Ditpolair Babel Amankan Kapal Isap Berbendera Asing

Dythia Novianty | Suara.com

Selasa, 04 Oktober 2016 | 03:34 WIB
Ditpolair Babel Amankan Kapal Isap Berbendera Asing
KKP tenggelamkan kapal asing. [Antara]

Suara.com - Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Kepulauan Bangka Belitung mengamankan satu unit kapal isap timah Hai An 9668 berbendera Sierra Leone yang diduga sedang dibajak kawanan perompak.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Babel, AKBP Adi Nugraha di Pangkalpinang mengatakan, pihaknya mengamankan kapal berbendera asing itu, setelah mendapat laporan dari pemilik kapal yakni Chandra Lukito (65) warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"Kami telah menyelamatkan kapal dari tangan orang tak dikenal yang kini masih dalam pengejaran. Kami juga mengumpulkan keterangan saksi, mulai dari pemilik, ABK hingga Syahbandar. Sejauh kami sudah memeriksa enam saksi sedangkan pelaku masih dalam pengejaran," katanya.

Dikatakannya, untuk permasalahan legalitas kapal itu pihaknya belum mengarah ke sana karena penyidik masih fokus pada unsur pemerasan dan pengancaman. Dari keterangan penyidik kapal beroperasi pada 2014, kemudian mengalami perbaikan karena rusak pada 2015.

"Kapal ini berada di dok selama delapan bulan saat dalam perbaikan dan ketika lego jangkar kapal malah dirampas dan dibawa kabur. Dalam kasus ini kami masukkan unsur Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pengancaman dengan barang bukti satu unit kapal dan dokumen," ujarnya.

Kasus ini bermula ketika kapal Hai An 9668 pada Maret 2015 naik dok di Pahala Pangkalbalam selama delapan bulan dan lego jangkar di sungai Baturusa dengan dijaga tiga kru. Pada 14 September 2016 kapal itu didatangi sekelompok orang dan menyuruh ketiga kru turun. Mereka mengaku sebagai pemilik kapal dan mengambil alih kapal.

Selanjutnya, pada 17 September 2016 pemilik kapal yakni Chandra mendapat informasi kapalnya telah ditarik sekelompok orang yang tak dikenalnya dari posisi tempat kapal lego jangkar. Akhirnya, pemilik kapal melapor ke aparat pada 19 September 2016 dengan tuduhan pemerasan dan pengancaman.

Pihaknya berhasil menghadang kapal itu sewaktu mengarungi perairan Pulau Bangka dengan berbendera negara asing. Namun saat kapal itu diamankan para perompak langsung melarikan diri menggunakan tug boat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Kapal Asing Ditenggelamkan di Tarakan

6 Kapal Asing Ditenggelamkan di Tarakan

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 15:27 WIB

Polda Kaltim Tangkap Kapal Nelayan Berbendera Malaysia

Polda Kaltim Tangkap Kapal Nelayan Berbendera Malaysia

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 06:01 WIB

Kapal Buronan FV Viking Dikawal KRI Barakuda ke Jakarta

Kapal Buronan FV Viking Dikawal KRI Barakuda ke Jakarta

News | Sabtu, 05 Maret 2016 | 13:30 WIB

Kapal Buronan FV Viking Dikawal KRI Barakuda ke Jakarta

Kapal Buronan FV Viking Dikawal KRI Barakuda ke Jakarta

News | Sabtu, 05 Maret 2016 | 13:30 WIB

Pemusnahan Kapal Asing

Pemusnahan Kapal Asing

Foto | Senin, 22 Februari 2016 | 17:42 WIB

Moratorium Kapal Asing Dituding Jadi Sebab Kekurangan Bahan Baku

Moratorium Kapal Asing Dituding Jadi Sebab Kekurangan Bahan Baku

Bisnis | Senin, 15 Februari 2016 | 12:10 WIB

Terkini

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:39 WIB

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:34 WIB

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:29 WIB

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:25 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:15 WIB

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:11 WIB

Update Repatriasi Jenazah Prajurit TNI, Upacara Pelepasan PBB di Beirut Digelar Hari Ini

Update Repatriasi Jenazah Prajurit TNI, Upacara Pelepasan PBB di Beirut Digelar Hari Ini

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:06 WIB

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:05 WIB