Pejuang Gender Siti Khadijah Dianugerahi SK Trimurti 2016

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 26 Agustus 2016 | 20:20 WIB
Pejuang Gender Siti Khadijah Dianugerahi SK Trimurti 2016
Pejuang Gender Siti Khadijah. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Pejuang gender melalui radio komunitas di Deli Serdang, Sumatera Utara Siti Khadijah meraih Penghargaan SK Trimurti 2016. Penghargaan itu diberikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Khadijah adalah seorang aktivis pemberdayaan perempuan buruh kebun di bawah Organisasi Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (Hapsari). Perempuan kelahiran 13 Maret 1978 ini gencar mendorong penguatan kepemimpinan perempuan dan membangun radio komunitas Hapsari, untuk wadah ekspresi kelompok perempuan pendidikan gender.

Khadijah terpilih karena konsisten dan militan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan buruh kebun melalui media massa dari wilayah yang sulit terjangkau oleh akses. Dewan  Juri yang terdiri dari  Ging Ginanjar (Jurnalis BBC Indonesia ), Missiyah (Direktur Institut Kapal Perempuan), dan  Mariana Amiruddin (Komisioner Komnas Perempuan) serta  Panitia SK Trimurti menilai, Khadijah memenuhi semua kriteria kandidat penerima penghargaan SK Trimurti.

“Khadijah aktivis perempuan yang perjuangannya disuarakan lewat media, konsisten dan militan di jalurnya, memiliki perspektif gender, HAM dan pluralisme yang komprehensif serta mewakili wilayah yang sulit dijangkau atau didengar oleh publik,” kata Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim, Jumat (26/8/2016).

Sejak 2001 Khadijah terlibat aktif memberikan pendidikan kepemimpinan, pengembangan unit usaha ekonomi, dan pendidikan gender  lewat berbagai kegiatan kreatif. Semisal, pentas teater perempuan yang mengangkat kasus kekerasan, diskriminasi terhadap perempuan, atau kegiatan pelatihan ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan. Pada 2009, Khadijah dipercaya untuk mengelola radio komunitas Hapsari. Di bawah asuhannya, radio ini berkembang menjadi wadah ekspresi komunitas perempuan yang progesif.

Ia melatih para buruh tani ini untuk percaya diri berbicara di depan publik lewat radio mengenai hak-hak perempuan di ruang publik. Sejumlah konten siaran lainnya berisi kritik terhadap tatanan nilai dan budaya patriarkat dan paternalisme di lingkungan mereka. Selain itu, Siti juga mengajari komunitas perempuan untuk bisa menggunakan media sosial.

“Penghargaan ini bukan sekedar apresiasi kepada figur-figur perempuan di di daerah, kami berharap penghargaan ini bisa menjadi afirmatif untuk mereka yang kurang terekspos agar mereka terus berkarya,” kata Ging Ginanjar, Anggota Dewan Juri SK Trimurti 2016.

Penghargaan SK Trimurti digagas AJI sejak tahun 2008 sebagai upaya penghormatan terhadap perjuangan perempuan. Anugerah ini sekaligus menjadi momentum penghormatan terhadap pahlawan nasional perempuan, yang juga  jurnalis perempuan Indonesia pertama: Soerastri Karma (SK) Trimurti.  

AJI memberikan anugerah ini khusus kepada perempuan dalam perjuangan mereka baik dalam demokrasi, HAM hingga kebebasan pers di Indonesia. Dan menjadi  bagian dari upaya AJI  mendorong kesetaraan gender di media massa.

“Siti layak menerima penghargaan ini karena konsistensi dan kegigihannya memperjuangkan hak perempuan untuk berekpresi. Siti tak hanya memperjuangkan keterwakilan perempuan secara struktural, tapi juga ke dalam tatanan nilai masyarakat di sana yang masih patriarkat,” Kata Raisya Maharani, Koordinator Divisi Perempuan AJI Jakarta.

Tahun ini, Panitia menerima 13 kandidat yang berlatarbelakang aktivis pemberdayaan perempuan dan hak asasi manusia, buruh, pekerja rumah tangga (PRT) perempuan, seperti Martha Hebi, Devi Asmarani, Lies-Marcoes, Ririn Hayudiani, Dewi Candraningrum, Dian Septi, Gunarti adalah beberapa nama kandidat yang masuk dalam seleksi panitia SK Trimurti 2016.

Proses pemilihan kandidat hingga keputusan Dewan Juri  pada 24 Agustus 2016 lalu, telah dilaksanakan melalui penelusuran jejak rekam dan  pengecekan silang  mengenai profil  para nomine -- melalui perpanjangan tangan AJI kota. Yakni,  asosiasi AJI di berbagai kota di Indonesia dan juga berbagai jaringan aktivis perempuan. Penelusuran dan penilaian itu dilakukan dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2016. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Marah Soal Data Kalijodo: Lu Kasih Tahu Tuh Komnas HAM

Ahok Marah Soal Data Kalijodo: Lu Kasih Tahu Tuh Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 15:39 WIB

Kasus Kalijodo, Ahok: Komnas HAM Jangan Asal Ngomong

Kasus Kalijodo, Ahok: Komnas HAM Jangan Asal Ngomong

News | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 14:57 WIB

Ingin Tampil Beda ala Kelly Jenner? Coba Teknik Ombre Ini

Ingin Tampil Beda ala Kelly Jenner? Coba Teknik Ombre Ini

Lifestyle | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 08:59 WIB

Tujuh Negara Paling Tak Aman bagi Perempuan

Tujuh Negara Paling Tak Aman bagi Perempuan

Lifestyle | Kamis, 25 Agustus 2016 | 10:13 WIB

Syarifa Rahima, Sastrawan Belia & Pengusaha Cafe Moco

Syarifa Rahima, Sastrawan Belia & Pengusaha Cafe Moco

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 07:58 WIB

Hati-hati, Keputihan yang Tak Diobati Bisa Memicu Kanker Serviks

Hati-hati, Keputihan yang Tak Diobati Bisa Memicu Kanker Serviks

Health | Senin, 22 Agustus 2016 | 19:17 WIB

Ini Alasan Perempuan Hindari Kontak Mata dengan Anda

Ini Alasan Perempuan Hindari Kontak Mata dengan Anda

Lifestyle | Senin, 22 Agustus 2016 | 01:26 WIB

Middlesbrough dan West Ham Petik Kemenangan Pertama

Middlesbrough dan West Ham Petik Kemenangan Pertama

Bola | Senin, 22 Agustus 2016 | 00:56 WIB

Apakah Ukuran Payudara Pengaruhi Produksi ASI?

Apakah Ukuran Payudara Pengaruhi Produksi ASI?

Lifestyle | Kamis, 18 Agustus 2016 | 18:01 WIB

Waspadai Kondisi Ini Saat "Creambath" di Salon

Waspadai Kondisi Ini Saat "Creambath" di Salon

Lifestyle | Kamis, 18 Agustus 2016 | 15:37 WIB

Terkini

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×