Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyoroti sikap generasi muda sekarang yang sebagian tidak memilki sopan santun dalam bertutur kata di media sosial.
"Sekarang saya lihat anak muda sopan santun nggak ada, di media sosial. Presiden sendiri dijelek-jelekkan. Saya mikir kita ini negara apa toh," ujar Megawati dalam sambutannya usai melantik Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (8/9/2016).
Megawati merupakan salah satu yang korban bully lewat media sosial. Bahkan Presiden Joko Widodo juga pernah menjadi korban.
Megawati mengingatkan mayoritas warga Indonesia merupakan penganut agama Islam, seharusnya jangan sampai sikap seperti itu ada.
"Kalau ditanya apa agamamu? Paling besar agama Islam. Kalau Islam kok, orang nggak kenal saya aja kok saya ikut dibully, ini jelek sekali," katanya.
Acara pelantikan tadi dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A. Mughi, dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
"Sekarang saya lihat anak muda sopan santun nggak ada, di media sosial. Presiden sendiri dijelek-jelekkan. Saya mikir kita ini negara apa toh," ujar Megawati dalam sambutannya usai melantik Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (8/9/2016).
Megawati merupakan salah satu yang korban bully lewat media sosial. Bahkan Presiden Joko Widodo juga pernah menjadi korban.
Megawati mengingatkan mayoritas warga Indonesia merupakan penganut agama Islam, seharusnya jangan sampai sikap seperti itu ada.
"Kalau ditanya apa agamamu? Paling besar agama Islam. Kalau Islam kok, orang nggak kenal saya aja kok saya ikut dibully, ini jelek sekali," katanya.
Acara pelantikan tadi dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A. Mughi, dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.