Tak Bisa Bayar Biaya RS, Orangtua Jual Bayi di Makassar

Yazir Farouk

Jum'at, 30 September 2016 | 06:47 WIB
Tak Bisa Bayar Biaya RS, Orangtua Jual Bayi di Makassar
Ilustrasi bayi baru lahir. (Shutterstock)

Suara.com - Bayi baru berusia beberapa hari dengan lahir prematur harus rela dijual oleh orang tuanya sendiri karena tidak sanggup membayar biaya Rumah Sakit dan jasa inkubator senilai Rp39 juta di RS Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (30/9/2016). Hal ini terkuak pada Kamis malam, saat viral jejaring sosial itu menyebar ke sejumlah jurnalis.

Orang tua bayi malang tersebut bernama Januar dan Andi Indra Ayu memposting gambar anaknya bernama Faradiba Auliyah Khumairah yang lahir prematur pada 17 September 2016 itu melalui operasi ceasar.

Mereka tidak mampu lagi berbuat banyak dan telah berusaha keras. Biaya jasa penyewaan inkubator diketahui per harinya Rp2 juta juga disebutkan dalam postingan itu di media sosial facebook.

Dalam postingan itu kedua orang tuanya mengaku telah berupaya semaksimal mungkin kendati telah bernegosiasi dengan pihak RS Unhas. Namun usahanya tidak ada jalan ditambah keterbatasan mendapatkan dana sebanyak itu.

Bahkan keduanya telah membuat surat pernyataan bermaterai enam ribu dan ditandatangani akan menjual anaknya seharga tagihan rumah sakit yang dibebankan kepadanya. Secara terpaksa pasangan muda ini harus ikhlas anaknya diambil orang bila ada memberikan tebusan biaya tersebut di rumkit setempat Tidak hanya itu, pihak rumah sakit juga memberikan batas akhir kepada orang tua bayi ini untuk pelunasan paling lambat pukul 00.00 WITA Jumat dini hari.

Hal ini pula membuat mereka panik di RS setempat padahal mereka sendiri diketahui adalah peserta BPJS Mandiri sementara anaknya belum di masukkan daftar kepesertaan.

Secara terpisah anggota DPRD Makassar Basdir yang mengetahui hal tersebut langsung ke Rumkit Unhas dan sempat berkomunikasi dengan orang tua bayi. Dia menyatakan keprihatinan mendalam.

Meski demikian pihaknya siap membantu dengan menggalang dana kemanusiaan agar bayi mungil ini dapat di bebaskan dari biaya rumah sakit yang dianggap mahal bagi sebagian kalangan masyarakat bawah.

"Saya sempat menghubungi beberapa kolega termasuk pak Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal untuk membantu, alhamdulillah bantuan satu persatu datang," papar politisi asal Demokrat ini.

Selain itu, dirinya juga menghubungi pihak BPJS Kesehatan untuk mengkonformasi agar diberikan toleransi atas kejadian ini, mengingat orang tuanya adalah peserta BPJS Kesehatan dengan jalur mandiri.

"Manajemen Rumah Sakit Unhas katanya sudah pulang semua, padahal saya mau dialog, kasihan anak ini mau dilelang orang tuanya gara-gara rumah sakit tidak bisa kasih toleransi dan kebijakan," ucap dia.

Sementara Humas BPJS Kesehatan Makassar, Hamsir dikonfirmasi mengatakan pihaknya terus melakukan upaya untuk membantu pada kasus ini.

Hamsir mengakui ibu bayi Andi Indra Ayu adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kemudian baru didaftarkan setelah lahir, sehingga baru berlaku setelah 14 hari proses administrasinya.

"Seharusnya sejak di kandungan sudah didaftar sehingga pada saat lahir langsung dijamin JKN untuk persalinan Ceasar," katanya.

Hingga saat ini pihak manajemen RS Unhas belum mengeluarkan pernyataan resmi sekaitan dengan kasus tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bayi Kembarnya Diduga Hilang, Ngadu ke Komnas Perlindungan Anak

Bayi Kembarnya Diduga Hilang, Ngadu ke Komnas Perlindungan Anak

News | Rabu, 15 Juni 2016 | 17:39 WIB

Kasus Bayi Dijual, Ruben Onsu Sampai Minta Dikawal Intel

Kasus Bayi Dijual, Ruben Onsu Sampai Minta Dikawal Intel

Entertainment | Jum'at, 26 Juni 2015 | 06:31 WIB

Di Cina, Bayi Diperjualbelikan dengan Harga Rp160 Juta

Di Cina, Bayi Diperjualbelikan dengan Harga Rp160 Juta

News | Rabu, 14 Januari 2015 | 19:23 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×