Ahli Patologi Australia Sesalkan Mirna Tak Diautopsi Menyeluruh

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Kamis, 22 September 2016 | 17:19 WIB
Ahli Patologi Australia Sesalkan Mirna Tak Diautopsi Menyeluruh
Sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (5/9/2016). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua tim kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan akhirnya tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat setelah sebelumnnya tidak hadir di awal sidang ke-24 kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

Saat tiba sekitar pukul 14.45 WIB, Otto tiba dengan rombongan kerabat. Nampak ada satu orang warga negara asing yang berbarang tiba bersama Otto.

Tepat pukul 15.30 WIB. Ketua Majelis Hakim Kisworo pun kembali melanjutkan sidang setelah sebelumnya diskor. Selanjutnya Hakim Kisworo memerintahkan agar tim kuasa hukum Jessica menghadirkan saksi ahli di persidangan.

Rupanya WN asing tersebut adalah saksi ahli yang hadir bersamaan dengan Otto. Namanya adalah Richard Bryon Collins yang berprofesi sebagai ahli Patologi Forensik dari Australia.

Setelah dipersilahkan masuk ke ruang sidang. Majelis Hakim pun bertanya kepada Richard yang menjadi saksi ahli Jessica apakah telah memenuhi persyarakat keimigrasian terkait kedatanganya ke Indonesia.

"Persyaratan tentang kedatangan ke Indonesia sudah dipenuhi?" tanya Hakim kepada Richard yang didampingi seorang penerjemah.

"Ya saya sudah," kata dia.

Hakim juga sempat menanyakan soal latar belakang profesi Richard sebagai ahli Patologi Forensik. Setelahnya, hakim pun memerintahkan kepada tim kuasa hukum dan jaksa penuntut umum mengenai adanya pembagian waktu bertanya kepada saksi ahli.

"Untuk membatasi waktu, masing-masing pihak diberi waktu untuk bertanya selama 1,5 jam," kata Hakim Kisworo.

Mendengar hal tersebut, kedua pihak yang berperkara di sidang kasus 'Kopi Maut Mirna' bersepakat. Kemudian, kesempatan bertanya pertama diberikan kepada tim kuasa hukum Jessica. Dalam sidang, Otto pun langsung bersiap-siap untuk melontarkan pertanyaan kepada saksi ahli.

Dalam kesaksiannya, Richard menyayangkan tidak adanya proses autopsi yang menyeluruh terhadap jenazah Mirna. Seharusnya apabila ditemukan adanya kejanggalan dari kematian Mirna, maka uapaya yang harus ditempuh adalah melakukan autopsi secara menyeluruh.

“Pada dasarnya karena tidak dilakukan autopsi penuh. Dan oleh karena itu kematian mendadak karena penyakit tidak dapat diteliti,” kata Richard.

“Ada istilah untuk ini autopsi parsial, autopsi sebagian dan autopsi terbatas. Dan untuk penyebab kematian yang dipakai adalah tergantung pada keadaan yang terjadi di sekitar kematian tapi kalau kematian dicurigai maka autopsi penuh,” tambah dia.

Dalam kasus ini, kata dia, seharusnya bisa melibatkan ahli patologi yang berpengalaman untuk bisa langsung menyimpulkan soal adanya kejanggalan dalam kematian Mirna.

Richard menganalisa dokumen dari kuasa hukum Jessica terkait kematian Mirna. Dari hasil analisanya itu, Richard mengaku tidak bisa memastikan jika Mirna meninggal dunia akibat teracun sianida.

"Akhirnya dengan memperhatikan tidak adanya sianida yang hanya ada ada dalam jumlah kecil sehingga bahwa saya tegaskan penyebab kematian (Mirna) tidak dapat dipastikan,” kata Richard.

Menurutnya, pemeriksan terhadap jaringan lambung dari jenazah Mirna yang sebagaimana nampak dari barang bukti nomor 5 hanya menunjukkan adanya kadar siaida sebesar 0,2 miligram. Dari temuan sianida dari pemeriksaan sampel jaringan lambung belum bisa menjadi dasar jika hasil penelitian jika Mirna tewas karena sianida. Pasalnya, kadar sianida yang ditemukan dalam lambung Mirna terbilang rendah.

"Dalam dalam kasus ini, bahwa hasil yang dicantumkan sahih dan nyatanya sianida tidak ditemukan. BB (barang bukti) 4 saya mengamini cairan lambung yang diambil 70 menit setelah kematian dan BB 6 adalah organ yang diambil dari jasad serta BB 7 adalah urine dari jasad. Sehingga satu-satunya sampel yang terkandung sianida adalah BB 5, 0,2 mg,” kata Richard.

Dia juga mengatakan jika proses pengambilan beberapa sampel dari jenazah Mirna belum bisa membuktikan secara ilmiah untuk menjawab teka-teki kematian Mirna.

“Kesimpulannya pengambilan sampel dari jasad yang tidak sempurna tidak memberikan hasil bagi korban, terdakwa dan sistem peradilan,” tegas dia lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kembaran Mirna Ingin Lempar Sepatu ke Jessica

Kembaran Mirna Ingin Lempar Sepatu ke Jessica

News | Kamis, 22 September 2016 | 15:45 WIB

Otto Belum Nongol di Sidang Jessica, Jadi Pertanyaan

Otto Belum Nongol di Sidang Jessica, Jadi Pertanyaan

News | Kamis, 22 September 2016 | 14:56 WIB

Hakim Tak Boleh Ragu-ragu Vonis Jessica

Hakim Tak Boleh Ragu-ragu Vonis Jessica

News | Kamis, 22 September 2016 | 14:29 WIB

Saksi Ahli: Pembunuhan Berencana Harus Ada Niat

Saksi Ahli: Pembunuhan Berencana Harus Ada Niat

News | Kamis, 22 September 2016 | 13:05 WIB

Pengunjung Sidang Tertawa Dengar Ini dari Pihak Jessica

Pengunjung Sidang Tertawa Dengar Ini dari Pihak Jessica

News | Kamis, 22 September 2016 | 12:14 WIB

Banjir Interupsi dan Debat di Sidang ke-24 'Kopi Maut Mirna'

Banjir Interupsi dan Debat di Sidang ke-24 'Kopi Maut Mirna'

News | Kamis, 22 September 2016 | 11:57 WIB

Ada yang Beda di Persidangan 'Kopi Maut Mirna' Hari Ini

Ada yang Beda di Persidangan 'Kopi Maut Mirna' Hari Ini

News | Kamis, 22 September 2016 | 10:52 WIB

Hakim Tunda Sidang Kasus Jessica sampai Besok

Hakim Tunda Sidang Kasus Jessica sampai Besok

News | Rabu, 21 September 2016 | 21:04 WIB

Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?

Kalbar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:24 WIB

63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang

63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:07 WIB

Memilih Produk untuk Anak, Orang Tua Perlu Melihat Lebih dari Sekadar Label

Memilih Produk untuk Anak, Orang Tua Perlu Melihat Lebih dari Sekadar Label

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Analis Politik Ungkap Peluang Besar Dedi Mulyadi Menuju Pilpres 2029

Analis Politik Ungkap Peluang Besar Dedi Mulyadi Menuju Pilpres 2029

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Membangun Literasi Finansial Sejak Dini Melalui BRImo Junior

Membangun Literasi Finansial Sejak Dini Melalui BRImo Junior

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

×