Ahli Patologi Forensik Australia Duga Mirna Tewas karena Kopi

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 06 September 2016 | 06:12 WIB
Ahli Patologi Forensik Australia Duga Mirna Tewas karena Kopi
Ahli Patologi Forensik dari Australia, Beng Ong menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (5/9). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Majelis Hakim memberondong pertanyaan kepada ahli Patologi Forensik dari Universitas Queensland, Brisbane, Australia, Beng Beng Ong, karena keterangannya dianggap berulang-ulang.

Hakim anggota pun mencecar Beng yang merupakan saksi meringankan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Awalnya, Beng tetap menilai jika Mirna meninggal bukan karena racun sianida. Karena, menurut Beng, pemeriksaan sampel cairan lambung hanya menemukan sianida seperti barang bukti nomer empat yang ditampilkan di layar dinding pengadilan.

"Karena tingkat sianida yang dijumpai adalah sampel yang diambil di lambung. Maksudnya barang bukti nomor empat adalah cairan lambung. artinya ada hasil yang satu positif," kata Ben dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2016) dini hari.

Hakim anggota Binsat Gultom tetap meminta saksi ahli tidak mengulang kesimpulannya tersebut. Sebab, menurutnya dari pemeriksaan ditemukan sianida sebesat 0,2 miligram perliter di lambung Mirna.

"Nah kita kembali lagi itu kesimpulan, di dalam (pemeriksaan) forensik ada (sianida), bagaiamana anda mengatakan tidak menyebabkan racun sianida, semantara dilambung ada sisa dari sianida," kata Binsar.

Mendengar hal itu, Ben yang didampingi penerjemah di kursi saksi pun menganggap kemungkinan sianida yang ditemukan karena Mirna sudah meningga selama 3 hari. Pasalnya dia menyebutkan sianida bisa timbul pada seseorang pasca kematian.

"Iya kalau kita kesimpulan dua hal yang bapak sebutkan, akan tetapi ada penjelasan alternatif, untuk keberadaan sianida di dalam lambung dan karena sianida tersebut terbentuk pasca kematian," katanya

Binsar pun menimpali apakah kesimpulan tersebut berdasarkan teori atau pengalaman saksi ahli yang kerap menangani pemeriksaan forensik pada korban kasus pembunuhan. Binsar juga meminta agar saksi ahli secara khusus mengamati kasus kematian Mirna.

Sebab Binsar menilai jika Ben hanya menjelaskan kasus kematian karena racun secara umum. Terlebih, saksi tersebut juga tak secara langsung mengetahui kematian Mirna berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan.

Mendengarkan hal tersebut, Ben pun mengatakan kecil kemungkinan Mirna tewas setelah meminum es kopi Vietnam yang dicampur sianida.

"Saya kira mengingat riwayat yang terjadi, kecurigaan yang pertama mungkin itu terkait dengan minuman (kopi yang diduga dicampur sianida)," kata Beng.

Meski tidak bisa memastikan, namun, kata Ben, apabila sianida itu masuk dari mulut Mirna, maka racun tersebut menyebar ke organ tubuh secara cepat.

"Selama yang bersangkutan masih hidup (usai meminum kopi sianida) dan jatungnya berdenyut, maka sianida yang masuk ke tubuh bisa menyebar," Beng menambahkan.

Hakim Binsar pun kembali bertanya apakah ada racun lain selain sianida dalam tubuh Mirna setelah meminum kopi pesanan Jessica

"Jawabannya tidak, tidak ada racun lain (selain sianida yang masuk) ke dalam badan (Mirna)," kata Beng menimpali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sampai Tengah Malam, Sidang 'Kopi Maut Mirna' Dilanjutkan Rabu

Sampai Tengah Malam, Sidang 'Kopi Maut Mirna' Dilanjutkan Rabu

News | Selasa, 06 September 2016 | 01:40 WIB

Saksi Ahli dari Jessica Mengaku Tak Punya 'Sertifikat Sianida'

Saksi Ahli dari Jessica Mengaku Tak Punya 'Sertifikat Sianida'

