Indonesia Perlu Teknologi Agar Petani Tak Terpengaruh La Nina

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 10 Agustus 2016 | 21:28 WIB
Indonesia Perlu Teknologi Agar Petani Tak Terpengaruh La Nina
Presiden Joko Widodo menghadiri panen raya di Kabupaten Sukoharjo, Solo, Sabtu (3/10). [Setpres/Rusman]

Suara.com - Pemerintah telah mengantisipasi datangnya La Nina dengan menginformasikan kepada petani hortikultura untuk menyesuaikan masa tanam agar tidak terkena dampak yang dapat merugikan.

"Hadirnya La Nina ini dapat dilihat dari datangnya musim hujan lebih awal, tentunya hal ini dapat mempengaruhi produksi petani hortikultura," kata Ketua Dewan Hortikultura Nasional Benny Kusbini di Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Benny mengatakan perlu dipikirkan agar produksi hortikultura Indonesia tidak terlalu terpengaruh musim dengan memanfaatkan teknologi pertanian seperti halnya dilaksanakan di beberapa negara.

"Kita bangun green house (rumah tanaman) di sentra-sentra hortikultura baik menggunakan kaca atau plastik sehingga panen dapat dilaksanakan setiap waktu tanpa mengenal cuaca," kata Benny.

Menurut Benny pemerintah baik pusat maupun daerah dapat memfasilitasi pembangunan green house ini mengingat biayanya yang tidak kecil, sebagai tahap awal dapat dilakukan di sentra-sentra hortikultura seperti tomat, bawang, dan lain sebagainya.

Benny juga menilai perlunya data produksi hortikultura yang lebih detil untuk mengantisipasi gejolak harga. Jadi selain data cuaca juga data panen di setiap sentra-sentra produksi hortikulutra tujuannya agar petani tetap untung dan harga masih terkendali.

Undang-undang hortikultura telah membagi peran dan tugas baik pemerintah, petani, dan stakeholder lainnya dalam pengembangan hortikultura seperti pengadaan infrastruktur, benih unggul, pupuk, dan lain sebagainya.

Sedangkan Kepala Badan Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengkajian Ekonomi (LP3E) Kadin, Didik J. Rachbini mengatakan ke depannya dituntut petani yang memiliki kemampuan inovasi dan berjiwa wirausaha. Dengan kemampuan seperti itu maka petani akan menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil taninya baik itu dengan memanfaatkan benih unggul, green house atau cara-cara lain.

Menurut Didik peran tenaga penyuluh juga sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan hortikultura di Indonesia, mereka bertugas menyampaikan teknologi pertanian terkini kepada petani agar dapat diaplikasikan.

Lebih jauh Ketua Asosiasi Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo), Afrizal Gindow mengatakan perkembangan hortikultura dalam lima tahun terakhir mengalami perbaikan terlihat impor turun 17 persen dan ekspor naik 23 persen.

"Hal ini disumbang naiknya produksi hortikultura diantaranya sayuran 2,7 persen, buah 6,6 persen, tanaman obat 4,24 persen, florikultura jenis bunga potong 18,6 persen," ungkap Afrizal.

Peluang hortikultura ke depannya sangat besar terlihat dari jumlah penduduk Indonesia mencapai 350 juta tahun 2050 sehingga perlu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Kesadaran pola hidup sehat mulai dilakukan di sejumlah negara dengan mengurangi konsumsi karbohidrat seperti beras, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran," kata Afrizal.

Ia mengatakan 50 persen keberhasilan usaha petani hortikultura ditentukan pada kualitas benih, sedangkan biaya benih sendiri hanya 3-5 persen dari seluruh biaya produksi pertanian.

Dia mengakui salah satu tantangan dalam bertani hortikultura adalah kondisi cuaca, seperti hadirnya La Nina akan mendorong berkembangnya jamur dan bakteri yang dapat merusak tanaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh

Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:07 WIB

Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral

Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:03 WIB

Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?

Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:58 WIB

Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel

Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:52 WIB

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:46 WIB

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:44 WIB

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:38 WIB

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak

Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:30 WIB