Jokowi Ingatkan DPRD Tidak Bikin Perda Sulitkan Investasi

Tomi Tresnady, Erick Tanjung

Rabu, 31 Agustus 2016 | 06:21 WIB
Jokowi Ingatkan DPRD Tidak Bikin Perda Sulitkan Investasi
Presiden Joko Widodo bertemu maestro lukis Srihadi Soedarsono bersama istri, Farida Srihadi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (30/8/2016). [Biro Pers]
Presiden Joko Widodo mengajak pemerintah pusat, daerah, provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia untuk bersinergi bersama-sama menghadapi persaingan global yang semakin berat.
 
Hal itu disampaikan  Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) di Hall C2, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016).
 
"Kita sadar semuanya di daerah sudah terasa kompetisi,  persaingan sekarang sangat sengit, antar negara, antar daerah akan terjadi," kata Jokowi.
 
Dia menjelaskan kondisi kemudahan berbisnis dan daya saing global, Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara-negara tetangga di Asean, seperti Malaysia dan Singapura.
 
"Tingkat kemudahan bisnis kita masih 109. Daya saing global juga sama, kita masih di posisi empat Asean, 37 dunia," ujar dia.
 
Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan para anggota ADKASI dalam membuat Peraturan Daerah (Perda) harus mementingkan kemudahan masyarakat dalam berusaha dan membantu meningkatkan perkembangan iklim investasi.
 
"Kepada Bapak, Ibu, Ketua, Pimpinan, Anggota kalau membuat Perda, buat Perda yang membuat masyarakat mudah berusaha jangan Perda yang membebani," tutur dia.
 
Karena itu, Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah membatalkan 3.143 peraturan daerah yang dinilai tidak ramah kepada investasi, dan tidak ramah perdagangan. "Justru menambahkan urusan kalau kita ingin mengurus sesuatu. Kita harus berpikir simpel, jangan seperti itu."
 
Presiden juga menjelaskan bahwa selama periode kepemimpinannya, jangan terlalu banyak undang-undang yang dibuat, karena setiap undang-undang yang dihasilkan akan diikuti produk hukum lainnya, seperti Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri.
 
Sementara di era kompetisi ini, perubahan selalu terjadi setiap detik, sehingga tidak perlu banyak undang-undang. 
 
"Nggak perlu banyak undang-undang, sedikit tapi kualitas yang baik. Perda juga seperti itu, yang dapat mendongkrak ekonomi di daerah," ucapnya.
 
Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengingatkan pentingnya fokus konsentrasi pembangunan suatu daerah, di mana manajemen anggaran di setiap daerah harus menjalankan prinsip money follow program.
 
"Saya titip hal manajemen anggaran di daerah agar daerah fokus, jangan money follow function. Jangan semua dinas dibagi-bagi, tidak akan jadi barang," tutur dia.
 
Segera Cairkan Dana Daerah di BPD
 
Jokowi menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari Menteri Keuangan, total dana daerah yang berada di Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih sebesar Rp224,67 Triliun. Dia berharap dana daerah ini dapat segera dicairkan sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat di daerah. 
 
"Rp224 Triliun besar sekali," ujar dia.
 
Maka dari itu, Jokowi meminta kepada seluruh anggota ADKASI untuk mengingatkan eksekutif di daerah segera mencairkan dana daerah tersebut. "Kalau dikeluarkan pasti ekonominya membaik," terang Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Maestro Lukis Srihadi Hadiahkan Karya kepada Jokowi

Maestro Lukis Srihadi Hadiahkan Karya kepada Jokowi

News | Selasa, 30 Agustus 2016 | 21:19 WIB

Para Pejabat Daerah Sorak-sorai Sambut Jokowi, Minta Foto Bareng

Para Pejabat Daerah Sorak-sorai Sambut Jokowi, Minta Foto Bareng

News | Selasa, 30 Agustus 2016 | 17:29 WIB

Jokowi Ajak Bintang Film dan Sutradara Makan Siang di Istana

Jokowi Ajak Bintang Film dan Sutradara Makan Siang di Istana

News | Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:52 WIB

Jokowi Tegaskan Tax Amnesty Bidik Wajib Pajak Besar

Jokowi Tegaskan Tax Amnesty Bidik Wajib Pajak Besar

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 13:24 WIB

Jokowi Berharap Fintech Pangkas Rantai Perdagangan

Jokowi Berharap Fintech Pangkas Rantai Perdagangan

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 13:11 WIB

Jokowi: Fintech Kesempatan Emas Akses Layanan Keuangan

Jokowi: Fintech Kesempatan Emas Akses Layanan Keuangan

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 12:59 WIB

RUU Pemilu Segera Dibahas Pemerintah, Begini Harapan KPU

RUU Pemilu Segera Dibahas Pemerintah, Begini Harapan KPU

News | Senin, 29 Agustus 2016 | 15:30 WIB

Jokowi Lantik Hasyim Asy'ary

Jokowi Lantik Hasyim Asy'ary

Foto | Senin, 29 Agustus 2016 | 13:35 WIB

Jokowi: Sudah 12 Tahun Tol Manado-Bitung Berhenti

Jokowi: Sudah 12 Tahun Tol Manado-Bitung Berhenti

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2016 | 12:57 WIB

Jokowi Kampanyekan Makan Daging Kambing

Jokowi Kampanyekan Makan Daging Kambing

News | Minggu, 28 Agustus 2016 | 12:45 WIB

Terkini

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:47 WIB

Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi

Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:45 WIB

Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi

Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:44 WIB

Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'

Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:36 WIB

Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan

Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:32 WIB

DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian

DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:18 WIB

Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?

Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:11 WIB

Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat

Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:04 WIB