News | Selasa, 06 September 2016 | 00:58 WIB

Ayah Mirna ke Saksi Ahli dari Australia: "Go to Jail"

Ayah Mirna ke Saksi Ahli dari Australia: "Go to Jail"

News | Selasa, 06 September 2016 | 00:48 WIB

Ahli Patologi Forensik Australia Ragu Mirna Tewas karena Sianida

Ahli Patologi Forensik Australia Ragu Mirna Tewas karena Sianida

News | Selasa, 06 September 2016 | 00:42 WIB

Jika Kasus Kematian Mirna di Amerika, Sudah Ditutup

Jika Kasus Kematian Mirna di Amerika, Sudah Ditutup

News | Senin, 05 September 2016 | 22:06 WIB

Sidang Jessica Geger Saat Jaksa Ungkit Visa Saksi Asal Australia

Sidang Jessica Geger Saat Jaksa Ungkit Visa Saksi Asal Australia

News | Senin, 05 September 2016 | 21:11 WIB

Dimentahkan Saksi Jessica, Cuma Begini Reaksi Jaksa

Dimentahkan Saksi Jessica, Cuma Begini Reaksi Jaksa

News | Senin, 05 September 2016 | 20:17 WIB

Saksi Jessica Bandingkan Kematian Mirna dengan 2 Kasus Tragis Ini

Saksi Jessica Bandingkan Kematian Mirna dengan 2 Kasus Tragis Ini

News | Senin, 05 September 2016 | 19:53 WIB

Seharusnya Sianida Juga Ditemukan di Hati dan Empedu Mirna

Seharusnya Sianida Juga Ditemukan di Hati dan Empedu Mirna

News | Senin, 05 September 2016 | 19:45 WIB

Keterangan Saksi Jessica Berlawanan Terus dengan Saksi dari JPU

Keterangan Saksi Jessica Berlawanan Terus dengan Saksi dari JPU

News | Senin, 05 September 2016 | 19:50 WIB

Terkini

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:24 WIB

Daftar Kerabat Raffi Ahmad yang Kini Duduki Jabatan Publik, dari DPRD hingga BUMN

Daftar Kerabat Raffi Ahmad yang Kini Duduki Jabatan Publik, dari DPRD hingga BUMN

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:23 WIB

'Kita kan Banteng, Bukan Kerbau', Kelakar Elite PDIP Tanggapi Video Viral Jokowi di Lampung

'Kita kan Banteng, Bukan Kerbau', Kelakar Elite PDIP Tanggapi Video Viral Jokowi di Lampung

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:22 WIB

Pembangunan SDM Jadi Prioritas, Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis di Papua

Pembangunan SDM Jadi Prioritas, Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis di Papua

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB

Bukan Bebas Tanpa Batas, Ini Penjelasan Istana Soal 'Academic Freedom' Versi Prabowo

Bukan Bebas Tanpa Batas, Ini Penjelasan Istana Soal 'Academic Freedom' Versi Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:14 WIB

Satresnarkoba Polresta Solo Ungkap 3,5 Kilogram Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah Berdiri

Satresnarkoba Polresta Solo Ungkap 3,5 Kilogram Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah Berdiri

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:14 WIB

Mendagri Minta Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak El Nino

Mendagri Minta Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak El Nino

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:10 WIB

Negara Hemat Rp30 Juta Per Orang, TB Hasanuddin Minta Latsarmil Kopdes Dihapus

Negara Hemat Rp30 Juta Per Orang, TB Hasanuddin Minta Latsarmil Kopdes Dihapus

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:08 WIB

Gubernur Luthfi Salurkan BLT Cukai Tembakau Rp51 Miliar untuk 85 Ribu Pekerja

Gubernur Luthfi Salurkan BLT Cukai Tembakau Rp51 Miliar untuk 85 Ribu Pekerja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 16:27 WIB

Pemkab Mojokerto Paparkan Progres Manajemen Talenta ASN di Hadapan BKN RI

Pemkab Mojokerto Paparkan Progres Manajemen Talenta ASN di Hadapan BKN RI

News | Senin, 29 Juni 2026 | 16:25 WIB

×