Mendagri Dorong Percepatan Relokasi Warga dan Penguatan Tata Ruang Pascabencana Longsor

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 26 Januari 2026 | 08:53 WIB
Mendagri Dorong Percepatan Relokasi Warga dan Penguatan Tata Ruang Pascabencana Longsor
Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). (Dok: Kemendagri)
baca 10 detik
  • Mendagri menyampaikan duka cita atas korban jiwa dan keprihatinan karena masih ada warga yang dalam pencarian.
  • Longsor dipicu hujan deras serta kondisi struktur tanah yang gembur dan kurang kokoh menahan beban.
  • Perubahan fungsi vegetasi di kawasan perbukitan turut memperparah risiko longsor, dari tanaman berakar kuat ke tanaman hortikultura.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong percepatan relokasi warga serta penguatan tata ruang di daerah rawan bencana sebagai langkah pencegahan jangka panjang, usai meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/1/2026).

Mendagri menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut yang menimbulkan korban jiwa serta masih adanya warga yang dalam pencarian. “[Saya turut berduka] atas musibah ini, ada yang wafat, kemudian juga ada yang masih hilang dalam pencarian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain faktor hujan deras, kondisi struktur tanah di wilayah tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya longsor. Menurutnya, tanah di kawasan itu bersifat gembur sehingga kurang kokoh menahan beban.

Mendagri juga menyoroti perubahan fungsi vegetasi di kawasan perbukitan yang dinilai memperparah risiko bencana. Banyak tanaman pelindung berakar kuat yang digantikan dengan tanaman hortikultura.

“Tanaman pelindungnya yang akarnya menancap ke dalam ya, yang bisa memperkuat struktur tanah itu, banyak berganti hortikultura, sayur-sayuran lain-lain ini ya. Nah itu membuat rentan sekali kalau terjadi hujan deras,” katanya.

Terkait penanganan, Mendagri menyampaikan bahwa langkah jangka pendek difokuskan pada pencarian korban yang masih hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Selain itu, ia mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam penanganan darurat, mulai dari pemerintah daerah (Pemda), TNI, Polri, relawan, hingga pemerintah pusat.

“Dari Pak Gubernur, kemudian dari Pak Bupati, jajaran, TNI, Polri, relawan, pemerintah pusat, semua bergerak untuk membantu,” ungkapnya.

Untuk jangka panjang, Mendagri menegaskan pentingnya relokasi warga dari kawasan rawan longsor demi keselamatan. Menurutnya, wilayah tersebut tidak lagi layak untuk dihuni. Selain relokasi, ia juga mendorong upaya reboisasi dengan menanam kembali tanaman berakar kuat guna memperkuat struktur tanah.

“Ini harus direboisasi, ditanam. Tanaman-tanaman yang akarnya yang keras, supaya struktur tanahnya bisa menguat kembali. Kalau kembali lagi nanti akan longsor lagi,” ujarnya.

baca juga

Lebih lanjut, Mendagri menekankan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi daerah lain di Indonesia, khususnya dalam memperkuat tata ruang dan pemetaan wilayah rawan bencana. “Ini juga menjadi pelajaran bagi kita untuk daerah-daerah lain, untuk memperkuat tata ruang. Daerah-daerah rawan seperti ini harus kita petakan,” katanya.

Ia menambahkan, pemetaan tersebut perlu dilakukan secara nasional oleh seluruh kepala daerah guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. “Setiap Bupati, Wali Kota, Gubernur harus kita petakan secara nasional. Untuk kita memikirkan potensi kalau terjadi kerawanan hidrometeorologi seperti ini, hujan lebat, hujan deras,” tandasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana

Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 19:57 WIB

Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya

Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 20:35 WIB

Longsor Cisarua Bandung Barat: 9 Tewas, 81 Warga Masih Dicari

Longsor Cisarua Bandung Barat: 9 Tewas, 81 Warga Masih Dicari

Foto | Minggu, 25 Januari 2026 | 14:31 WIB

2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat

2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 14:17 WIB

Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua

Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 15:35 WIB

"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat

"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 14:50 WIB

Terkini

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:16 WIB

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:06 WIB

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:01 WIB

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

×