kita lapar, rakyat kita kesulitan, tidak ada bangsa lain, kekuatan lain, yang mau kasihan dan membantu," kata Prabowo.

Menolak Bergantung pada Bangsa Lain

Prabowo menyatakan kegelisahannya terhadap pola-pola ketergantungan, yang selama ini masih membayangi Indonesia.

Ia ingin memutus rantai tersebut agar Indonesia mampu menentukan nasibnya sendiri tanpa perlu didikte oleh kekuatan asing.

baca juga

"Sesungguhnya kita tak mau jadi bangsa yang tergantung pada bangsa lain," tegas Prabowo.

Ia menjelaskan, kemerdekaan sebuah bangsa hanya cangkang kosong bila tak dibarengi kemakmuran rakyat.

Baginya, kedaulatan dan kemakmuran adalah dua sisi dari koin yang sama. Satu tidak bisa eksis tanpa yang lain.

Pembangunan ekonomi yang kokoh di dalam negeri adalah prasyarat utama agar suara Indonesia didengar di panggung internasional.

Prabowo mengingatkan kembali amanat besar yang pernah disampaikan oleh Presiden Soekarno, mengenai pentingnya mentalitas bangsa yang berani.

"Seperti proklamator kita, pendiri bangsa kita, Bung Karno. Dia pernah menganjurkan agar kita berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Ini adalah intisari kedaulatan negara," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi 'Dilupakan' Tanpa Undangan, Hari Lahir Pancasila Jadi Panggung Keakraban Prabowo-Megawati

Jokowi 'Dilupakan' Tanpa Undangan, Hari Lahir Pancasila Jadi Panggung Keakraban Prabowo-Megawati

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:44 WIB

Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air

Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:36 WIB

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:32 WIB

Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!

Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:20 WIB

To Build the World Anew: Saat Pancasila Ditawarkan Menata Ulang Dunia

To Build the World Anew: Saat Pancasila Ditawarkan Menata Ulang Dunia

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 13:35 WIB

Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global

Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:04 WIB

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB

Pancasila Rasa Seblak & Koplo: Cara Akar Rumput Jaga Persatuan Indonesia

Pancasila Rasa Seblak & Koplo: Cara Akar Rumput Jaga Persatuan Indonesia

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 13:50 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×