Hakim 'Kopi Maut Mirna' Disebut Terima Suap 25 .000 SGD

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:32 WIB
Hakim 'Kopi Maut Mirna' Disebut Terima Suap 25 .000 SGD
Ilustrasi pecahan 50 dolar Singapura (Shutterstock).

Suara.com - Majelis Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi dalam bentuk penyuapan atas nama terdakwa Ahmad Yani. Hakim perkara pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Partahi Tulus Hutapea dituduh menerima suap sebesar 25 ribu dolar Singapura.

Uang tersebut diberikan oleh Ahmad Yani melalui Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Muhammad Santoso.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan berupa memberi atau menjanjikan sesuatu, yiatu uang sebesar 25 ribu dolar Singapura kepada Hakim Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya melalui Muhammad Santoso," kata Jaksa Penuntut Umum pada KPK, Pulung Rinandoro saat membacakan surat dakwaan di PN. Tipikor, jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/16).

Menurut Pulung, pemberian uang itu untuk mempengaruhi putusan atas perkara perdata Nomor: 503/PDT.G/2015/PN/JKT/PST, yang ditangani oleh Partahi selaku hakim ketua dan Casmaya selaku hakim anggota, agar memenangkan pihak tergugat yang diwakili Raoul Adhitya Wiaranata Kusumah selaku kuasa hukumnya.

Ihwal adanya pemberian hadiah atau janji terhadap dua hakim ini, awalnya tanggal 29 Oktober 2015, PN Jakarta Pusat menerima pendaftaran perkara perdata register Nomor: 503/PDT.G/2015/PN/JKT/PST berupa gugatan wanprestasi yang diajukan PT. Mitra Maju Sukses (pihak penggugat), terhadap PT. Kapuas Tunggal Persada, Wiryo Triyono dan Carey Ticoalu (pihak tergugat).

"Selanjutnya setelah dilakukan beberapa kali proses persidangan, pada 4 April 2016, Raoul selaku pihak kuasa hukum tergugat menghubungi Muhammad Santoso dan menyampaikan keinginanannya untuk memenangkan perkara tersebut, yakni agar majelis hakim menolak gugatan pihak penggugat," kata Pulung.

Untuk memuluskan rencananya, Raoul pun menemui Partahi dan Casmaya di ruang hakim lantai empat PN Jakpus pada 15 April 2016. Sebelumnya dia gagal menemui.

Setelah menemui kedua hakim tersebut, pada tanggal 17 juni 2016, Raoul menemui Santoso di PN Jakpus dan menjanjikan akan memberikan uang 25 ribu dolar Singapura untuk majelis hakim, apabila putusan perkara memenangkan perkara yang ditanganinya.

"Uang yang diperuntukan bagi majelis hakim tersebut, nantinya akan diserahkan melalui Muhammad Santoso dan untuk itu Muhammmad Santoso juga akan mendapat bagian tersendiri, yaitu sebesar 3 ribu dolar Singapura," kata Pulung.

Sebagai bentuk komitmen atas janjinya, Raoul pada 20 Juni 2016, kemudian memberitahu Santoso, bahwa penyerahan uang akan dilakukan melalui terdakwa Ahmad Yani, selaku staff di firma hukumnya. Untuk mengkonfirmasi kembali keinginannya, Raoul pun kembali menemui kedua hakim tersebut di ruangannya pada 22 Juni 2016.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dwelling Time Pelabuhan Belawan Sempat Capai 10 Hari

Dwelling Time Pelabuhan Belawan Sempat Capai 10 Hari

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 18:14 WIB

KPK Siapkan Enam JPU Persidangan Suap APBD

KPK Siapkan Enam JPU Persidangan Suap APBD

News | Selasa, 04 Oktober 2016 | 23:45 WIB

Kasus Ijon di Dinas Pendidikan, KPK Periksa Lima Tersangka

Kasus Ijon di Dinas Pendidikan, KPK Periksa Lima Tersangka

News | Selasa, 20 September 2016 | 13:54 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×